Cara Budidaya Ikan Lele Di Rumah (Mudah, Bersih, Untung!)

30 Apr 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Cara Budidaya Ikan Lele Di Rumah (Mudah, Bersih, Untung!)

foto: Pixabay

Budidaya ikan lele adalah hal menggiurkan mengingat potensi pasar ikan lele yang besar di Indonesia. 

Ikan lele adalah salah satu ikan populer yang kerap dijadikan lauk nasi oleh berbagai kalangan, dari kelas bawah, menengah, sampai atas pun menikmati ikan ini.

Rasanya yang lezat dengan daging lembut membuat ikan lele banyak disukai. Belum lagi, rasanya yang gurih membuat siapapun yang melahapnya pasti ingin makan lagi dan lagi. 

Tak pelak, ikan yang satu ini banyak diolah ke dalam berbagai macam hidangan nusantara. Dari pecel lele, lele penyet, lele kremes, hingga lele saus. 

Sehingga tak heran pula jika permintaan akan ikan lele ini tak pernah surut setiap tahunnya, dan menjadikan budidaya ikan lele bisnis menarik. 

Untuk menjawab permintaan pasar, banyak orang yang tertarik untuk mencobanya.

Nah, dengan potensi pasar yang cukup besar, tentu bukan ide yang buruk jika Anda juga mencoba budidaya ikan lele. 

Tak perlu khawatir kalah saing dengan pelaku budidaya ikan lele lainnya, karena permintaan pasar sangat besar.

Anda bisa memulai budidaya ikan lele di rumah dengan menggunakan kolam tembok, lho

Pada umumnya, ternak ikan lele dilakukan dalam kolam beton, walaupun banyak juga yang menerapkannya pada kolam terpal.

Manfaat budidaya ikan lele dalam kolam tembok adalah memiliki dinding yang lebih kokoh sehingga lebih terjamin keamanannya.

Caranya? Simak artikel ini hingga selesai, ya!

Pembuatan Kolam Tembok untuk Budidaya Ikan Lele di Rumah

Untuk memulai budidaya ikan lele, pastikan Anda memiliki area seperti halaman belakang rumah yang cukup luas. 

Meski demikian, hal menarik dari budidaya ikan lele di sini adalah ikan lele bisa tumbuh di jenis kolam apapun dengan luas kolam berapapun.

Anda bisa membangun kolam tembok atau kolam beton dengan volume berapapun, tergantung luas lahan yang dimiliki.

Ikan lele dapat hidup pada tingkat kepadatan tinggi, sehingga ini akan memudahkan Anda dalam budidaya ikan lele. 

Memang tidak perlu tempat yang sangat luas, namun, semakin luas semakin baik.

Bangun kolam ikan lele dengan ketinggian 1,5 meter. Hal ini dikarenakan ikan lele sering kali meloncat-loncat. 

Jadi, jika kolamnya terlalu rendah, dikhawatirkan ikan lele akan mudah meloncat keluar dan lepas.

Untuk bagian dasar kolam, buat agar permukaan dasarnya melandai dengan kemiringan 5 derajat. 

Manfaat kolam tembok dalam hal ini adalah untuk memudahkan Anda saat akan mengurasnya.

Dengan kemiringan ini, diharapkan sisa kotoran dan makanan akan ikut terbuang ke arah pembuangan air, sehingga memudahkan Anda ketika mengganti airnya.

Kemudian, pasang pipa di kedua sisi untuk mengalirkan air dan sebagai saluran pembuangan. 

Untuk pipa pembuangannya, sebaiknya pasang serendah mungkin dan sesuaikan dengan kelandaian dasar kolam, agar semua endapan kotoran bisa dikeluarkan.

Setelah kolam tembok berhasil dibuat, Anda jangan buru-buru mulai budidaya ikan lele. 

Karena kolamnya masih baru, senyawa kimia pada kolam masih kuat sehingga berkemungkinan meracuni ikan lele. 

Setidaknya, tunggu kurang lebih 1 bulan hingga kolam benar-benar kering.

Persiapan Pembibitan Budidaya Ikan Lele di Rumah

budidaya ikan lele di rumah

foto: Google Images

Dalam budidaya ikan lele, Anda perlu memilih bibit ikan lele yang baik untuk mendapat hasil yang baik pula.

Berbeda dengan budidaya ikan gabus yang mengharuskan Anda melakukan pemijahan sendiri, budidaya ikan lele di kolam tembok ini, sebaliknya. Anda bisa langsung membeli bibitnya dari luar.

Tapi, tentu saja Anda harus memperhatikan bibit ikan lele yang hendak dibeli. Apa saja kah itu?

Yang pertama, Anda perlu perhatikan ciri fisik ikan lele. Pada umumnya, bibit ikan lele memiliki warna tubuh hitam kemerahan, walaupun ada yang beberapa berwarna kecokelatan.

Jika Anda membeli bibit ikan lele, pilih yang memiliki warna mulus karena ada beberapa bibit ikan lele yang kulitnya mengalami lecet. 

Bibit yang seperti ini berisiko mati lebih cepat sehingga tidak disarankan untuk budidaya ikan lele.

Selanjutnya, Anda perlu perhatikan gerak-gerik ikan lele. 

Untuk memilih bibit ikan lele yang unggul, sebaiknya amati terlebih dahulu bagaimana gerakan ikan lele ketika berenang di air, karena tak semua bibit ikan lele memiliki tingkat kelincahan yang sama.

Pilihlah bibit ikan lele yang memiliki gerakan lincah. Lele yang aktif bergerak adalah pilihan tepat untuk dijadikan sebagian bibit budidaya ikan lele. 

Jangan pilih ikan lele yang gerakannya cenderung pelan dan kurang responsif. Karena bisa jadi lele tersebut kurang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang relatif lemah. 

Selain itu, baik tidaknya bibit ikan lele juga bisa Anda lihat dari sikap ikan tersebut terhadap arus air.

Jika ikan lele hanya bergerak mengikuti arus air, maka sebaiknya Anda pilih yang lain. Bibit ikan lele yang baik adalah yang bisa berenang melawan arus. 

Ini menunjukkan lele tersebut memiliki tenaga dan daya tahan yang kuat, cocok digunakan sebagai bibit budidaya ikan lele.

Memulai Proses Budidaya Ikan Lele di Rumah

Setelah Anda mendapatkan bibit ikan lele yang baik, langkah budidaya ikan lele selanjutnya adalah menghitung perbandingan jumlah ikan lele dengan luas kolam.

Perbandingan ini diperlukan untuk memberikan habitat terbaik untuk ikan lele. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ikan lele mampu hidup dalam tingkat kepadatan yang tinggi.

Meskipun demikian, agak budidaya ikan lele berhasil dan ikan lele tumbuh maksimal, jangan buat kolam ikan lele terlalu padat.

Idealnya, untuk kolam seluas 1 meter persegi, jumlah maksimal ikan lele yang bisa dimasukkan adalah 100 ekor.

Jika Anda membeli lebih dari 100 bibit ikan lele, maka harus membaginya ke dalam petak-petak kolam.

Setelah kolam tembok dibiarkan kering selama satu bulan, kini saatnya untuk mengisinya dengan air. 

Untuk ketinggian air dalam budidaya ikan lele ini, sebaiknya isi hingga air setinggi 1 hingga 1,5 meter.

Jangan mengisi air terlalu penuh hingga batasnya dengan bibir kolam terlalu dekat. 

Jika Anda mengisi air hingga penuh, maka kemungkinan ketika lele loncat, ia akan keluar dari kolam. 

Oleh sebab itu, beri jarak antara permukaan air dengan bibir kolam, kira-kira setinggi 50 centimeter.

Anda disarankan untuk mengisi airnya secara bertahap. Misalnya, di hari pertama, isi hingga ketinggian 75 centimeter. Tunggu hingga seminggu sebelum mengisinya sampai ketinggian 1 meter.

Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan fitoplankton secara alami dengan bantuan sinar matahari. 

Setelah persiapan ini selesai, kini saatnya Anda menabur bibit ikan lele dan menambahkan airnya hingga mencapai ketinggian ideal.

Pemeliharaan Budidaya Ikan Lele di Rumah

Setelah selesai dengan pembibitan, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memberi pakan. 

Memberi pakannya juga tidak boleh sembarangan, namun harus disesuaikan dengan berat tubuh ikan lele.

Idealnya, ikan lele memerlukan makanan dengan porsi sebesar 3 hingga 6 persen dari berat tubuhnya. Lakukan pemberian pakan ini sebanyak 4 kali dalam sehari. 

Jika Anda melihat ikan lele ternyata masih lahap makan setelah diberi sebanyak 4 kali, Anda bisa meningkatkan frekuensinya menjadi 5 kali dalam sehari.

Selain itu, agar pertumbuhannya maksimal, pilih pakan yang banyak mengandung bahan hewani. Hal ini disebabkan karena ikan lele adalah jenis ikan karnivora.

Pemberian makan ini harus dilakukan secara teratur agar ikan lele bisa tumbuh maksimal. 

Namun, mendekati waktu-waktu panen, sebaiknya Anda mengurangi porsi makanannya hingga 3 persen dari bobot badan ikan lele.

Selain makanan, satu lagi yang perlu diperhatikan yakni kebersihan kolam itu sendiri. 

Endapan sisa makanan dan kotoran ikan lele akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Oleh sebab itu Anda juga harus mengganti airnya secara rutin.

Jika tidak, maka hal ini bisa menghambat pertumbuhan ikan lele. 

Karena endapan ini biasanya berada di bawah, maka kuras bagian bawah kolam sepertiga nya saja. Lalu, isi kembali dengan mengalirkan air bersih. Sehingga tidak akan berbau busuk.

Masa Panen Budidaya Ikan Lele di Rumah

budidaya ikan lele di rumah

foto: Pixabay

Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu dari budidaya ikan lele. 

Ketika ikan lele sudah tumbuh besar dengan berat kira-kira 9 ekor setiap kilogramnya, saat inilah budidaya ikan lele Anda siap panen.

Hal ini biasanya memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Bukan waktu yang cukup lama, bukan? 

Untuk mempercepat proses pertumbuhan ikan lele, Anda juga bisa memberikan nutrisi pakan secara teratur.

Walaupun boleh dibilang mudah, namun Anda juga harus melakukannya dengan konsisten dan memperhatikan panduan dalam budidaya ikan lele ini. Dari pada akhirnya merugi, kan?

Semoga budidaya ikan lele Anda berhasil, ya!

Baca juga:

Berniat Budidaya Cacing Tanah? Wajib Ketahui Hal-hal Berikut Ini!

 

Author:

Ananda Bayu Pangestu