Hingga saat ini rumah adat Joglo adalah salah satu jenis bangunan khas Jawa Tengah yang memiliki keunikan. Hingga saat ini masih sering ditemui di beberapa tempat khususnya pada area pedesaan. Apabila Anda sering berkunjung ke area tersebut pasti akan menemukan beberapa keunikan dibalik desain rumah joglo maupun beberapa filosofi atau makna dibaliknya. Keunikan Rumah Adat Joglo Khas Jawa Tengah Sebagai bangunan khas bernuansa tradisional, desain rumah joglo memiliki ciri unik tersendiri yang sangat mengagumkan. Dilihat secara arsitektur, rumah joglo mempunyai nilai fungsional sejalan dengan filosofi hidup dan bernilai filosofis masyarakat Jawa. Beberapa keunikan dibalik bangunan tradisional ini, ditambah ketika dipandang dari berbagai segi budaya maupun arsitekturnya. Rumah adat joglo menghadirkan nilai – nilai kearifan local sejalan dengan filosofi masyarakat jawa. Selain itu ada juga beberapa aspek lain seperti: 1. Keunikan Desain Rumah Adat Joglo Rumah memang harus menghadirkan kenyamanan bagi penggunanya sebab kehadirannya seakan menjadi pilihan utama ketika ingin beristirahat. Tak terkecuali rumah adat joglo yang memiliki ciri khas berbeda apabila disbanding rumah adat lainnya. Dimulai dari bentuk arsitekturnya, ruangan ruangan dalam rumah memiliki fungsi – fungsi spesifik di tiap sudut bangunan. Selain itu, nilai filosofi Jawa dapat terasa kental di dalam bangunan sehingga menambah keunikan tersebut. Hal ini tentu bisa menjadi unsur terpenting untuk menambah kenyamanan ketika didiami. 2. Teras Halaman Begitu Luas Berbeda dengan desain rumah modern lain yang memiliki keunikan yaitu halaman teras begitu minimalis. Rumah Adat Joglo Khas Jawa Tengah dibangun dengan teras di bagian luar rumah sangat luas serta tanpa sekat. Fasilitas tambahan tersebut dapat berdampak positif sebab dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari – hari. Selain fungsinya yang dianggap dapat menunjang aktivtias sehari – hari, rumah adat Yogyakarta ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi serta berinteraksi sosial antar penghuni rumah dengan keluarga lainnya. Sehingga dapat selalu menjaga tali persaudaraan antar manusia pada lingkungan tersebut. 3. Bangunan Kokoh Dengan 4 Tiang Filosofi rumah joglo memang unik, selain setiap sudut memiliki makna tersendiri. Adapun keunikan lainnya yaitu memiliki 4 tiang yang menopang satu sama lain. Konon katanya bermakna “saka guru” hal inilah yang menjadi fondasi penegak bangunan rumah adat khas Yogyakarta, Secara arsitektur penggunaan 4 tiang ini, dapat memberikan efek yang kokoh terhadap berbagai situasi. Selain itu rumah adat jawa tengah umumnya memakai kayu jati. Jenis kayu tersebut dikenal oleh kalangan jawa sebagai kategori kayu kokoh serta anti rayap. 4. Pintu Utama Berada di Tengah Rumah Letak pintu rumah Joglo yang menjadi pembeda dengan jenis arsitektur tradisional lainnya adalah penempatan di bagian tengah. Dimana aspek tersebut memiliki kesan yang sangat menonjol sehingga menjadi elemen pembeda. Sebagai rumah adat jawa yang dinilai cocok untuk digunakan sebagai media silaturahmi. Adapun filosofi penempatannya yaitu menggambarkan keterbukaan serta kedekatan antar penghuni rumah dengan tamu. Hal ini tentu menggambarkan budaya jawa pada umumnya sering dinilai ramah tamah. 5. Bukti Status Sosial Masyarakat Jawa Secara tidak langsung, dengan hadirnya rumah Joglo akan menggambarkan status sosial pemiliknya. Beberapa anggapan bahwa pemiliki arsitektur adat tersebut sering dinilai memiki sifat yang ramah terhadap orang lain maupun tetangganya. Adapun beberapa anggapan bahwa biaya pembuatan Rumah Adat Joglo cukup dinilai tidak murah atau bisa dibilang mahal. Karena memakai material yang berkualitas baik, seperti kayu jati. Oleh karena itu, pemiliknya dapat dipastikan merupakan orang – orang berstatus ekonomi menengah ke atas.
Baca Selengkapnya >