Cocok Jadi Investasi, Segini Harga Rumah Tipe 36 Sekarang

9 Jul 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Cocok Jadi Investasi, Segini Harga Rumah Tipe 36 Sekarang

(via Pixabay)

Dalam membeli rumah, anda perlu memahami lagi tujuan anda membeli rumah agar dapat memilih tipe rumah yang paling tepat. Tentu ini akan berpengaruh besar pada harga rumah yang akan anda bayar juga kesediaan finansial.

Tipe rumah di Indonesia sendiri umumnya bervariasi dari yang terkecil tipe 21 hingga tipe rumah mewah yang berukuran 120 meter persegi ke atas. Jika tujuan membeli rumah adalah untuk tempat tinggal, maka anda harus mencocokan dengan kebutuhan hunian anda.

Namun, jika tujuan membeli rumah adalah untuk investasi, rumah yang besar belum tentu akan menghasilkan untung yang paling banyak. Jika tujuan anda membeli rumah hanya sekedar sebagai investasi, maka tipe rumah yang berukuran kecil lebih dianjurkan.

Mengapa? Selain harga rumah tipe kecil pastinya lebih murah, rumah tipe 21, 24, dan 36 yang tergolong rumah-rumah mini ini adalah tipe rumah yang paling mudah untuk disewakan juga dijual kembali.

Harga Rumah Tipe 36 Punya Indeks Tertinggi


(via Pixabay)

Berdasarkan hasil BTN Indeks Harga Rumah atau House Price Index (HPI) yang telah diluncurkan PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BTN), rumah dengan tipe 36 menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi di sektor properti.

Rumah dengan tipe 36 sangat stabil permintaannya dengan pertumbuhan indeks harga yang selalu meningkat. 

Tercatat, indeks harga rumah pada tipe 36 di kuartal II 2018 sebesar 167,74 atau mengalami pertumbuhan hingga 8,40 persen bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Sedangkan, indeks rumah tipe 45 hanya berada pada posisi 143,97, meningkat 5,51 persen dan indeks rumah tipe 70 sebesar 141,20 meningkat 6,6 persen. 

Berdasarkan oIahan data BTN juga, tercatat Indeks harga jual rumah tipe keciI yaitu 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74, dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing memiliki HPI sebesar 143,97 dan 141,20. 

HaI ini menunjukkan bahwa permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas. Jadi, jika anda ingin terjun ke kolam investasi properti, pastikan anda memilih rumah yang tepat untuk dibeli, ya!

Sebagai gambaran, berikut kisaran harga rumah tipe 36 di beberapa kota besar di Indonesia yang permintaan hunian sementaranya tinggi. 

  1. Harga Rumah Tipe 36 Bandung

Saat ini, anda dapat membeli rumah tipe 36 di Bandung dengan harga mulai dari 145 jutaan. Salah satunya berada di perumahan Permata Sandang Asri kawasan Kopo. Harga rumah tipe 36 di sini sekitar 145 jutaan dengan beberapa spesifikasi seperti struktur besi bertulang, air sumur bor dan mesin, listrik 1300 W, dan atap baja ringan.

Jika ingin berada di lokasi yang lebih strategis, harga rumah tipe 36 bisa mencapai angka 600-an juta. Seperti rumah di kawasan Cicaheum yang dibanderol dengan harga 610 juta. Tentu harga dipengaruhi dari kondisi rumah serta lokasi rumah tersebut dibangun.

Bandung memang sedang jadi primadona. Bahkan, geliat properti kota Bandung dikabarkan akan tambah menjadi di tahun-tahun mendatang. Melihat para pengembang besar seperti Summarecon dan Podomoro telah menggarap beberapa proyek raksasa di daerah ini.

Belum lagi, sejumlah pemain lokal terus memperluas proyek hunian mereka. Sebut saja, Adipura Land yang menggarap Bumi Adipura yang lokasinya menempel dengan Summarecon Bandung. Selain itu, ada juga Mentari Agung Mandiri, Buana Kassiti, dan Istana Group.

  1. Harga Rumah Tipe 36 Jakarta

Untuk Jakarta, tak perlu ditanya, rumah di kawasan ini sudah sangat tinggi harganya sampai beberapa pihak menyebutnya tak lagi masuk akal. Tingginya harga hunian di Jakarta menjadi salah satu alasan mengapa tren investasi properti mulai bergeser ke arah Bandung.

Saat ini rumah tipe 36 di kawasan Jakarta Selatan bisa didapat dengan harga mulai dari 500 jutaan. Sedangkan di Jakarta Timur, anda masih bisa menemukan rumah tipe 36 dijual dengan harga kisaran 350 hingga 400 juta.

Harga rumah di Jakarta memang jauh lebih tinggi ketimbang Bandung. Untuk anda yang ingin berinvestasi, Jakarta tak hanya satu-satunya pilihan sebab kota-kota besar di sekitar Jakarta pun memiliki potensi yang sangat besar dengan harga rumah yang masih lebih masuk akal.

  1. Harga Rumah Tipe 36 Surabaya

Beralih ke Jawa Timur, kota dengan sektor properti yang berkembang adalah Surabaya. Rumah tipe 36 di Surabaya dapat ditemukan mulai dari harga 130 jutaan hingga 400 jutaan. 

Contohnya seperti rumah subsidi sistem klaster di Perumahan Rhapsody Kedamean yang dibanderol hanya dengan harga 130 juta rupiah.

Sedangkan untuk lokasi yang lebih strategis seperti kawasan Juanda, harga rumah tipe 36 di Permata Kwangsan Residence ini mencapai 375 juta rupiah. Kisaran harga ini masih lebih rendah dari pada Bandung apalagi Jakarta.

  1. Harga Rumah Tipe 36 Medan

Melintas ke pulau Sumatera, perkembangan properti di Medan juga tak kalah saing. Harga rumah Medan masih terbilang murah, anda masih bisa mendapat rumah tipe 36 dengan harga sekitar 120 juta. Meski demikian, anda harus juga pintar-pintar memilih lokasi rumah di Medan yang menguntungkan.

Mengetahui daerah mana saja yang banyak diminati tentunya cukup penting karena bisa menjadi acuan untuk berinvestasi di bidang properti. 

Kawasan Medan yang paling diminati antara lain wilayah Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Timur, Medan Amplas, Medan Tembung, dan Medan Marelan.

  1. Harga Rumah Tipe 36 Makassar

Sedangkan untuk Makassar, rumah tipe 36 berkisar antara 140 hingga 800 jutaan. Rumah subsidi dengan sistem klaster di kawasan Samata dibanderol dengan harga 145 juta, letaknya tak jauh dari UIN Samata Gowa.

Beralih pada kawasan yang jauh lebih eksklusif, rumah tipe 36 dengan lokasi dekat Pantai Losari bisa mencapai angka 800 juta. Rumah tipe klaster Espana di Tanjung Bunga Makassar garapan pengembang Lippo Group, misalnya.

Itu dia kisaran harga rumah tipe 36 di beberapa kota besar Indonesia. Investasi properti memanglah merupakan salah satu sektor investasi yang banyak dipilih untuk menjaga kestabilan keuangan supaya tidak terpengaruh dengan dampak inflasi yang semakin tanpa ampun ini. 


Author:

Ananda Bayu Pangestu