Topik

Beberapa Tips Agar Aplikasi Anda Laris di Pasar Digital

Memag dashyat yah dan tidak bisa dibendung zaman digital saat ini, toko aplikasi digital seperti Google Play dan App Store telah menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari pemakaian perangkat mobile sehari-hari. Berdasarkan data yang dihimpun dari Statista, saat ini terdapat kurang lebih 2,6 juta aplikasi di Google Play Store dan dua juta untuk aplikasi iOS di App Store. 


Angka ini bakal terus meningkat mengingat adopsi pemakaian perangkat mobile diprediksi bakal terus tumbuh hingga lima kali lipat dari tahun ke tahun.


Dengan banyaknya jumlah aplikasi di toko digital tadi artinya developer perlu memikirkan teknis bagaimana supaya produk mereka dilirik oleh pengguna, terutama dari segi pengemasan dan desain antarmuka.


Salah satu hal dasar dalam pemasaran produk adalah pemilihan gambar alias screenshot dalam “etalase” toko digital aplikasi itu sendiri. Tak peduli apakah itu adalah game, layanan jual beli online, aplikasi kesehatan, atau mungkin sekadar aplikasi bunyi-bunyian bus telolet, keberadaan screenshot adalah gerbang awal sebelum pengguna memutuskan mengunduh sebuah aplikasi.


Lantas seperti apakah penerapan gambar screenshot yang baik? Berikut adalah sejumlah tip agar aplikasimu tak hanya terkesan bagus, tetapi juga informatif, “stand out”, dan terkesan profesional di mata penggunanya.


Tentukan ukuran & dimensi gambar di platform yang tepat

Screenshot_1765.png

Ukuran gambar adalah hal dasar yang paling penting sebelum membuat screenshot. Seiring berkembangnya perangkat mobile, resolusi layar smartphone dan tablet kini semakin beragam sehingga perlu pendekatan khusus bagi masing-masing platform.

Untuk mengakali perbedaan resolusi ini, Google menerapkan batasan rasio yang jelas mulai dari dimensi 320px dan paling besar 3840px (agar nyaman dilihat di layar Android TV). Ukuran lebarnya sendiri bebas, selama tidak lebih panjang dari dimensi minimal.

Sebaliknya untuk iOS, Apple memuat aturan yang lebih kompleks dan lebih merepotkan dibandingkan Android. Hal ini dikarenakan resolusi Retina Display yang cukup beragam sehingga developer perlu menyediakan banyak gambar alternatif dengan dimensi yang berbeda untuk masing-masing perangkat.

Jika kamu berminat untuk merilis aplikasi di iOS, kamu bisa mengecek panduan lengkapnya di halaman berikut.


Sertakan tiga hingga lima gambar dengan pesan yang bervariasi

Screenshot_1766.png

Tampilan sebuah etalase aplikasi di toko digital jelas terasa tidak lengkap jika tidak disertai screenshot dari aplikasi yang bersangkutan. Keberadaan etalase dalam toko aplikasi digital sendiri menjadi semacam album foto untuk melihat isi dari produk tersebut.

Menyertakan tiga screenshot atau lebih jelas menjadi upaya yang sangat informatif guna membantu user menentukan apakah aplikasi tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan.

Minimal dilihat dari satu gambarnya saja, pengguna harus sudah bisa menangkap isi dari aplikasi yang dia temukan, apakah itu game, program untuk meringankan rutinitas harian, dan lain sebagainya.

Perlu diingat juga bahwa pemilihan desain dan variasi gambar harus dipertimbangkan agar informasi yang disampaikan sesuai dengan isi aplikasinya. Jangan sampai hal ini disalahgunakan untuk menipu user karena jelas akan mempengaruhi reputasi developer ke depannya nanti.

Gunakan desain overlay agar lebih informatif

Screenshot_1768.png

Memasang gambar hasil screen capture bisa jadi cara paling mudah untuk mengisi kolom gambar di halaman toko aplikasi digitalmu. Namun perlu diingat, tidak semua orang mudah tertarik atau menangkap fungsi dari aplikasi yang buatanmu. Seandainya brand image aplikasi buatanmu belum sekuat dan sebesar Facebook, Instagram, dan lainnya, ada baiknya kamu menggunakan model desain overlay untuk mengkomunikasikan produkmu secara lebih terperinci.

Caranya adalah dengan memberikan desain berisi kalimat caption di bagian atas gambar aplikasimu. Tampilan desain overlay dalam gambar di sini jelas perlu diperhatikan, terutama dari segi komposisi warna, screenshot, dan tulisan yang termuat di atasnya. Jika kamu mau, kamu juga bisa membuat gambar mockup menggunakan foto yang diedit seolah menggunakan aplikasimu.

Teknik ini sering kali digunakan pada game mobile untuk memberikan penjelasan singkat atau kalimat yang menggugah minat orang untuk bergegas mengunduhnya. Hal ini juga bisa diterapkan jenis aplikasi lainnya agar user bisa lebih tahu detail aplikasimu tanpa perlu scrolling bagian detail dan deskripsi di bawahnya.

Sertakan kalimat caption dua baris yang efektif dan menjual

Screenshot_1769.png

Masih ada hubungannya dengan tampilan overlay dalam gambar, penggunaan kalimat caption yang menjual juga memegang peranan penting untuk membuat aplikasimu semakin dilirik orang. Triknya adalah gunakan caption yang berisi susunan kalimat imbauan, lalu dilanjutkan penjelasan fitur singkat, kemudian ditutup dengan apa yang menjadi nilai jual dari aplikasi buatanmu.

Seluruh susunan kalimat tersebut perlu dijelaskan dengan prinsip KISS – Keep It Simple Stupid.  Jangan sampaikan hal yang panjang dan bertele-tele karena tujuan caption sendiri agar user mudah menangkap isi aplikasi yang akan diunduh. Jadi silakan blak-blakan, sampaikan apa yang ditawarkan aplikasi mobile buatanmu.

Hindari penggunaan tepian framedalam screenshot dengan desain tertentu


Membingkai screeenshot ke dalam sebuah frame adalah format gambar yang sering kali saya temukan di berbagai toko aplikasi digital mobile. Tak terhitung berapa banyak aplikasi yang dijual dengan gambar semacam ini, mulai dari Lazada, Traveloka, Airbnb, Tinder, dan sebagainya.

Dari pengamatan saya, kebanyakan startup yang menggunakan format semacam ini cenderung menyesuaikan pada tampilan minimalis yang terdapat dalam aplikasi buatan mereka. Beberapa gambar toko aplikasi digital tersebut bahkan ada juga yang memiliki sedikit kesamaan. Kesamaan ini muncul karena pihak developer menggunakan jasa screenshot builder untuk membuat gambar toko aplikasi mereka.

Tepian frame polos dalam screenshot aplikasi semacam ini sah-sah saja digunakan jika aplikasi tersebut tidak memperlihatkan detail yang kompleks seperti jenis aplikasi game.

Jika dipaksakan, komposisi semacam ini kadang terlihat tidak sedap dipandang apalagi jika desain aplikasinya sendiri terlalu ramai dan jauh dari kesan minimalis ala Material Design.

Seandainya kamu developer game dan ingin mempromosikan produkmu dengan baik, cukup tampilkan bagian screenshot dan berikan caption seperti yang disarankan di atas. Hindari memberi tepian bingkai di pojok kanan kiri screenshot karena ini akan semakin memperkecil gambar dan mengurangi detail game buatanmu.

Screenshot_1770.png

Sertakan gambar foto selama masih relevan dengan produkmu

Screenshot_1771.png

Seandainya aplikasi buatanmu tidak memiliki banyak variasi gambar sehingga terlihat seragam dan membosankan, sah-sah saja kamu memasang gambar foto untuk mempermanis tampilan halaman aplikasimu di App Store. Ambil contoh aplikasi Klakson Telolet di Google Play. Untuk mengakali tampilan gambarnya yang semuanya sama, pihak developer boleh saja memasang gambar bis (lengkap dengan caption) agar terlihat semakin menarik.

Perlu diketahui pula bahwa penggunaan foto gambar yang dilindungi undang-undang hak cipta tidak diperbolehkan oleh penyedia toko aplikasi digital seperti Google Play. Jadi hindari memperlihatkan tokoh figur atau karakter yang populer karena di lain hari bisa jadi pihak Google atau Apple akan menarik aplikasimu dari peredaran.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto) Sumber 
Baca Selengkapnya >

Bagaimana Kesan Anda tentang Topik Ini?

0.00%

0.00%

100.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

mantab mas informasinya, sangat berguna sekali..


memang beberapa sudah terbukti efeknya hingga sekarang.


ijin share ya

Menampilkan 1-2 dari 2 item.

Balas Topik Ini

atau

Tulis gambar yang ditampilkan di sebelah kanan. Klik gambar untuk mengubah