Rekomendasi dan Strategi Beli Rumah Pertama sebelum Usia 30

8 min read

Siapa sih yang bilang harga rumah dewasa ini selangit, sampai-sampai ditarik kesimpulan bahwa anak muda zaman sekarang mustahil beli rumah pertama?

Hal itu memang enggak salah, tetapi enggak sepenuhnya benar, sebab masih ada lho rumah murah bahkan di kota-kota besar.

Meskipun dibanderol dengan harga murah, landed house untuk para first buyer ini cukup berkualitas serta memiliki gaya arsitektur dan desain menarik.

Ditambah lagi, sekarang tersedia program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin memudahkan kamu untuk beli rumah.

Dengan begitu, impian memiliki rumah sendiri sebelum memasuki umur 30 tahun bukan hal yang mustahil.

Bisa beli rumah sebelum kepala tiga tentu sangat memuaskan, karena usia ini sangat identik dengan kondisi finansial yang sudah stabil.

Secara enggak langsung, rumah pertama yang dibeli pun bisa merepresentasikan bahwa kamu sukses di usia muda.

Penasaran KPR yang cocok untuk anak muda? Simak artikel ini hingga akhir ya, karena Panduan 99.co Indonesia akan mengulasnya.

Strategi Beli Rumah Pertama sebelum Kepala Tiga

strategis beli rumah pertama

Di dunia maya, informasi tentang tips membeli rumah tidak pernah hilang dari radar pencarian online.

Itu artinya, masih banyak orang yang kebingungan dalam menentukan langkah yang harus dilakukan apabila ingin beli tempat tinggal.

Artikel tips beli rumah umumnya menyarankan kamu untuk memperhatikan lokasi, fasilitas internal dan sosial, serta yang pasti menyuruhmu menabung!

Baik, sederet tips tersebut memang tidak salah, tetapi jujur, itu agak membosankan, bukan?

Padahal sebelum memperhatikan lokasi, fasilitas dan menabung, hal yang perlu diketahui oleh first buyer adalah strategi belinya.

Jadi, sebelum mengulas KPR yang cocok untuk anak muda, ketahui dulu strategi beli rumah pertama sebelum kepala tiga.

Cek Harga Rumah Impian

Cek Harga Rumah Impian

Kamu fresh graduatefirst jobber, anak muda berusia ”twenty something,” atau pasangan muda yang sedang ingin beli rumah?

Kami sarankan untuk melanjutkan baca artikel hingga selesai ya, karena ada sedikit insight dan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah yang ingin dibagikan.

Meskipun kamu masih muda, merasa belum dewasa dan merasa belum saatnya beli rumah, ada baiknya sering-sering mampir ke pameran properti.

Saat berkunjung ke pameran, mungkin kamu bakal merasa bosan dan insecure, karena pengunjung lainnya adalah kalangan mapan dengan tahta dan segudang harta.

Sebaliknya, kamu belum mapan dan enggak memiliki uang sama sekali, tetapi hiraukan saja hal ini.

Pasalnya, datang ke pameran properti tidak perlu menunggu uang banyak, lagi pula kamu juga memiliki tujuan yang jelas.

Di sini tujuan kamu adalah mengecek harga rumah impian supaya tahu langkah-langkah selanjutnya yang harus dipikirkan.

Atau, kalau kamu orang yang mager alias malas gerak, manfaatkan saja situs jual beli rumah seperti 99.co Indonesia untuk melakukan ini.

Kami memiliki banyak informasi tentang rumah dijual di seluruh Indonesia, serta kisaran harganya.

Situs jual beli rumah ini akan sangat berguna untuk mengumpulkan referensi rumah dan/atau perumahan sebanyak mungkin.

Mulai dari informasi rumah dijual di Banda Aceh hingga info jual rumah di ujung timur Tanah Air.

Cek Cash Flow

Cek Cash Flow

Foto: Pexels.com

Setelah datang ke pameran properti, setidaknya kamu jadi memiliki pengetahuan tentang serba-serbi rumah dijual.

Kamu juga memiliki gambaran tentang hunian seperti apa yang diinginkan, apakah rumah tipe 36, tipe 42 dan lain sebagainya, serta kisaran harganya.

Dengan mengetahui kisaran harga rumah tersebut, kamu akan tahu berapa banyak dana yang harus disisihkan untuk uang muka pembelian rumah.

Tenang, kami tidak menyuruhmu untuk menabung habis-habisan hingga tidak ada bujet untuk hangout atau ngopi bersama teman dan sahabat.

Pasalnya, sekarang banyak developer memberikan syarat down payment DP KPR sekitar 5 atau 10% dari harga rumah, bahkan ada rumah dengan DP 0%.

Misalnya gaji kamu per bulan adalah Rp4 juta, lalu kamu memiliki target untuk membeli rumah di kisaran harga Rp300 juta dengan besaran uang muka 10% (Rp30 juta).

Selain bujet untuk DP, jangan lupa siapkan bujet untuk biaya lainnya di luar DP misalnya sebesar Rp20 juta.

Dengan ini, total dana total yang harus tersedia adalah Rp50 juta.

Untuk mengumpulkan dana sebanyak itu dalam jangka waktu tertentu, gunakan rumus 50% gaji untuk living cost, 20% untuk playing, dan 30% disisihkan untuk beli rumah.

Jika gaji kamu Rp4 juta, maka uang yang perlu disisihkan sekitar Rp1,2 juta, sehingga untuk mencapai Rp50 juta perlu waktu sekitar 4 tahun.

Nah, apabila sekarang usiamu 23 hingga 25 tahun, masih sangat memungkinkan memiliki rumah sebelum usia 30 tahun, kan?

Investasikan Tabungan

Investasikan Tabungan

Nah, sekarang kamu sudah tahu berapa bujet yang harus disisihkan dari gaji untuk mendapatkan rumah pertama dengan sistem kredit.

Supaya lebih mantap dalam menyisihkannya, sebaiknya gunakan sistem autodebet ke tabunganmu.

Kamu juga bisa membuat dana tersebut bertambah tanpa harus lembur atau mencari pekerjaan sampingan lho.

Caranya dengan bermain investasi, tetapi pilih investasi yang paling mudah untuk pemula alias minim risiko, misalnya reksadana atau investasi emas.

Sekarang banyak sekali financial technology (fintech) yang memungkinkanmu untuk belajar menginvestasikan dana.

Namun wajib diingat, pilih fintech legal yang terdaftar resmi di lembaga keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Jangan sampai menginvestasikan dana di fintech atau lembaga ilegal yang bakal merugikanmu.

Dengan menginvestasikan dana, nilai uang yang dikumpulkan untuk beli hunian pertama kamu pun akan meningkat setiap tahunnya.

Ingat, harga rumah tidak tetap dan pasti terjadi kenaikan setiap tahunnya, jadi sangat disarankan untuk belajar investasi.

Nilai uang yang naik berkat investasi, diharapkan bisa menutup biaya DP yang juga naik seiring dengan peningkatan harga rumah.

Itulah strategi beli rumah pertama sebelum usia 30 tahun yang sangat mungkin untuk kamu lakukan.

Ini bisa kamu praktikkan tanpa memangkas habis uang untuk jalan-jalan bersama teman atau sahabat.

Kamu juga tidak perlu lembur atau mencari pekerjaan sampingan sehingga work life balance pun tetap terjaga dengan baik.

Nah, berikut rekomendasi program KPR bunga rendah dari beberapa bank yang cocok untuk first buyer.

Baca juga:

Tips Punya Rumah Pertama dengan Sukses

Rekomendasi KPR Bunga Rendah

Rekomendasi KPR Bunga Rendah

Setelah berhasil beli rumah dengan sistem kredit, hal selanjutnya yang harus kamu pikirkan adalah cicilan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seluk-beluk KPR dan rekomendasi KPR bunga rendah.

Nah, sekarang ini pemerintah memberikan bantuan beli rumah melalui beberapa program, salah satunya program KPR.

Program KPR merupakan kanal pemerintah untuk menyalurkan bantuan bagi pembeli rumah yang dijalankan oleh pihak bank.

Namun ada juga bank swasta yang menawarkan KPR dengan bunga yang tidak begitu tinggi, berikut ulasannya.

KPR Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank Tabungan Negara (BTN) memang terkenal banget sebagai lembaga perbankan yang jago dalam pembiayaan kredit rumah.

Melalui program KPR BTN Subsidi, bank yang satu ini menyalurkan bantuan untuk pembelian rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Program ini dikhususkan untuk kamu yang masih memiliki penghasilan rendah atau disebut juga MBR.

Suku bunga KPR BTN dalam program ini terbilang rendah, sehingga membayar cicilannya pun akan terasa ringan.

Hal yang harus kamu ketahui tentang program KPR ini, yaitu DP ringan mulai dari 1%, suku bunga KPR 5% tetap, subsidi DP rumah sebesar Rp4 juta.

KPR Bank Negara Indonesia (BNI)

Bantuan beli rumah dari pemerintah yang disalurkan via Bank BNI dapat kamu peroleh dari program KPR BNI Griya.

Tidak kalah ringan dari suku bunga KPR BTN Subsidi, pada BNI Griya ditetapkan suku bunga sebesar 6 hingga 7%.

Suku bunga tersebut berlaku untuk 2 tahun pertama, lalu suku bunga fixed rate 7,75% untuk periode satu tahun berikutnya.

Selain itu, tenor alias masa cicilan maksimal yang ditetapkan pun cukup panjang, yaitu hingga 25 tahun.

Kamu bisa mengajukan program KPR BNI Griya ini apabila usiamu menginjak 21 tahun, bagaimana sudah bisa?

KPR Bank Mandiri

KPR Bank Mandiri

Selanjutnya, bantuan pemerintah untuk first buyer rumah yang berpenghasilan rendah disalurkan melalui program KPR dari Bank Mandiri.

KPR Bank Mandiri ini menawarkan program kredit rumah dengan bunga rendah mulai dari 7,5% fixed rate selama 3 tahun.

Namun, tenor maksimal yang ditetapkan tidak sepanjang program KPR dari BTN dan BNI, yaitu hanya 20 tahun saja.

Hal menariknya, bank milik pemerintah ini menggaet lebih dari 900 proyek perumahan dari developer di seluruh Indonesia.

Sama seperti BNI, apabila ingin mengajukan KPR ini usia minimal kamu adalah 21 tahun.

KPR Standard Chartered Bank

Dari bank pemerintah kita beralih ke bank swasta, dan yang pertama adalah Standard Chartered, si bank asal Inggris.

Standard Chartered menawarkan program KPR bunga rendah mulai dari 6,75% fixed rate pada tahun pertama, 7,5% fixed rate pada tahun kedua.

Lalu, pada tahun ketiga suku bunga fixed ratenya sedikit meningkat menjadi 7,75% dan 8% pada tahun kelima.

Jika masa suku bunga fixed rate sudah habis, maka akan berlaku suku bunga floating rate.

Program KPR berbunga rendah dari Standard Chartered ini merupakan bagian dari program bank bernama Home Suite.

KPR Bank Central Asia

Selanjutnya adalah KPR bunga rendah dari Bank Central Asia alias BCA yang merupakan bank terbesar di Indonesia.

Bank dengan banyak pengguna ini, menawarkan program KPR dengan bunga fixed rate mulai dari 1 hingga 5 tahun pertama.

Nah, untuk tahun pertama, suku bunga yang dikenakan kepada pemohon kredit adalah 8,75%.

Jika ingin pengeluaran lebih minim, maka kamu bisa memanfaatkan promo program KPR yang diselenggarakan oleh masing-masing bank.

Jadi sebelum beli rumah, jangan lupa cek terlebih dahulu setiap promo KPR yang ada, ya.

Kunjungi 99.co Indonesia dan dapatkan penawaran menarik untuk pembelian rumah pertama.

Tersedia beberapa pilihan rumah yang direkomendasikan, di antaranya:

Selamat membeli rumah pertama!

Baca juga:

Cari Pilihan Rumah Murah di Jakarta? Mari Kita Cek Harga Tanahnya!

Reader Interactions

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *