Berencana untuk merenovasi rumah Anda dalam waktu dekat ini tapi terbentur biaya? Jangan khawatir. Pada dasarnya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kami akan berikan 5 solusi untuk mengatasi biaya renovasi rumah.

1. Pengajuan kredit renovasi rumah

Bukan hanya mobil saja yang bisa dilakukan pengajuan kredit, untuk renovasi rumah pun demikian. Caranya dengan menjaminkan sertifikat rumah Anda ke bank untuk mendapatkan kredit renovasi. Holcim, salah satu perusahaan penghasil semen di Indonesia mempunyai program layanan pembiayaan renovasi tersebut melalui kerja sama mereka dengan BRI dan BNI. Anda dapat menghubungi gerai Holcim terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program ini.

2. Manfaatkan fasilitas top up untuk biaya renovasi rumah Anda.

Rumah Anda diperoleh dengan fasilitas KPR? Kalau begitu, Anda bisa memperoleh biaya renovasi dengan memanfaatkan fasilitas top up dari KPR Anda. Syaratnya, mengajukan dana pinjaman dengan jaminan rumah yang saat ini masih dibiayai bank dalam bentuk KPR. DI samping itu, Anda harus jadi nasabah yang telah melewati separuh dari masa kredit dan mempunyai riwayat kredit yang baik. KPR awal Anda akan ditutup dan Anda akan mempunyai kredit baru. Selisih dana plafon pinjaman Anda setelah dikurangi sisa KPR sebelumnya dapat Anda manfaatkan untuk renovasi rumah. Beberapa bank mendukung fasilitas ini.

3. Gunakan fasilitas kredit renovasi rumah dari Jamsostek.

Bagi Anda karyawan yang sudah terdaftar sebagai anggota Jamsostek (saat ini dinamakan BPJS Ketenagakerjaan) dan sudah menjadi peserta minimal 5 tahun, Anda dapat memanfaatkan fasilitas kredit renovasi rumah dari Jamsostek. Dalam membiayai kredit renovasi rumah ini, pihak Jamsostek juga bekerja sama dengan bank tertentu. Jaminannya adalah dana Anda yang tersimpan dalam rekening Jamsostek. Prosesnya mudah, Anda tinggal datang ke kantor Jamsostek terdekat dan melengkapi persyaratan yang diminta.

4. Kerja sama dengan toko material dalam bentuk pembayaran berjangka.

Seandainya Anda memiliki toko material langganan, tidak ada salahnya menjalin kerja sama dalam bentuk pembayaran berjangka. Anda bisa membayar pembelian material bangunan secara berjangka melalui angsuran bulanan. Perlu Anda ketahui bahwa toko material mempunyai target dari pihak penyuplai (distributor) untuk segera menghabiskan stok di toko. Berdasarkan hal ini dan pemahaman bahwa biaya renovasi rumah relatif besar, toko material menghabiskan stok dengan memberi kemudahan bagi calon pembeli yang akan melakukan renovasi dengan cara mengangsur untuk pembelian material bangunan di toko mereka. Tempo pembayaran biasanya dalam jangka pendek 1-3 bulan dan syarat utamanya adalah Anda dikenal baik oleh toko material bangunan tersebut. Anda dapat saja mengajukan perpanjangan tempo pembayaran jika reputasi Anda bagus atau mencari toko bangunan lainnya.

5.Lakukan oper alih KPR untuk mendapatkan dana renovasi.

Apabila rumah yang Anda miliki saat ini masih berstatus kredit (KPR), maka Anda dapat melakukan oper/alih kredit ke bank lain untuk mendapatkan dana renovasi. Selisih plafon kredit dengan sisa pinjaman dapat Anda gunakan untuk biaya renovasi. Cara ini dapat Anda lakukan jika Anda tidak dapat melakukan pengajuan fasilitas top up kepada bank pemberi KPR Anda.

sumber : http://blog.urbanindo.com/2015/04/5-solusi-untuk-mengatasi-biaya-renovasi-rumah/

Baca Selengkapnya >