Tentang Akta Hibah Tanah dan Cara Pembuatannya

Tentang Akta Hibah Tanah dan Cara Pembuatannya

- Septian Nugraha
Tentang Akta Hibah Tanah dan Cara Pembuatannya

Akta hibah tanah merupakan dokumen resmi yang membuktikan adanya perpindahan kepemilikan tanah secara sukarela dari satu pihak ke pihak lain. 

Secara umum, fungsi akta hibah sejatinya mirip dengan Akta Jual Beli (AJB). Hanya saja, dalam hal sebab perpindahan kepemilikan, kedua akta itu berbeda. 

Perpindahan kepemilikan properti dalam AJB disebabkan karena transaksi jual-beli. Adapun pada akta hibah, perpindahan kepemilikannya disebabkan karena pemberian secara sukarela.

Patut diketahui, hibah dan warisan merupakan dua hal yang berbeda, meski konteksnya sama-sama pemberian aset secara sukarela dari satu pihak ke pihak lain. 

Perbedaan paling mendasar dapat dilihat dari momen dan subjek pemberiannya. 

Warisan hanya bisa diberikan ketika pemberi waris telah meninggal dunia. Adapun hibah, bisa diberikan ketika pemberinya masih hidup. 

Selain itu, subjek hibah dan warisan pun berbeda. Warisan hanya bisa diberikan kepada ahli waris yang memiliki hubungan darah dan hubungan perkawinan dengan si pewaris. 

Adapun hibah bisa diberikan kepada siapa saja selain keluarga pemberi hibah.

Baca juga:

Contoh Surat Hibah Tanah dan Panduan Membuatnya

Kedudukan Hukum Akta Hibah Tanah

Kedudukan Hukum Akta Hibah Tanah 

Penerima hibah wajib mengantongi dokumen ini. Pasalnya akta hibah tanah memiliki kedudukan hukum yang kuat. 

Hal tersebut tercantum dalam Undang-undang Hukum Perdata pada Pasal 1666.

Disebutkan, akta hibah menjadi pengikat yang sah ketika suatu barang atau aset sudah diberikan dari satu pihak kepada pihak lain. 

Selain itu aset yang sudah dihibahkan pun tidak dapat ditarik atau diminta kembali.

Meski begitu, agar memiliki kedudukan hukum yang jelas, akta hibah tanah harus dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

Ketentuannya tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Selain itu, pembuatannya pun harus disaksikan oleh minimal oleh dua orang saksi yang sesuai dengan ketentuan.

Akta hibah tanah yang memiliki legalitas hukum yang jelas, bisa menjadi bukti bilamana tanah yang menjadi objek hibah itu diperkarakan oleh orang lain. 

Mengingat ada banyak kasus sengketa tanah hibah, yang kebanyakan gugatannya diajukan oleh ahli waris pemberi hibah. 

Bila hal tersebut terjadi, penerima hibah bisa menunjukkan akta tersebut kepada penggugat. 

Aturannya, ketika penerima hibah sudah memiliki akta hibah tanah yang sah secara hukum, pengugat wajib tunduk. 

Cara Membuat Akta Hibah

Cara Membuat Akta Hibah 

Lantas bagaimana cara mengajukan akta hibah tanah? Prosesnya, kamu tinggal mendatangi PPAT untuk dibuatkan dokumen tersebut. 

Hanya saja, dalam proses pembuatannya, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar akta hibah tanah diterbitkan. 

Agar lebih jelas, berikut adalah syarat dan tata cara pengajuan akta hibah tanah: 

Sudah Melunasi Pajak

Hal pertama yang harus dipenuhi dalam pembuatan akta hibah tanah adalah, tidak adanya masalah terkait perpajakan. 

Bila diketahui ada tunggakan pajak pada tanah yang menjadi objek hibah, maka bisa dipastikan bahwa akta tersebut tidak akan diterbitkan. 

Adapun jenis pajak yang harus dilunasi untuk penerbitan akta hibah meliputi; Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPh).

Mengumpulkan Berkas

Selain hal-hal berkaitan perpajakan, pembuatan akta hibah tanah juga memerlukan sejumlah dokumen yang harus dipenuhi yang terdiri dari: 

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemberi hibah baik suami dan istri
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari seluruh ahli waris calon pemberi hibah 
  • Surat nikah pemberi hibah (jika sudah menikah)
  • Kartu keluarga pemberi hibah 
  • Sertifikat asli tanah atau rumah untuk proses pengecekan 
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) dan STTS PBB (Surat Tanda Terima Sementara Pajak Bumi dan Bangunan)
  • Surat kuasa menghibahkan (jika dikuasakan)
  • Surat persetujuan calon ahli waris pemberi hibah
  • Fotokopi bukti pelunasan BPHTB dan PPh

Proses Pembuatan

Bila semua dokumen sudah dipenuhi, PPAT akan segera membuat akta hibah tanah. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 30 hari kerja. 

Biaya Pembuatan Akta Hibah

Biaya Pembuatan Akta Hibah 

Pada prosesnya, ada sejumlah biaya yang harus disiapkan dalam pembuatan akta hibah tanah. Umumnya, biaya yang dibutuhkan adalah 2,5 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Misalnya, kamu menerima hibah tanah seluas 200 meter. Asumsikan bila besaran NJOP yang disyaratkan adalah Rp1 juta. Maka, biaya pengurusan akta hibah yang harus disiapkan adalah Rp5 juta.

Hanya saja, biaya tersebut belum termasuk jasa notaris dan atau PPAT, biaya administrasi dan penomoran. 

 

Itulah pembahasan mengenai akta hibah tanah. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Temukan berbagai rekomendasi hunian di laman di laman 99.co Indonesia. Ada banyak pilihannya seperti Landmark Residence, SQ Residence, hingga Orchard Park Batam

Baca juga:

Contoh Surat Hibah Rumah dan Cara Membuatnya

Author

Septian Nugraha