Cara Mengasuransikan Rumah untuk Lindungi Hunian

10 Feb 2021 - Rachmi Arin Timomor

Cara Mengasuransikan Rumah untuk Lindungi Hunian

Rumah merupakan salah satu aset yang butuh jangka waktu cukup lama untuk mendapatkannya.

Tentu saja karena hal tersebut, mengasuransikan rumah sudah sewajarnya dilakukan, demi melakukan pencegahan dan perlindungan jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

Mengasuransikan rumah sudah banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Apalagi mengingat secara geografis negara ini ada di lokasi yang rawan bencana seperti gempa bumi, banjir hingga letusan gunung merapi.

Jenis asuransi properti di Indonesia sendiri secara umum terbagi menjadi 2, yakni asuransi rumah dan asuransi bisnis. 

Adapun asuransi yang akan ditanggung berdasarkan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) seperti kebakaran, petir, ledakan dan kejatuhan pesawat terbang.

Mengasuransikan rumah pun tentunya memiliki cara kerja yang wajib diketahui. 

Nah, berikut ini adalah penjelasan cara mengasuransikan rumah, biaya premi hingga jenis asuransi rumah yang dapat menjadi informasi untuk Anda.  Simak selengkapnya!

Cara Kerja Asuransi Rumah

cara mengasuransikan rumah

Dimana pun lokasi hunian baik di kota besar seperti rumah di Jakarta atau di daerah lainnya seperti rumah di Lombok,  asuransi rumah adalah hal yang harus dipertimbangkan!

Karena asuransi rumah memberikan perlindungan pada properti, atas kerugian yang tidak diinginkan seperti tindak pencurian, kebakaran hingga bencana alam meliputi gempa bumi, longsor, angin topan dan banjir.

Cara mengasuransikan rumah ke perusahaan asuransi pun tidak sulit dan dapat dilakukan kapan saja. 

Berikut ini adalah tahap mengasuransikan rumah dengan mudah:

  • Mendatangi perusahaan asuransi terpercaya
  • Mengajukan asuransi rumah dengan mengisi sejumlah data
  • Pihak asuransi akan melakukan survei ke rumah untuk menentukan nilai rumah tersebut

Adapun beberapa investigasi yang akan dilakukan pihak asuransi untuk dapat menerima klaim asuransi rumah, seperti:

  • Melakukan pengecekan harga bahan material rumah
  • Menilai rumah dengan melakukan pengecekan akses moda transportasi

Melakukan pengecekan harga bahan material rumah dilakukan untuk mencari tahu apakan bahan material yang digunakan mudah terbakar atau tidak.

Adapun melakukan pengecekan akses moda transportasi, apakah rumah dapat dengan mudah diakses pemadam kebakaran? 

Jika rumah cukup sulit dijangkau moda transportasi terutama pemadam, biasanya pihak asuransi akan mengajukan harga premi yang mahal atau bahkan bisa saja melakukan penolakan asuransi.

Cara kerja asuransi rumah pun hampir mirip dengan asuransi barang lainnya. Jika ingin klaim asuransi, perlu disertai berbagai bukti yang valid. 

Contohnya, jika mengajukan klaim asuransi rumah akibat kebakaran, diperlukan surat keterangan pendukung dari pihak Kepolisian untuk dilakukan investigasi apakah kebakaran ini wajar atau tidak, disengaja atau tidak.

Biaya Premi Asuransi

cara mengasuransikan rumah

Setelah mengetahui cara kerja dan cara mengasuransikan rumah, berikut ini adalah penjelasan terkait biaya premi asuransi yang perlu diketahui.

Premi adalah sejumlah pembayaran yang tercantum dalam polis yang disetujui oleh pemegang polis untuk dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Cara menghitung biaya premi asuransi rumah tidak sesulit yang dibayangkan. 

Untuk mempermudah penjelasan, dilansir dari Allianz, berikut ini adalah gambaran biaya premi asuransi.

Contoh: Anda memiliki sebuah rumah dengan luas bangunan 100 m² dengan nilai pertanggungan rumah sebesar Rp400 juta, maka biaya yang diperlukan untuk membayar premi asuransi adalah Rp4 juta.

Hal tersebut dikarenakan nilai pertanggungan akan didapat dengan cara menghitung jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun rumah seluas 100 m². 

Jika saat ini dibutuhkan dana sebesar Rp4 juta untuk membangun setiap satu meter persegi, maka rumah seluas 100 m² membutuhkan dana Rp400 juta.

Nilai pertanggungan yang dihitung pun tak hanya bangunan fisik rumah melainkan aset yang terdapat di dalam rumah tersebut.

Ada pula gambaran biaya premi asuransi yang dilansir Zurich Insurance Indonesia yang dapat menjadi informasi Anda, berikut ilustrasinya.

Contoh: 

  • Nilai pertanggungan rumah (biaya pembangunan kembali): Rp350 juta
  • Nilai pertanggungan isi rumah (biaya kerusakan / kehilangan): Rp100 juta
  • Total nilai pertanggungan: Rp450 juta
  • Premi per tahun yang dibayarkan: Rp675 juta

Cukup murah, bukan? Tentu saja biaya premi yang dibayarkan pun tergantung dengan perusahaan asuransi yang dipilih.

Jenis Asuransi Rumah

cara mengasuransikan rumah

Saat hendak melakukan asuransi rumah, Anda wajib mengetahui keseluruhan seluk beluk layanan yang diberikan. 

Untuk informasi mendasar, terdapat beberapa klaim asuransi yang dapat dicairkan oleh pihak perusahaan asuransi seperti:

  • Bencana alam: angin topan, banjir, badai, tanah longsor
  • Kerusuhan dan huru hara
  • Pencurian dengan kekerasan
  • Pembersihan puing
  • Perbaikan rumah

Selain itu, asuransi rumah dapat dibedakan menjadi dua jenis, seperti:

Property All Risk

Property All Risk atau Industrial All Risk adalah jenis asuransi yang bersifat unnamed perils yang artinya memberikan jaminan terhadap resiko yang terjadi pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Adapun beberapa pengecualian yang tidak bisa diklaim oleh asuransi ini meliputi perang, terorisme, nuklir dan radioaktif, kesengajaan, polusi atau kontaminasi. 

Layanan dari Jaminan Property All Risks yang diberikan adalah: kerusuhan, bencana alam atau kerusakan akibat air.

Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI)

Selain Property All Risk, adapun PSAKI yang merupakan polis standar yang dikeluarkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). 

Layanan yang diberikan biasanya memberikan perlindungan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan secara langsung seperti kebakaran, petir, aircraft dan asap.

Tips Mengasuransikan Rumah

cara mengasuransikan rumah

Jika sudah memutuskan untuk menggunakan asuransi rumah, berikut ini adalah tips mengasuransikan rumah yang bisa diperhatikan.

Simak selengkapnya!

  • Melakukan Survei dan Perbandingan

Sebelum memilih perusahaan asuransi, sebaiknya Anda melakukan survei dan perbandingan berbagai perusahaan. Jangan hanya fokus pada satu perusahaan asuransi.

Anda harus melakukan perbandingan terkait biaya serta klaim yang diberikan. 

Biasanya perusahaan asuransi telah memiliki situs resmi yang terpercaya sehingga Anda bisa melakukan survei dan perbandingan secara online.

Tentu saja sebelum memutuskan perusahaan asuransi, Anda pun bisa mempertimbangkan rekam jejak perusahaan asuransi seperti kredibilitas, pengaduan hingga perizinan dan legalitas perusahaan.

  • Menggunakan Polis yang Tepat

Polis asuransi merupakan kontrak atau sebuah perjanjian antara perusahaan asuransi dengan pemegang asuransi. 

Polis sendiri dapat menjadi bukti bahwa pihak yang tertanggung telah mengalihkan risiko ke perusahaan asuransi.

Sebelum menyetujui untuk mengasuransikan rumah, pastikan Anda mengetahui dengan baik isi keseluruhan polis asuransi. 

Jika Anda kesulitan untuk mempelajari isi polis, lebih baik minta bantuan seorang ahli atau broker asuransi.

  • Menentukan Nilai Pertanggungan 

Tips selanjutnya yang bisa Anda perhatikan adalah saat menentukan nilai pertanggungan. 

Terkadang, nasabah hanya memilih premi asuransi paling rendah tanpa mengetahui manfaat dan nilai pertanggungannya.

Pastikan Anda memiliki nilai pertanggungan yang memadai untuk membangun kembali rumah secara keseluruhan.

Caranya, Anda bisa berkonsultasi dengan pihak asuransi untuk mendiskusikan nilai pertanggungan rumah.

  • Mengetahui Proses Klaim

Tips terakhir yang dapat Anda perhatikan adalah mengetahui proses klaim asuransi. Tentu saja hal ini sangatlah penting agar di kemudian hari saat terjadi risiko pada properti, Anda tidak mengalami kesulitan.

Hal ini dapat Anda perhatikan saat hendak menandatangani kontrak atau polis di perusahaan asuransi.

 

Itulah sejumlah informasi cara mengasuransikan rumah yang dapat dijadikan referensi.

Tentunya mengasuransikan rumah sangat penting dilakukan. Terutama di kawasan dengan lokasi yang paling sering terkena dampak bencana.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Author:

Rachmi Arin Timomor