Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah, Cocok Untuk Pemula!

21 Okt 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah, Cocok Untuk Pemula!

(photo: iStock)

Bisnis budidaya jamur tiram sudah bukan lagi hal yang baru dan asing di telinga. Tak heran, memang jamur jenis ini merupakan jamur yang paling diminati di dunia kuliner. 

Selain harganya yang murah, kelezatan jamur tiram tidak main-main baik untuk pelengkap masakan atau menjadi produk olahan tersendiri. Karena pasarnya yang besar, tentu bisnis jamur tiram ini menjadi menggiurkan untuk dicoba. 

Tapi, bagaimana cara budidaya jamur tiram di rumah yang bisa dicoba untuk para pemula, ya? Simak artikel ini hingga selesai untuk mengetahuinya!

8 Tahapan Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula


(photo: iStock)

Jika anda tertarik menggeluti bisnis budidaya jamur tiram ini, sebaiknya anda mencari informasi lengkap mengenai caranya. Nah, tak usah khawatir. Dalam artikel ini, akan dijelaskan langkah-langkah cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula. 

Yuk, kita mulai dari langkah pertama!

  1. Mulai cara budidaya jamur tiram dari memilih bibit yang baik

Cara budidaya jamur tiram di rumah bisa dimulai dengan mencari bibit yang baik. Jika asal-asalan dalam memilih bibit jamur tiram, bisa jadi hasil panen jamur tiram nantinya akan buruk karena miselium tidak tumbuh dengan semestinya.

Bagaimana cara mendapat bibit jamur tiram yang bagus? Anda bisa membibitkan sendiri bibit murni sehingga mendapat bibit F1 atau membelinya di tempat penyedia bibit jamur tiram yang terpercaya.

Untuk pemula, tentu saja dianjurkan untuk membeli saja bibit jamur tiram untuk budidaya. Pilihlah bibit jamur tiram dengan BER sekitar 75%. Pastikan juga bibit jamur tiram yang anda beli punya miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuhnya.

Ketika membeli bibit jamur tiram, anda juga bisa sembari berkonsultasi mengenai cara budidaya jamur tiram untuk pemula, sehingga kedepannya akan lebih mudah dan lancar.

  1. Buat baglog untuk media budidaya jamur tiram

Apa itu baglog? Baglog adalah media pertumbuhan yang paling umum digunakan dalam cara budidaya jamur tiram di rumah. Baglog terbuat dari bekatul, grajen (serbuk gergaji), dan kapur. Campuran 3 hal tersebut yang nantinya ditumbuhi oleh jamur tiram.

Nah, lalu bagaimana cara membuat baglog jamur tiram? Anda harus memperhatikan perbandingan bahan-bahannya: 100 kg grajen, 10 kg bekatul, dan 1 sampai 2 kg kalsium atau kapur. 

Aduk semua bahan ini sampai rata. Tambahkan air sekitar 60% dari berat bahan keseluruhan. Setelah diaduk rata, tutup menggunakan terpal atau plastik. 

Untuk membuat baglognya, gunakan plastik ukuran 17×30 / 20×35 / 15×30 cm, lalu isi dengan adonan tadi. Pastikan adonan yang anda masukan penuh, sehingga baglog akan jadi padat. Umumnya, baglog ukuran kecil yang sudah diisi adonan bisa mencapai berat 1,8 kg.

  1. Masa fermentasi baglog jamur tiram

Tahapan selanjutnya dari cara budidaya jamur tiram di rumah ini merupakan masa fermentasi baglog. Masa fermentasi ini merupakan proses budidaya jamur tiram yang penting karena akan berpengaruh besar pada hasil panen.

Selain itu, proses fermentasi baglog akan membunuh jamur liar lain yang bisa berpotensi mengganggu pertumbuhan jamur tiram.

Caranya, diamkan baglog yang sudah jadi selama kurang lebih 5 sampai 10 hari. Hal ini bertujuan agar proses pelapukan atau pengomposan sudah terjadi sebelum budidaya jamur tiram dimulai.

Dalam masa fermentasi ini, suhu di sekitar baglog jamur tiram akan meningkat hingga 70 derajat Celcius. Anda perlu melakukan proses perataan material tanah dengan cara membolak-balikkan material tanah tersebut di semua sisi. 

Jika baglog sudah berwarna cokelat kehitaman, ini berarti media tumbuh jamur tiram sudah siap untuk tahapan cara budidaya jamur tiram selanjutnya.

  1. Sterilkan baglog jamur tiram di rumah

Tahap selanjutnya adalah proses sterilisasi baglog jamur tiram. Dalam tahap cara budidaya jamur tiram di rumah ini, anda akan membutuhkan beberapa drum. Isi drum pertama dengan air sekitar 30 sampai 50 cm dari dasar drum. Kemudian panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap. 

Drum ini harus dalam keadaan tertutup, dengan selang yang menghubungkannya dengan drum kedua. Aliran uap masuk ke drum kedua dari bawah. Kemudian, bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ketiga.

Drum ketiga ini berisi media juga dan prosedurnya sama seperti langkah di atas. Sampai pada drum terakhir, harus pada plastik yang diikat dengan tali tambang. Jangan menggunakan besi karena berpengaruh besar pada tekanan.

Cara diatas dikenal dengan sistem sterilisasi chanel. Cara ini lebih hemat bahan bakar. Ketika suhu media sudah mencapai 60 derajat celcius, diamkan selama 6 jam dan dingin secara natural. Jika suhu sudah menunjukkan 40-45 C, buka tutup yang terakhir dan bawa media ke rak.

  1. Proses inokulasi baglog jamur tiram

Setelah baglog jamur steril, cara budidaya jamur tiram di rumah selanjutnya adalah dengan melakukan proses inokulasi. Pindahkan baglog ke tempat inokulasi dan biarkan selama 1 x 24 jam agar suhunya kembali normal.

Pastikan sirkulasi udara di tempat inokulasi baik untuk mencegah baglog tercemar bakteri atau spora pathogen.

Nah, lalu bagaimana cara isi bibit jamur tiram ke dalam baglog? Begini tahapan cara pengisian bibit jamur tiram:

  • Siapkan botol bibit F3, lalu semprot dengan alkohol. 

  • Selanjutnya, bakar mulut botol sebentar dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut.

  • Buka kapas penyumbat botol, lalu aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api.

  • Pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut, sekitar 10 gram bibit. 

  • Tutup kembali baglog tersebut dengan kapas.


  1. Masa inkubasi budidaya jamur tiram

Cara budidaya jamur tiram di rumah berikutnya adalah melalui proses inkubasi. Jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan rentang 22 – 28 derajat Celcius. Kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60 – 70%.

Masa inkubasi budidaya jamur tiram ini berlangsung selama beberapa minggu hingga miselium tumbuh. Ketika miselium sudah tumbuh, buang tutup pada jamur dan biarkan terbuka. 

Jangan lupa untuk menyemprot jamur setiap hari untuk menjaga kelembapan. Dalam satu bulan, jamur tiram ini akan mulai tumbuh besar dan siap untuk dipanen.

  1. Cara panen budidaya jamur tiram

Cara budidaya jamur tiram di rumah yang paling ditunggu tentu saja masa panen. Tak boleh sembarangan, anda juga harus paham cara panen jamur tiram yang benar. Jangan memanen jamur tiram dengan tangan, karena bisa menyebabkan luka dan terjadi pembusukan pada jamur.

Cara panen budidaya jamur tiram yang benar adalah dengan pisau tajam atau cutter yang bersih. Potong bagian pangkal batang, setelah itu, langsung letakkan dalam keranjang.

Anda juga tidak boleh membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan. Untuk pengemasan, masukkan jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan dengan gelembung cukup. Namun jangan juga terlalu banyak udara karena jamur bisa mengeluarkan gas nantinya. 

  1. Proses pemasaran jamur tiram

Tahap terakhir dalam cara budidaya jamur tiram di rumah adalah proses pemasaran. Seperti yang kita tahu, jamur tiram adalah salah satu jamur yang sangat diminati di pasaran. Jangan terbatas menjualnya ke pasar saja, anda bisa menjadi pemasok utama restoran atau bisnis kuliner lainnya. 

Jika anda berniat mengembangkan budidaya jamur tiram ini ke arah produk olahan, maka lebih menarik lagi. Nilainya akan jauh lebih tinggi karena tak hanya menjual jamur tiram mentahan, anda juga menjual produk olahan jamur tiram.

Banyak pengusaha budidaya jamur tiram yang memanfaatkan peluang ini agar omset naik. Bagaimanapun cara pemasaran jamur tiram, anda harus rajin promosi dan mencari koneksi baru untuk mengembangkan pasar.

Itu dia 8 langkah cara budidaya jamur tiram untuk pemula yang mudah. Anda tertarik untuk mencobanya?


Author:

Ananda Bayu Pangestu