Jenis dan Cara Membuat Pondasi Rumah Yang Bagus, Tahan Gempa!

31 Okt 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Jenis dan Cara Membuat Pondasi Rumah Yang Bagus, Tahan Gempa!

Bicara tentang cara membuat pondasi rumah, tidak bisa sembarangan karena pondasi adalah hal terpenting dari sebuah rumah. Sama seperti pondasi lainnya, pondasi rumah adalah dasar yang berfungsi untuk menopang semua yang dibangun di atasnya. 

Jika pondasi ini tidak kuat, maka apapun yang berdiri di atasnya akan mudah runtuh. Khususnya untuk kasus pondasi rumah ini, jika hal demikian terjadi maka taruhannya adalah nyawa dan harta benda.

Oleh karena itu, anda harus mengetahui jenis dan cara membuat pondasi rumah yang bagus dan tahan guncangan gempa. Simak artikel ini hingga selesai, ya!

Cara Membuat Pondasi Rumah Sederhana

Biasanya, cara membuat pondasi rumah sederhana adalah menggunakan jenis pondasi dangkal. Pondasi dangkal ini cocok untuk rumah sederhana satu lantai. Fungsi pondasi ini lebih fokus untuk menopang beban struktur ketika pemasangan bata. 

Pondasi dangkal yang paling bagus untuk rumah sederhana 1 lantai adalah pondasi batu kali. Pondasi ini terbuat dari batu alam dengan berbagai ukuran yang diatur penataannya. Batu ala mini kemudian diikat menggunakan adukan dengan bahan tertentu.

Pondasi rumah murah 1 lantai ini dibuat dan ditanam dengan kedalaman antara 60 hingga 80 cm saja. Tidak perlu terlalu dalam karena bebannya pun tidak seberat rumah 2 lantai atau lebih.

Jenis pondasi dalam lainnya yang biasa digunakan untuk membangun rumah 1 lantai adalah pondasi batu bata. Pondasi ini terbuat dari batu bata yang diikat dengan bahan campuran pasir, semen, dan air.

Cara Membuat Pondasi Rumah 2 Lantai Atau Lebih

Sedangkan untuk cara membuat pondasi rumah tingkat 2 lantai atau lebih, orang lebih sering menggunakan pondasi footplat. Berbeda dengan pondasi batu kali, pondasi footplat terbuat dari struktur besi bertulang dengan kedalaman sekitar 130 cm sampai 2 meter.

Namun, kebanyakan pondasi rumah 2 lantai jenis footplat ini ditanam dengan kedalaman 150 cm. Pondasi rumah jenis ini mampu menahan struktur bangunan di atasnya yang memiliki lebih dari 1 lantai.

Memang jenis pondasi rumah ini adalah pondasi yang paling cocok digunakan untuk pondasi rumah 2 lantai. Selain karena strukturnya menggunakan struktur beton bertulang, kedalaman penanaman pondasi membuat pondasi rumah sangat kokoh dan kuat. Pondasi rumah yang bagus ini menahan beban bangunannya sampai ke atap. 

Jenis pondasi dalam yang digunakan untuk pondasi rumah 2 lantai atau lebih lainnya adalah pondasi sumur atau bore pile, pondasi ini terbuat dari beton precast yang dibuat di lokasi. Caranya dengan melakukan pengeboran pada lahan sebelum memasukkan tulangnya dan ditutup lagi dengan cor.

Cara Membuat Pondasi Rumah Tahan Gempa


Pondasi adalah dasar yang menentukan kekuatan bangunan. Sehingga untuk membangun rumah, pondasi haruslah kuat agar tidak membahayakan penghuni di dalamnya. 

Terdapat pondasi rumah tahan gempa yang mungkin bisa anda pertimbangkan ketika membangun pondasi. Daripada menunggu terjadi bencana yang menyebabkan korban jiwa, anda juga dapat mempertimbangkan untuk renovasi rumah sehingga menjadikannya lebih kokoh dan kuat lagi.

Bagaimana cara membuat pondasi rumah ini? Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam cara membuat pondasi rumah tahan gempa:

  1. Membangun pondasi rumah tahan gempa di tanah yang keras.

Agar rumah nantinya stabil dan tahan goncangan, pondasi harus dibuat di atas tanah yang keras dan kokoh. Mengapa demikian? Pondasi rumah berfungsi sebagai dasar yang mengalirkan beban bangunan ke tanah sekitarnya.

Dengan kata lain, jika tanah tempat rumah dibangun tidak stabil dan kuat, maka pondasi rumahnya pun tidak akan kuat. Itulah mengapa, pondasi rumah yang bagus adalah pondasi rumah tahan gempa dan guncangan.

Jika tanah tidak cukup keras, maka harus terlebih dahulu diperkuat lapisan tanahnya. Setelah tanah untuk konstruksi digali, biarkan dahulu tanah selama beberapa hari dan sirami serta padatkan secara manual agar tanah semakin stabil.

Jika cara membuat pondasi rumah ini kurang, tambahkanlah lapisan pasir batu di dasar pondasi lalu padatkan dengan mesin stamper.

  1. Tanamkan pondasi tahan gempa dengan kedalaman cukup.

Umumnya, pondasi rumah tahan gempa menggunakan jenis pondasi batu kali menerus yang dapat menghubungkan pondasi dengan sloof. Agar semakin kokoh dan kuat, tanam pondasi batu kali minimal 45 cm di bawah permukaan tanah jika anda ingin membangun rumah 1 lantai.

Sedangkan untuk pondasi rumah 2 lantai, minimal kedalamannya adalah 60 cm agar lebih kuat. Selain itu, agar pondasi tahan gempa semakin kuat, anda bisa menambahkan pondasi telapak atau pondasi sumuran pada beberapa lokasi tertentu.

  1. Membangun pondasi tahan gempa menerus.

Cara membuat pondasi rumah tahan gempa harus menerus alias tidak boleh terputus. Semua harus dipersiapkan dengan matang ketika anda hendak membangun rumah tahan gempa, sehingga masalah biaya tidak akan jadi alasan untuk mengurangi material pondasi hingga tidak bisa membuat pondasi menerus.

Jika sampai dikurangi dan pondasi rumah bukan pondasi menerus, daya tahan rumah terhadap gempa akan sangat diragukan. Jika sudah terjadi apa-apa, pastinya akan ada kerugian besar. Dari mulai tembok retak sampah bangunan roboh.

  1. Gunakan balok pengikat pondasi rumah tahan gempa.

Setelah pondasi batu selesai dibuat, cara membuat pondasi rumah berikutnya adalah membuat sloof atau balok pengikat dari bahan beton. Fungsi sloof ini adalah untuk mengalirkan beban bangunan ke pondasi secara merata.

Tak hanya digunakan pada pondasi menerus, sloof juga digunakan pada pondasi jenis setempat. Dalam pondasi batu kali, sloof harus tetap dibuat kokoh dengan cara mengikat badan sloof dengan angker sepanjang setengah meter.

Balok pengikat pondasi atau sloof ini akan semakin membuat pondasi batu kali kuat dan menjadi pondasi tahan gempa yang sangat kokoh dan bagus.

  1. Mengikat pondasi, sloof, dan kolom jadi satu

Tahap terakhir dalam cara membuat pondasi rumah tahan gempa adalah mengikat pondasi, sloof, dan kolom menjadi satu kesatuan. Anda harus pastikan semua bagian tadi terikat dengan kuat serta terintegrasi dengan baik, terutama pada bagian pembesiannya.

Langkah akhir dalam membangun pondasi ini merupakan langkah yang sangat penting, karena jika semua sudah terintegrasi dengan baik, guncangan yang terjadi saat gempa akan tersalurkan ke seluruh bagian pondasi dan bangunan secara keseluruhan secara merata.

Jika guncangan tersalur secara merata, tidak akan ada bagian rumah yang terkena dampak paling parah sehingga akhirnya retak dan runtuh. Pondasi rumah tahan gempa ini dapat menyelamatkan banyak harta benda juga tentu saja jiwa penghuninya.

Itu dia jenis dan cara membuat pondasi rumah yang bagus dan tahan gempa. Semoga artikel ini bisa membantu anda, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu