Memang betul jepang berada di lempengan yang rawan gempa, membuat Jepang mencari inovasi dalam kekuatan material bangunan.

Khususnya untuk perumahan, negeri Matahari Terbit ini sangat teliti dan presisi dalam pembangunan dan pemilihan material.

Hal ini yang kemudian dibawa perusahaan distributor dan kontraktor asal Jepang, PT Suteki Nice Indonesia, anak usaha Nice Holding Group, ke Indonesia.

"Dari hasil riset, ditemukan banyak rumah di Indonesia yang bocor. Di situ aspek yang perlu diatasi. Kami ingin membuat perumahan dengan kualitas standar Jepang," ujar Presiden Direktur PT Suteki Nice Indonesia Katsumata Kiyotoshi saat jumpa pers di Hotel Sakura Park, Delta Mas, Cikarang, Bekasi.

Bertajuk Suteki Home, rumah ini dibangun dengan material-material yang diklaim terpilih. Sebagian besar material anti air atau waterproof diimpor langsung dari Jepang.



180.jpg

Suteki Home



Sementara material lainnya didatangkan dari Australia dan Amerika Serikat. Dari Australia, perusahaan mengimpor rangka baja ringan. Sedangkan dari Amerika Serikat, material yang diimpor adalah lantai kayu.

Namun, untuk menghemat biaya distribusi, perusahaan juga menggunakan material lokal, antara lain genteng, keramik, dan bathub.

"Rumah yang dibangun Suteki dijamin 10 tahun tidak akan bocor," tutur Katsumata.



csm_image_suteki_home__14__e4e668436d.jpg

Suteki Home Interior



Saat ini, ada dua rumah contoh yang sudah dibangun di kawasan Delta Mas, Cikarang, Bekasi.

Rumah pertama adalah tipe Tsubaki dengan luas bangunan 147 meter persegi dan tanah 200 meter persegi.



sutekihome_img02.jpg

Suteki Home

sutekihome_img05.jpg

Suteki Home

sutekihome_img15.jpg

Suteki Home



Kedua, tipe Yuri dengan luas bangunan 145 meter persegi dan lahan 200 meter persegi. Kedua rumah ini dibanderol dengan harga berkisar Rp 3,5 miliar per unit.


Sumber: properti.kompas.com

Baca Selengkapnya >