Bukan HOAX, Rumah Dibawah 100 Juta Masih Banyak!

9 Jul 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Bukan HOAX, Rumah Dibawah 100 Juta Masih Banyak!

(Rumah Subsidi via Warta Ekonomi)

Banyak orang bertanya-tanya, apakah masih mungkin di zaman sekarang ini mendapat rumah dibawah 100 juta? Memang, rumah sebagai kebutuhan primer pastinya merupakan kebutuhan setiap orang. 

Apalagi untuk orang yang sudah berkeluarga, pasti terdapat keinginan agar keluarganya dapat hidup dalam rumah yang nyaman dan aman. Namun, kendala yang dihadapi salah satunya adalah harga rumah yang terus melambung tinggi.

Jika menunggu dana terkumpul, akan membutuhkan waktu yang sangat lama sampai tabungan kita mencapai harga rumah yang diinginkan. Belum lagi, dengan rentang waktu yang sedemikian lama, pasti harga rumah yang diinginkan sudah jauh meningkat.

Lalu, bagaimanakah agar masyarakat dengan penghasilan yang tak terlalu tinggi dapat mempunyai rumah sehat? Apakah masih mungkin mendapatkan rumah dibawah 100 juta sekarang ini? Jawabannya, tentu saja bisa!

Membeli Rumah Dibawah 100 Juta Lewat KPR

Dengan adanya rumah dibawah 100 juta, mungkin sebagian orang yang lebih beruntung dapat membelinya secara cash atau kontan. Namun untuk sebagian lagi, jalur kredit rumah masih jadi solusi paling masuk akal.

Berdasarkan kredit rumah sendiri, jenis KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dapat dibedakan menjadi dua, yakni KPR bersubsidi dan KPR non subsidi.

KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi

KPR bersubsidi adalah sebuah kredit kepemilikan rumah yang sasarannya adalah masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Jadi, tidak heran jika diadakan rumah dibawah 100 juta.

Kredit ini ada untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi mereka yang belum memiliki rumah ataupun perbaikan rumah bagi mereka yang telah memiliki rumah namun tidak layak huni. 

KPR subsidi sendiri dibedakan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah subsidi untuk mengurangi kredit, dimana pemerintah akan membantu pemohon untuk membayar jumlah angsuran yang seharusnya anda bayar.

Yang kedua, pemerintah akan membantu dana pembangunan ataupun perbaikan rumah pemohon sehingga tidak perlu menanggung keseluruhan biaya perbaikan.

Karena KPR subsidi menarget masyarakat dengan penghasilan rendah, tentu tidak semua kalangan mempunyai akses pada fasilitas yang menggiurkan ini. 

Terdapat aturan yang harus diikuti para pemohon, meski aturan KPR subsidi 2019 saat ini sudah jauh lebih longgar ketimbang aturan yang berlaku sebelumnya.

Sedangkan untuk KPR non subsidi, program kredit ini diperuntukan seluruh lapisan masyarakat. Apabila sebagian besar ketentuan dalam KPR subsidi ditentukan oleh pemerintah, berbeda untuk KPR non subsidi ini.

Ketentuan yang berlaku untuk KPR non subsidi ditetapkan oleh bank, termasuk penentuan besarnya kredit dan suku bunga yang dilakukan sesuai dengan kebijakan bank tersebut.

Rumah Subsidi vs Rumah Non Subsidi

  1. Harga Jual

Perbedaan pertama dan mungkin yang paling mencolok dari rumah subsidi dengan non subsidi adalah harga jual rumah tersebut. Tentu saja rumah non subsidi akan memiliki harga yang lebih tinggi dengan suku bunganya.

Sedangkan untuk rumah subsidi, harga rumah dibawah 100 juta bisa didapatkan. Sebagian bunga kredit akan dijamin oleh pemerintah. Dengan demikian, angsuran menjadi flat selama masa kredit berlangsung.

  1. Fasilitas Rumah

Singkatnya, ada harga, ada kualitas. Meski pemerintah mengupayakan rumah subsidi sebaik mungkin untuk masyarakat berpenghasilan rendah, namun tidak dapat dipungkiri bahwa rumah non subsidi memiliki fasilitas yang lebih baik.

Karena harga dan suku bunga yang lebih tinggi, fisik bangunan rumah non subsidi pun kebanyakan lebih besar dan unit ruangan di rumah (biasanya) sudah mencakup dapur.

Sedangkan untuk rumah subsidi, anda akan mendapatkan rumah dengan unit ruangan kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu. Sehingga, apabila anda ingin membangun sebuah dapur, anda harus mengeluarkan dana ekstra. Hal yang sama juga berlaku untuk kanopi teras.

  1. Spesifikasi

Untuk rumah non subsidi, spesifikasi rumah pastilah jauh berada di atas standar perumahan bersubsidi. Untuk jenis spesifikasinya, setiap pengembang perumahan pasti menawarkan jenis yang berbeda-beda sesuai dengan harga dari perumahan itu sendiri. 

Sedangkan untuk rumah subsidi, spesifikasi rumah haruslah mengikuti standar dari pemerintah untuk dapat masuk dalam kategori rumah layak huni.

Beberapa standar tersebut yakni pondasi batako, rangka atap kayu, plafon, lantai semen, kloset jongkok, carport tanah, daun pintu double triplek, kusen pintu dan jendela kayu, juga cat yang hanya di bagian depan rumah. 

Ketentuan tersebut adalah standar minimal pemerintah dan setiap pengembang perumahan subsidi biasanya memberi peningkatan spesifikasi rumah di bagian yang berbeda-beda.

  1. Jalan Perumahan

Jalanan di perumahan non subsidi umumnya berupa cor, aspal, atau konblok. Sedangkan jalan perumahan subsidi pada umumnya adalah pengerasan atau jalan tanah.

  1. Tipe Bangunan

Untuk rumah non subsidi, minimal adalah tipe 36. Sedangkan, rumah subsidi maksimal adalah tipe 36, meski untuk beberapa kasus dapat dimaksimalkan menjadi tipe 72.

  1. Lokasi

Untuk rumah non subsidi, seringkali terletak di lokasi-lokasi yang strategis, mudah dijangkau, dan tidak sejauh perumahan bersubsidi. Perumahan bersubsidi hampir tidak mungkin berlokasi di tengah kota. 

Pada umumnya, rumah subsidi terletak di pinggiran kota (kawasan industri) atau di daerah yang belum atau sedang berkembang di mana harga tanah di daerah tersebut masih murah.

  1. Renovasi dan Harga Jual Kembali

Bagi anda yang memiliki rumah non subsidi, biasanya boleh melakukan renovasi sesuka hati dan harga jual nya akan lebih bervariasi. Sedangkan, untuk rumah bersubsidi, biasanya tidak diperbolehkan untuk melakukan renovasi bangunan selama 2 tahun pertama. 

Karena, apabila rumah tersebut akan dijual namun kredit belum lunas atau ingin over kredit rumah KPR, maka, harga jual harus mengikuti harga rumah bersubsidi lainnya yang sedang berlaku di daerah tersebut.

List Perumahan Dibawah 100 Juta

Dengan harga rumah di Jakarta yang semakin tinggi, tren hunian mulai bergeser ke kota-kota tetangganya. Seperti di Bandung, Bekasi, Depok, dan lain-lain, anda tak perlu kesulitan lagi mencari rumah dibawah 100 juta. Berikut adalah daftar perumahan dibawah 100 juta di sekitar Jakarta yang bisa anda temui dengan mudah.

Perumahan Dibawah 100 Juta Bandung

  • Graha Rancaemas Residence

  • Permata Sompok Asri

  • Sadang Sari Asri

  • Taman Tanjung Asri

  • Grand Cibadak Asri

  • Lembah Mekar

Perumahan Dibawah 100 Juta Depok

  • The Green Pasir Putih

  • Sawangan Permai

  • Villa Bungur

  • Garuda Residence

Perumahan Dibawah 100 Juta Bogor

  • Savana Alam Serpong

  • Kelapa Nunggal Cileungsi

  • Cluster Tsurayya

  • Cikeas Residence

Perumahan Dibawah 100 Juta Bekasi

  • Taman Puri Cendana

  • Anastra Village

  • Muktiwari Residence

  • Taman Firdaus Residence

  • Pesona Mutiara Tambun

Itulah penjelasan bagaimana bisa ada rumah dibawah 100 juta serta macam-macam cara membelinya. Baik KPR subsidi maupun KPR non subsidi, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Semoga list perumahan dibawah 100 juta yang sudah dicantumkan di atas dapat memudahkan anda mencari rumah murah, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu