Melihat 9 Bangunan Tua di Tangerang yang Sarat Akan Cerita Sejarah

3 Feb 2020 - Yuhan Al Khairi

Melihat 9 Bangunan Tua di Tangerang yang Sarat Akan Cerita Sejarah

Selama ini kita mengenal Tangerang sebagai salah satu wilayah penyanggah ibu kota. Namun, tak banyak yang mengetahui jika bangunan tua di Tangerang juga memiliki cerita sejarah yang menarik untuk dibahas.

Ya, kota kecil yang bulan depan (28/2/2020) berusia 27 tahun ini bukan cuma kota satelit biasa, bagi para penikmat sejarah Kota Tangerang merupakan lokasi terbaik untuk belajar soal perkembangan Indonesia.

Pasalnya, kota ini memiliki banyak sekali bangunan kuno yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Bahkan, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) menetapkan, setidaknya ada sembilan bangunan tua di Tangerang yang termasuk ke dalam cagar budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Oleh sebab itu, untuk kamu yang bosan dengan tempat liburan mainstream di Tangerang, agaknya tidak salah jika kamu menghabiskan waktu dengan berwisata sejarah ke tempat-tempat historikal di sana.

Agar tidak bingung, berikut sembilan bangunan tua di Tangerang yang telah disahkan oleh BP3S sebagai cagar budaya, yang wajib untuk kamu kunjungi.

  1. Masjid Kali Pasir


Tahukah kamu nama bangunan masjid pertama yang dibangun di Kota Tangerang? Benar, masjid tersebut adalah Masjid Kali Pasir. Bangunan ini merupakan masjid tertua yang ada di wilayah Tangerang.

Saking tuanya, banyak yang berpendapat jika masjid tersebut sudah ada mulai dari masa Kerajaan Padjadjaran. Menariknya lagi, bangunan tua di Tangerang ini memiliki desain arsitektur yang unik.

Konsep bangunan tersebut mencampurkan dua budaya sekaligus, yakni Islam dan Tionghoa. Hal ini dilambangkan sebagai bentuk kerukunan beragama pada masa tersebut.

  1. Klenteng Boen Tek Bio


Bukan hanya masjid, bangunan tua di Tangerang selanjutnya adalah Klenteng Boen Tek Bio. Tempat beribadah warga Tionghoa ini diketahui sebagai klenteng tertua di Tangerang, lho.

Mulanya, bangunan ini hanya berbentuk seperti rumah biasa. Namun, pada tahun 1844 dilakukan renovasi besar-besaran hingga mendatangkan ahli khusus, ornamen, dan dekorasi langsung dari Tiongkok.

Renovasinya saja dilakukan pada tahun 1844, lantas kapan sebenarnya bangunan ini pertama kali dibangun? Menurut ahli sejarah, klenteng ini sudah ada sejak tahun 1684. Sudah lama sekali, bukan?

  1. Klenteng Boen San Bio


Sedikit lebih mudah dari klenteng sebelumnya, Klenteng Boen San Bio dibangun pada tahun 1689. Meski bukan menjadi yang tertua, namun klenteng ini tetap masuk dalam daftar cagar budaya Indonesia.

Alasannya, karena klenteng ini memegang rekor sebagai tempat hio persembahyangan terberat di Indonesia. Uniknya lagi, pada bagian depan klenteng terdapat petilasan Raden Surya Kencana.

Untuk kamu yang belum tahu, Raden Surya Kencana adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa Barat. Itu sebabnya, banyak pula warga muslim yang datang ke klenteng ini untuk melakukan ziarah.

  1. Museum Benteng Heritage


Bangunan tua di Tangerang berikutnya adalah sebuah benteng milik Udaya Halim. Dibangun pada abad ke-17, benteng ini museum ini merupakan hasil restorasi dari bangunan tua dengan arsitektur Tionghoa.

Menariknya, kamu bukan cuma bisa menikmati koleksi benda-benda bersejarah saja. Sebab, lantai 2 bangunan tersebut adalah restoran yang biasa digunakan sebagai tempat makan dan berkumpul.

  1. Bendungan Pintu Air Sepuluh


Sudah ada sejak tahun 1927, Bendungan Pintu Air Sepuluh lebih dari sebuah bangunan tua di Tangerang, bendungan ini dianggap berjasa karena mampu mengairi 400 ribu hektare sawah di kawasan tersebut.

Saking terkenalnya, bangunan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda tersebut dianggap sebagai salah satu ikon pembangunan Kota Tangerang, lho.

  1. LAPAS Anak Pria


Lembaga Pemasyarakatan atau biasa disebut sebagai LAPAS, ternyata masuk ke dalam list bangunan tua di Tangerang yang ditetapkan sebagai cagar budaya oleh BP3S.

Dibangun pada tahun 1925, bangunan ini berfungsi sebagai LAPAS anak berkapasitas 200 orang. Meski mulanya, pada tahun 1934 bangunan ini dibuat untuk mengasingkan anak Belanda yang berbuat nakal.

Barulah pada saat Indonesia merdeka tahun 1945, LAPAS anak tersebut berubah menjadi Markas Resimen IV Tangerang. Kemudian, beberapa kali berubah fungsi, hingga sekarang jadi LAPAS Anak Pria.

  1. LAPAS Anak Wanita


Bukan hanya LAPAS Anak Pria, bangunan tua di Tangerang lainnya seperti LAPAS Anak Wanita juga ditetapkan BP3S sebagai cagar budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Pada tahun 1928, bangunan ini difungsikan sebagai tempat pengasingan bagi anak-anak Indo-Belanda yang melakukan pelanggaran. Namun, pada tahun 1942 diambil alih oleh Jepang dan dialihfungsikan.

Pada masa penjajahan Jepang, tempat ini digunakan sebagai rumah tahanan untuk anak-anak dan wanita Belanda yang akan dikembalikan ke negaranya. Lalu, fungsinya terus berubah hingga seperti sekarang.

  1. LAPAS Pemuda II A


Masih seputar LAPAS, bangunan tua di Tangerang berikutnya yang menarik untuk dibahas adalah LAPAS Pemuda II A. Bangunan ini begitu penting karena menjadi saksi bisu sejarah penjajahan di Indonesia.

Selain itu, ada hal yang unik dari bangunan LAPAS Pemuda II A, gaya arsitektur bangunan tersebut dibuat menyerupai seperti kipas, yang terdiri atas enam blok yang berbeda.

  1. Stasiun Kereta Api Tangerang


Apakah kamu senang menggunakan moda transportasi Kereta Api? Tahukah kamu jika Stasiun Kereta Api Tangerang termasuk ke dalam bangunan tua di Tangerang yang menjadi cagar budaya Indonesia?

Ya, hal ini disebabkan oleh nilai historikal yang dimiliki oleh stasiun tersebut. Bayangkan saja, bangunan ini disinyalir sudah ada mulai tahun 1889 dan masih aktif digunakan sebagai stasiun sampai sekarang.

Nah, itu tadi beberapa bangunan tua di Tangerang yang sarat akan cerita sejarah yang bisa kamu kunjungi. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua.

Selamat berwisata sejarah!

Author:

Yuhan Al Khairi