7 Dampak Cuaca Panas Bagi Kesehatan. Wajib Tahu!

24 Jan 2020 - Rachmi Arin Timomor

7 Dampak Cuaca Panas Bagi Kesehatan. Wajib Tahu!

Meskipun sudah memasuki musim hujan, namun beberapa waktu ini cuaca di beberapa daerah di Indonesia dirasakan sangat terik dan memiliki cuaca panas.

Cuaca panas ini pun dirasakan ekstrim karena menginjak suhu yang tidak biasanya. Meski begitu, cuaca panas memiliki dampak yang tidak bisa disepelekan, lho.

Berikut ini merupakan pengaruh dari cuaca panas yang berdampak pada kesehatan.

  1. Waterborne Disease

Tidak hanya identik di musim hujan, waterborne disease pun terjadi jika suhu udara menjadi panas. Water born disease adalah penyakit yang bersumber dan berkembang melalui air. Penyakit ini memiliki banyak jenis yaitu kulit, pencernaan dan serangan binatang. 

Jika terserang water born disease biasanya kamu akan rentan mengalami diare, muntaber, tifus, disentri, dan leptospirosis. 

Water born disease menyerang air yang dikonsumsi. Air yang terlihat jernih bisa saja ternyata sebenarnya sudah tercemar berbagai bakteri, jamur atau kotoran yang tidak terlihat.

Musim panas dengan cuaca yang terik banyak menyebabkan kekeringan hingga akhirnya air pun akan sangat sulit didapatkan. Air tersebutlah yang biasanya tidak terpilah dengan baik sehingga tercemar.

Cara untuk mencegah cemaran air yang dapat menyebabkan waterborne disease adalah dengan terlebih dulu memasaknya sebelum digunakan. Air yang direbus pun harus mendidih agar hal tersebut bisa menghilangkan bakteri dan jamur yang terdapat di dalam air

  1. Heat Rash

Dampak yang selanjutnya rentan terjadi saat cuaca panas. Heat rash merupakan terjadinya ruam atau iritasi kulit yang disebabkan oleh keringat berlebih saat cuaca panas dan lembab.

Heat rash biasa terjadi saat ketika terpapar terik matahari secara langsung. Biasanya heat rash tampak seperti kumpulan jerawat merah atau ruam-ruam kecil yang akan muncul di sekitar leher, bagian atas dada, bawah payudara, selangkangan, lipatan lutut dan di lipatan siku.

Untuk mengantisipasi hal tersebut biasakan memakai baju yang ringan dan longgar saat keluar ruangan, selain itu usahakan untuk tidak terpapar sinar matahari secara langsung. 

Cara lainnya adalah mengatur transisi suhu tubuh. Jika kamu sudah sangat berkeringat setelah melakukan aktifitas, usahakan untuk jangan langsung mandi dengan air dingin karena efek yang ditimbulkan akan membuat ruam semakin merah dan banyak.

  1. Heat Cramps

Dampak dari cuaca panas yang ketiga adalah heat cramps. Heat cramps merupakan kram akibat panas yang biasanya menyerang kaki dan tangan yang banyak mengeluarkan keringat. 

Biasanya hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan cairan selama melakukan kegiatan dan aktifitas fisik yang berat.

Untuk mengantisipasi heat cramps adalah dengan melakukan pemanasan ringan. Sebelum melakukan kegiatan. Setelah itu diusahakan untuk selalu minum air mineral minimal 2 liter atau 8 gelas dalam sehari.

  1. Iritasi Kulit


Dampak dari cuaca panas yang cukup sering dialami adalah iritasi kulit. Iritasi kulit biasanya berbentuk kulit yang terbakar hingga kemerahan.

Hal tersebut disebabkan karena cuaca atau hawa panas yang ekstrim. Biasanya terjadi karena kulit yang terlalu sering berkeringat hingga lembab dan terpapar sinar matahari langsung.

Penyebab lainnya yang menjadikan cuaca panas berdampak iritasi kulit adalah pakaian yang dipakai tidak dapat menyerap keringat. Bahan kasar seperti wol pada cuaca panas dapat dengan mudah menyebabkan iritasi kulit.

Jika sudah terlanjur mengalami iritasi kulit, cara mengatasinya adalah dengan cara kompres menggunakan air dingin atau es batu. Kamu pun bisa mengoleskan pelembap kulit secara rutin.

  1. Heat Syncope

Dampak dari cuaca panas yang selanjutnya merupakan heat syncope. Heat syncope merupakan kondisi seseorang mengalami pingsan karena paparan suhu panas dalam jangka waktu tertentu di bawah teriknya sinar matahari. 

Gejala yang dialami sebelum mengalami kehilangan kesadaran atau pingsan adalah denyut nadi menurun, badan lesu dan wajah menjadi pucat.

Jika kamu mengalami gejala tersebut saat cuaca panas terjadi, segera berteduh dan minum air panas secara teratur untuk tetap terhidrasi.

  1. ISPA

Dampak dari cuaca panas yang selanjutnya adalah terjadinya ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut. ISPA disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan) atau paru-paru. 

ISPA menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat di Indonesia karena cuaca yang ekstrim dan penyebarannya yang mudah. Biasanya gejala ISPA ditandai dengan hidung tersumbat, sering bersin, paru-paru terhambat, batuk dan demam.

Untuk menghindari ISPA, sebaiknya cara ini diterapkan terutama saat cuaca panas dan kemarau panjang:

  • Lindungi tubuh dari paparan terik matahari langsung

  • Selalu membawa obat-obatan yang diperlukan terutama untuk orang yang menderita asma, paru-paru dan TBC

  • Selalu memakai sunblock

  • Perbanyak minum air mineral minimal 2 liter perhari

  • Gunakan kipas angin untuk mendinginkan area wajah jika terjadi sesak nafas

  • Selalu menggunakan masker untuk menutup hidung agar tidak banyak menghirup debu saat cuaca terik

  1. Heat Stroke

Dampak dari cuaca panas yang terakhir adalah heat stroke. Heat stroke merupakan fase paling akut saat terjadi hiponatremia, yaitu pada saat mengalami cuaca yang sangat panas.

Biasanya heart stroke pun terjadi saat seseorang berolahraga dengan intensitas yang tinggi dengan waktu yang lama di cuaca panas. 

Heart stroke dapat menyebabkan seseorang kejang-kejang, sakit kepala, suhu tubuh >40°C sehingga bisa menyebabkan gangguan organ hingga kematian.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya lengkapi kebutuhan air mineral sesuai dengan berat badan, lalu menghindari baju dengan bahan yang panas dan melakukan pengecekan suhu tubuh secara teratur.

Cuaca panas yang ekstrim memang tidak dapat dihindari, namun dengan melakukan pencegahan seperti yang telah disebutkan bisa membantu daya tahan tubuh juga kesehatan dalam situasi apapun.

Nah itulah beberapa informasi dampak cuaca panas bagi kesehatan. Semoga informasi tersebut bisa menambah referensi untuk selalu menjaga kesehatan terutama saat cuaca panas.

Author:

Rachmi Arin Timomor