Agar Untung, Ikuti Tips dan Cara Memulai Bisnis Villa Bali Ini

16 Feb 2021 - Rachmi Arin Timomor

Agar Untung, Ikuti Tips dan Cara Memulai Bisnis Villa Bali Ini

Bali merupakan kawasan wisata terbesar di Asia Tenggara yang banyak menawarkan objek menarik.

Tak hanya keindahan alam, Bali juga menawarkan berbagai warisan budaya yang masih terjaga.

Bali atau yang biasa disebut dengan Pulau Dewata ini pun banyak menawarkan properti dijual yang memberikan kesempatan bagi yang ingin mengembangkan bisnis, salah satunya bisnis penginapan.

Permintaan penyewaan villa di Bali pun memiliki jumlah yang sangat tinggi bahkan pertumbuhannya hanya dalam jangka waktu satu tahun.

Oleh sebab itu, banyak masyarakat lokal maupun luar Bali yang gencar melakukan bisnis villa. 

Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis villa Bali, berikut ini adalah sekilas penjelasan singkat yang bisa menjadi gambaran Anda. Simak selengkapnya!

Cara Memulai Bisnis Sewa Villa Bali 

bisnis villa di bali

Foto: alevavilla

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat hendak memulai bisnis villa Bali. 

Yang menjadi fokus adalah, banyak pengusaha bahkan wisatawan yang menanamkan modal di Bali dengan membangun akomodasi berupa hostel, hotel dan rumah tamu.

Tentunya saat Anda mulai terjun melakukan bisnis villa Bali, akan ada banyak kompetitor. Sehingga, memerlukan perencanaan yang matang.

Hal pertama yang harus dilakukan saat hendak memulai bisnis villa Bali adalah memperoleh izin dan lisensi mendirikan bangunan. 

Selain itu, jika Anda ingin membeli rumah di Bali yang kemudian disewakan, perlu melakukan survei dan perbandingan harga sewa villa di Bali.

Untuk informasi kisaran harga villa di Bali, simak informasi di bawah ini!

Harga Villa di Bali

bisnis villa di bali

Jika Anda ingin membeli properti seperti villa atau rumah tamu di Bali, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan survei harga.

Setelah itu, pastikan Anda mengamankan aset tersebut dengan melakukan pengecekan beberapa dokumen seperti Hak Guna Bangunan (HGB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta hal-hal legal lainnya.

Berikut ini adalah kisaran harga villa di Bali yang bisa menjadi gambaran Anda, dilansir dari situs properti 99.co Indonesia.

Di kawasan Pecatu, Badung untuk kisaran vila dengan luas bangunan 64 m² luas tanah 48 m² dijual mulai dari Rp1,2 miliar. 

Lalu di kawasan Berawa Canggu, untuk 3 kamar tidur dengan luas bangunan 200 m² dan luas tanah 168 m², ditawarkan mulai dari Rp6 miliar.

Jika Anda mencari luas tanah berkisar 1000 m² di Bali, untuk 4 kamar tidur dan 4 kamar mandi, kawasan Gianyar mematok harga mulai dari Rp8 miliar.

Adapun di kawasan Jimbaran sebuah vila di Bali dengan fasilitas kolam renang, 2 kamar tidur berukuran 240 m² menawarkan harga mulai dari Rp3,7 miliar.

Untuk harga yang lebih murah, terdapat vila di Uluwatu dengan luas 100 m² untuk 2 kamar tidur yang dijual mulai dari Rp3 miliar.

Berbagai penawaran tersebut tentunya tergantung dengan akses, fasilitas hingga jarak tempuh lokasi penginapan ke area wisata.

Izin Usaha Penginapan

bisnis villa di bali

Saat hendak melakukan usaha penginapan di Bali, ada hal yang harus diperhatikan terkait persyaratan penyewaan villa.

Pada umumnya, ukuran lahan minimum untuk membangun villa di Bali adalah 1000 m². Namun untuk membangun sebuah ruangan atau bangunan tidak terpatok dengan luas bangunan.

Melansir dari Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali, bangunan di Bali tidak boleh lebih tinggi dari 15 meter.

Adapun beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk persyaratan dan mekanisme pelayanan izin usaha penginapan yang dikenal sebagai Izin Melati.

Dokumen tersebut ditujukan kepada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan melampirkan:

  • Surat Keterangan Diri dari Pemohon
  • Salinan Akta Pendirian Perusahaan
  • Surat Izin Tempat Usaha
  • Surat Rekomendasi dari Instansi (IMB, Usaha Pariwisata)
  • Hasil Pengecekan Hygiene dan Sanitasi
  • Uraian Singkat Perusahaan & Struktur Organisasi
  • Denah / Peta Lokasi

Keuntungan Bisnis Villa Bali

bisnis villa di bali

Memulai bisnis villa Bali, Anda dijamin mendapatkan keuntungan yang tidak pernah mati. 

Hal tersebut dikarenakan perkembangan jumlah wisatawan di Bali selalu meningkat di setiap tahunnya.

Bersamaan dengan itu, bisnis perkembangan vila di Bali pun semakin banyak diminati. 

Adapun beberapa keuntungan yang bisa menjadi sorotan untuk Anda, seperti berikut.

Jumlah turis terus meningkat

Dilansir dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah wisatawan mancanegara per bulan pada tahun 2020 adalah 528 ribu wisatawan. 

Level tertinggi wisatawan asing yang mengunjungi Bali ada pada tahun 2018 yang mencapai 6,5 juta wisatawan, seperti dilansir Tourism Board.

Jumlah turis di Bali selalu meningkat sehingga permintaan akan rumah singgah, hotel dan villa terus meningkat tajam di pulau dewata.

Baca juga:

7 Wisata Tanah Lot Bali yang Tidak Boleh Dilewatkan

Villa di Bali dapat menjadi investasi

bisnis villa di bali

Perputaran bisnis properti di Bali semakin melesat di setiap tahunnya, terutama jika berada di lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan seperti Kuta, Sanur, Seminyak dan Ubud.

Bisnis pariwisata di Bali pun selalu maju dan menjanjikan. Sehingga, saat memiliki villa di Bali yang dijadikan usaha penginapan dan sewa, dapat menjadi sarana investasi dengan keuntungan yang berlipat.

Villa di Bali dapat dijadikan agunan

Investasi properti selain menjadi proteksi terhadap inflasi juga dapat dijadikan agunan yang ideal. Apalagi jika properti yang dimiliki berlokasi di Bali yang merupakan kawasan wisata nomor satu di Indonesia.

Dengan memulai bisnis villa Bali, villa yang Anda punya dapat dijadikan agunan atau jaminan yang menjanjikan dan paling solid.

Itulah informasi bisnis villa Bali yang bisa dijadikan referensi untuk Anda. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Author:

Rachmi Arin Timomor