fakta-teraso-jarang-orang-tau.jpg?w=620


Teraso merupakan salah satu jenis lantai yang sering digunakan orang. Motifnya yang unik karena terbentuk dari pecahan-pecahan batuan marmer dan granit membuatnya digemari banyak orang. Selain itu, harganya yang lebih murah dibanding lantai marmer dan granit menjadi keunggulan tersendiri.

 

Lantai teraso sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu lantai berpermukaan halus dan kasar. Teraso berpermukaan kasar terbuat dari pecahan marmer kasar, biasanya digunakan di luar ruangan. Sedangkan teraso halus terbuat dari pecahan marmer halus dan lebih mengkilap.

 

Sejarah Teraso

 

Kata teraso berasal dari bahasa Italia terrazza yang berarti teras atau penutup lantai depan rumah. Lantai ini terbuat dari limbah tambang marmer yang diolah kembali sehingga menjadi alternatif sebagai lantai penutup. Di negara asalnya, teraso mulai diproduksi sejak tahun 1920.

 

Teraso masuk ke Indonesia dipengaruhi oleh bangsa Belanda yang membawa teraso beserta teknik pembuatannya ke Indonesia pada tahun 1957. Pada tahun 1970-1980, masyarakat semakin menggemari lantai ini. Pabrik teraso pun semakin menjamur di seluruh Indonesia. Motif teraso juga semakin beragam, mulai dari serpihan batu alam, serpihan kaca, hingga kepingan kerang laut.

 

Pada saat itu, teraso dianggap memiliki prestige yang tinggi karena masih banyak orang yang menggunakan ubin semen sehingga peminatnya pun kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas. Kepopuleran teraso mulai menurun sejak lantai keramik yang memiliki lebih banyak motif dengan harga yang lebih kompetitif masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an.

 

Karakteristik Lantai Teraso

 

Karakteristik utama lantai teraso adalah motifnya yang menyerupai pecahan batuan. Ukuran, bentuk, serta warnanya yang tidak seragam membuat permukaan lantai terlihat unik. Material yang menggunakan bahan sisa juga membuatnya lebih ramah lingkungan.

 

Selain itu, lantai teraso juga dapat menyesuaikan suhu lantai sesuai dengan suhu ruangan. Misalnya, saat cuaca panas maka lantai akan memberikan kesan dingin, begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh faktor porositas serta sifat menyerap cahaya pada lantai teraso.

 

Daya tahan lantai teraso juga dapat dikatakan baik. Material yang terdiri dari pecahan batu marmer, semen dan pasir membuat kekuatan lantai ini tidak perlu diragukan. Karena faktor ini pula, teraso banyak digunakan pada hotel, kantor, hingga pabrik.

 

Itulah beberapa fakta menarik mengenai lantai teraso. Gimana, tertarik untuk menggunakan teraso di rumah?


Sumber: Kemilau Marmer Blog


Baca Selengkapnya >