Tak Ribet, Begini Cara Jual Tanah ke Bank

Tak Ribet, Begini Cara Jual Tanah ke Bank

- Martha
Tak Ribet, Begini Cara Jual Tanah ke Bank

foto:  pexels.com

Properti seperti tanah merupakan bentuk investasi yang menjanjikan karena harganya yang terus naik. 

Khususnya tanah, memiliki kelebihan berupa minim biaya perawatan, sehingga relatif lebih mudah dibanding jenis properti lain.

Tapi menjualnya juga adalah perkara yang terbilang gampang-gampang susah.  Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah melalui bank.

Sebenarnya cara jual tanah ke bank cukup mudah lho, namun informasi terkait prosedurnya sendiri masih minim dan agak sulit didapat. 

Padahal ini bisa menjadi langkah tepat jika Anda ingin promosi dan pemasaran yang lebih baik.

Berikut beberapa kelebihan jika Anda menjual tanah ke bank:

  • Tanah bisa terjual lebih cepat

Ini karena bank memiliki jaringan yang luas, bahkan bukan saja nasabah, tapi juga orang-orang di luar itu. 

Dengan begini tak heran jika promosinya pun akan sangat baik, dan ini tentu akan menguntungkan Anda sebagai penjual. 

Bahkan ada yang meyakini bahwa bank tak perlu bersusah payah memasang iklan, tanah sudah pasti akan terjual.

  • Sistem pembayaran yang menarik

Sudah jadi rahasia umum bahwa bank memiliki program kredit, misalnya KPR yakni Kredit Kepemilikan Rumah sebagai program yang paling populer.

Untuk tanah, sebenarnya ada Kredit Kepemilikan Tanah (KPT), meski belum sepopuler itu. 

Tapi bank sekali lagi, punya jaringan yang bagus untuk memperkenalkan produk ini pada masyarakat luas, sehingga juga bisa jadi daya tarik tersendiri untuk yang ingin memiliki tanah dengan cara kredit.

  • Cara jual tanah ke bank lebih aman

foto : pixabay.com

Karena bank adalah lembaga resmi dengan sistem yang sudah solid, jadi proses seperti ini akan dilakukan dengan metode yang benar dan tentunya menguntungkan kedua belah pihak.

Keamanan dalam cara jual tanah ke bank antara lain karena sertifikat tanah biasanya ditahan bank selama masa kredit berlangsung, dan legalitas tanah juga pasti sudah diperiksa validitasnya oleh bank.

Dimana jika ada tanah yang bermasalah, penjual akan diminta untuk menyelesaikan masalah ini lebih dulu dan memberitahukannya pada pada calon pembeli.

Dari sedikit gambaran di atas, mungkin Anda sudah bisa membayangkan ya, seperti apa prosedur jual tanah ke bank.

Beberapa hal yang perlu diketahui jika Anda menjual tanah ke bank

  • Bank yang mencarikan pembeli

Cara jual tanah ke bank pada dasarnya mirip dengan cara jual rumah ke bank. 

Ketika Anda mengajukan tanah ke bank, selanjutnya mereka akan mencarikan pembeli. 

Lalu mereka akan menawarkan sistem kredit untuk meringankan proses pembayaran.

Ini sekali lagi, bisa jadi salah satu daya tarik bagi calon pembeli tanah yang tidak memiliki dana cukup besar untuk membeli tanah secara tunai. 

  • Penjual bisa bantu promosi

Sistem kredit yang jadi kelebihan dari cara jual tanah ke bank bisa Anda tawarkan dan promosikan ke siapa pun.

Dan kalau Anda bertemu dengan calon pembeli lalu setuju untuk bertransaksi, selanjutnya bisa langsung mengajukan diri ke bank.

  • Penjual tetap terima harga penuh

foto: pexels.com

Ya, meski bank menjual tanah dengan sistem kredit, sebagai pemilik tanah Anda tetap akan mendapatkan harga penuh. 

Sederhananya, bank akan membayarkannya pada Anda dulu mewakili pembeli. Selanjutnya pembeli akan melunasi uang yang dibayarkan bank dengan cara kredit.  

Biasanya diawali dengan membayarkan uang muka (DP), lalu dilanjutkan dengan cicilan per bulan selama jangka waktu yang sudah ditentukan, sesuai kesepakatan antara pembeli dan bank.

  • Sertifikat akan disimpan bank 

Dalam masa pelunasan kredit oleh pembeli, peran penjual tetap dibutuhkan.

Hal ini karena seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa sertifikat tanah disimpan oleh bank hingga pembayaran (cicilan) dilunasi. 

Setelah itu, sertifikat baru bisa berpindah tangan secara sah ke pembeli. Dan proses pemindahtanganan ini, akan membutuhkan kehadiran Anda sebagai penjual.

 

Ternyata mudah sekali bukan cara jual tanah ke bank? 

Jadi apa Anda tertarik mencoba setelah tahu kelebihan dan alurnya?

Tapi sebelum itu, Anda perlu ketahui pula persiapan sebelum mulai mengajukan properti untuk dijual ke bank.

Tips pengajuan properti ke bank

  • Survei harga pasaran

Sebelum menjual, sebaiknya Anda membekali diri dengan pengetahuan mengenai harga tanah di pasaran, khususnya di lokasi dimana tanah Anda berada.

Harga tanah yang sesuai, adalah kunci keberhasilan dalam menjual. 

Jadi jangan sampai salah perhitungan karena bisa saja berujung pada kerugian. 

Apalagi survei saat ini sudah bisa dilakukan dengan mudah secara online dengan memanfaatkan situs properti seperti 99.co Indonesia.

foto: pixabay.com

Kalau sudah survei, Anda bisa memperkirakan harga yang cocok bagi tanah yang akan dijual termasuk jika nanti terjadi negosiasi, Anda akan lebih siap menghadapinya.

  • Memastikan kondisi tanah

Selain itu pastikan juga tanah yang dijual dalam kondisi prima. 

Untuk itu perlu dilakukan pengecekan mulai dari kondisi tanah, hingga lokasi dan lingkungan sekitar. 

Jika dirasa menguntungkan, tonjolkan kelebihan ini disaat Anda menjualnya.

Misal lokasi yang strategis dan mudah diakses, lingkungan yang aman dan kondusif serta yang lainnya.

  • Lengkapi dokumen atau surat tanah 

Secara umum dalam transaksi jual beli properti seperti tanah, syarat berupa kelengkapan data dari penjual dan pembeli memang harus dilengkapi. 

Misalnya sebagai penjual harus menyiapkan kartu identitas, Kartu Keluarga (KK), NPWP dan surat nikah (jika sudah menikah).

Lalu jika bicara aspek legalitas, ini tentunya juga akan dicek oleh bank, maka pastikan Anda sudah melengkapi semuanya ya.

Salah satunya berupa sertifikat hak atas tanah yang akan dijual, berupa Sertifikat Hak Milik, Sertifikat Hak Guna Bangunan, Sertifikat Hak Guna Usaha dan Akta Notaris.

Jika belum, Anda bisa mengurusnya terlebih dahulu.

foto: pixabay.com

Untuk mengurus sertifikat tanah Anda juga perlu menyiapkan persyaratan antara lain fotokopi KTP, Kartu Keluarga dan NPWP.

Lalu dilengkapi dengan bukti pembayaran PBB tahun terakhir dan surat pernyataan tanah bukan dalam sengketa.

Selanjutnya Anda bisa datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah Anda tinggal, tentunya sambil membawa berkas.

Di sana, Anda akan diminta mengisi formulir pendaftaran pembuatan sertifikat tanah.

Lalu selanjutnya Anda akan dipandu untuk melakukan pembayaran biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah.

Setelah itu petugas terkait akan datang ke lokasi properti untuk melakukan pengukuran. 

Kemudian dilanjutkan dengan penerbitan surat keputusan dari pihak-pihak yang berwenang.

Anda juga harus membayar pendaftaran SK Hak, barulah kemudian bisa mendapatkan sertifikat tanah.                  

Proses pengurusan ini memakan waktu yang bervariasi tergantung beberapa faktor, salah satunya adalah luas tanah. Dan sebagai gambaran, butuh sekitar 38 hari untuk luas tanah 2000m2.

Mungkin akan banyak proses yang akan Anda lalui, dan butuh waktu beberapa lama.

Apalagi kalau tanah yang akan dijual belum memiliki sertifikat. 

Tapi agar proses jual beli tanah sah secara hukum dan tidak menimbulkan masalah berlarut-larut, maka tak ada salahnya Anda mengikuti segala prosedur yang sudah menjadi ketentuan. 

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Ingin Jual Tanah Kavling? Ketahui Untung-Ruginya Berikut Ini

Author

Martha