Pengertian, Proses hingga Berkas yang Diterima setelah Akad Kredit Rumah

2 Mar 2021 - Ferry Fadhlurrahman

Pengertian, Proses hingga Berkas yang Diterima setelah Akad Kredit Rumah

Foto: Unsplash

Proses akad kredit adalah salah satu tahapan penting dalam proses membeli rumah via KPR. 

Proses ini dilakukan untuk mengikat kesepakatan antara pembeli rumah menggunakan kredit dari pihak bank.

Namun tentunya masih ada tahap setelah akad kredit rumah yang perlu diketahui, termasuk beberapa berkas yang diterima setelah akad kredit rumah. 

Berkas-berkas tersebut sangat penting dan harus dipastikan kelengkapannya, sebagai bukti kepemilikan rumah dan legalitas dari pembelian rumah itu sendiri.

Tapi untuk detailnya, kita tidak hanya akan membahas tentang berkas yang diterima setelah akad kredit rumah, tetapi akan dijelaskan secara rinci tentang apa itu kredit rumah dan bagaimana proses dari kredit rumah itu sendiri. 

Apa Itu Akad Kredit Rumah

berkas yang diterima setelah akad kredit rumah

Akad kredit rumah adalah suatu bagian dari rangkaian proses kredit kepemilikan rumah secara keseluruhan. 

Dalam akad kredit ada penjelasan pihak bank kepada calon debitur (pembeli rumah) agar dokumen perjanjian yang akan ditandatangani benar-benar dimengerti dan dapat disetujui kedua belah pihak.

Saat akad kredit ini dilakukan, tak hanya bank tapi ada hal-hal yang harus dijelaskan debitur. 

Agar mudah dipahami, ini lah hal-hal yang perlu diperjelas dan dipahami kedua pihak:

Hal-hal yang wajib dijelaskan oleh bank saat akad kredit rumah:

  • Jangka waktu kredit.
  • Besarnya angsuran setiap bulan.
  • Sistem bunga yang digunakan oleh bank. Selain itu juga dijelaskan berapa besarnya bunga setiap tahun.
  • Hal-hal yang akan dilakukan oleh pihak Bank ketika debitur menunggak membayar angsuran. Misalnya rumah akan dilelang, hasil penjualan digunakan untuk melunasi hutang dan apabila masih ada kelebihan maka diberikan ke debitur.
  • Bagaimana cara mempercepat pelunasan KPR dan berapa denda percepatan yang diberikan.
  • Cara melihat saldo KPR lewat ATM.
  • Jika debitur mendapat fasilitas subsidi pemerintah maka bisa dijelaskan bagaimana prosesnya.
  • Selain itu tentu banyak hal-hal lain yang diberitahukan oleh pihak Bank sesuai kebutuhan dan kebijakan masing-masing perbankan.

Hal-hal yang disampaikan debitur saat akad kredit rumah:

  • Memilih jangka waktu pembayaran berapa tahun.
  • Dengan memilih jangka waktu maka secara otomatis mendapat informasi besarnya angsuran KPR per bulan.
  • Jumlah pendapatan perbulan.
  • Jumlah pengeluaran per bulan.
  • Data informasi pemohon dan pasangan.
  • Membaca dan menandatangani dokumen perjanjian akad kredit KPR rumah

Proses Akad Kredit Rumah

berkas yang diterima setelah akad kredit rumah

Pelaksanaan akad kredit sendiri diawali setelah konsumen mendapatkan surat pemberitahuan persetujuan kredit dari pihak perbankan. 

Jadi setelah pihak bank menganalisis keuangan Anda, rumah yang dipilih, dan disetujui, barulah pihak bank memanggil debitur untuk melakukan akad. 

Seperti disebutkan di atas, dalam surat yang diberikan, pihak perbankan akan mencantumkan informasi jumlah plafon KPR, besaran angsuran per bulan dan tenor atau lamanya masa angsuran. 

Dijabarkan pula biaya-biaya yang harus dibayar oleh konsumen, seperti biaya provisi, administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, serta nilai uang satu kali angsuran yang diblokir pihak perbankan.

Setelah surat pemberitahuan diterima calon konsumen, biasanya pihak perbankan melakukan komunikasi untuk menentukan hari, tanggal, dan tempat dilaksanakannya proses akad kredit. 

Setelah terjadi kesepakatan perihal tersebut di atas, maka pelaksanaan akad kredit sudah bisa dilakukan.

Dalam pelaksanaan akad juga selalu melibatkan notaris. Pihak notaris bertugas sebagai pihak yang melegitimasi transaksi ini. 

Notaris juga memberitahukan pula tentang biaya-biaya yang harus dibayar meliputi biaya notaris selaku pembuat akta jual beli, balik nama sertifikat dari penjual kepada konsumen.

Termasuk juga pajak-pajak, seperti pajak penghasilan (PPh) untuk pihak penjual dan biaya BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) sebagai biaya pajak pembeli.

Setelah semua jelas, barulah akad dilakukan dan secara resmi pihak debitur membeli rumah dengan KPR. 

Berkas yang Diterima Setelah Akad Kredit Rumah

berkas yang diterima setelah akad kredit rumahSetelah mengetahui tentang proses dan juga apa saja yang harus dijelaskan antara pihak bank dan pembeli rumah, berikutnya harus tahu pula beberapa berkas yang diterima setelah akad kredit rumah.

Total ada 7 dokumen yang akan diberikan kepada Anda sebagai pembeli. Beberapa dokumen akan diberikan secara langsung setelah akad, dan ada juga yang menunggu beberapa bulan karena harus diproses dulu oleh notaris. 

Dokumen yang diterima setelah akad : 

  • Surat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)  asli, 
  • Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) asli, 
  • Surat Izin Mendirikan Bangunan (copy), 
  • Kuitansi dari notaris (asli).

Dokumen yang diterima setelah 6 bulan:

  • AJB (Akta Jual Beli) 
  • Fotocopy SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) dari notaris

 

Itulah penjelasan singkat tentang pengertian, proses hingga berkas yang diterima setelah akad kredit rumah. 

Jika Anda sedang mencari rumah impian, temukan pilihannya hanya di 99.co Indonesia, dimana banyak project pilihan dari para pengembang terpercaya. 

Semoga informasi ini membantu!

Author:

Ferry Fadhlurrahman