Besaran Denda Telat Bayar PBB beserta Cara Menghitungnya

30 Nov 2020 - Yuhan Al Khairi

Besaran Denda Telat Bayar PBB beserta Cara Menghitungnya

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah kewajiban yang harus dilunasi pemilik properti.

Jangan sampai lupa, jika menunggak terlalu lama denda telat bayar PBB bisa mencapai angka yang cukup besar, lho.

Kewajiban membayar PBB tertera pada UU No. 12/1994. Tidak cuma mewajibkan, di dalam peraturan tersebut juga ditetapkan batas akhir pembayaran PBB paling lambat 31 Agustus setiap tahunnya.

Sebenarnya, pengenaan pajak properti sendiri merujuk pada fungsi dari bangunan tersebut. 

Sebab memberi manfaat bagi pemiliknya, rumah dan berbagai jenis properti lain lantas dikenakan biaya PBB.

Namun, bagaimana jika seseorang lupa membayar PBB? Apakah ada konsekuensi yang akan diterima? 

Jelas saja ada, konsekuensi tersebut berupa teguran dan denda sesuai waktu keterlambatan.

Maka dari itu, agar lebih jelas terkait denda telat bayar PBB, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Denda Telat Bayar PBB Tahun 2020

denda telat bayar PBB

Sejauh ini, belum ada ketentuan dan ketetapan baru terkait denda telat bayar PBB. 

Selama beberapa tahun ke belakang, denda tersebut masih dikenakan sebesar 2% setiap bulan dari total utang PBB.

Tidak besar memang, namun jika ditumpuk terlalu lama maka biaya yang harus kamu bayarkan tentu akan semakin meningkat. 

Itu sebabnya, usahakan jangan pernah lupa untuk membayar PBB, ya.

Selain total tunggakan PBB, wajib pajak juga diwajibkan membayar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebesar 2% pada saat melakukan pelunasan.

Nantinya, besaran denda tersebut akan diakumulasi dan dihitung sesuai total bulan keterlambatan. 

Batas akhir pembayaran penunggakan pajak bumi dan bangunan sendiri selama 24 bulan (2 tahun). 

Untuk lebih lengkap mengenai denda telat bayar PBB ini, kamu dapat melihatnya pada Peraturan Menteri Keuangan no. 78/PMK.03/2016 tentang Besaran Denda Bayar Pajak.

Cara Menghitung Denda PBB

denda telat bayar PBB

Cara menghitung denda PBB sendiri sebenarnya cukup mudah.

Langkah pertama yang harus kamu lakukan hanyalah melihat jumlah tagihan PBB yang tertera di SPPT PBB.

Bagaimana jika belum menerima SPPT?

Jangan khawatir, surat tersebut dapat diambil secara langsung di kantor kecamatan, kelurahan, Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) setempat.

Nah, setelah mendapatkan SPPT, mari kita asumsikan jika utang tagihan PBB-mu mencapai Rp500 ribu, dengan jangka waktu keterlambatan selama 12 bulan atau 1 tahun.

Bila merujuk pada kasus di atas, maka besaran denda telat bayar PBB yang harus kamu bayarkan pada bulan tersebut adalah (Rp500.000 x 2% x 12 bulan) Rp120.000.

Namun, jumlah tersebut hanya untuk pembayaran utang saja, ya. Saat melunasi denda PBB, kamu diwajibkan untuk membayar utang pembayaran pada bulan yang sama saat pembayaran tunggakan.

Jika demikian, maka cara menghitung denda PBB menjadi:

Rp500.000 + Rp500.000 + Rp120.000 = Rp1.120.000.

Bagaimana, sangat mudahkan cara menghitung denda telat bayar PBB? 

Setelah mengetahui besaran utang yang harus dilunasi, jangan lupa bayar PBB tersebut melalui cara-cara berikut ini.

Baca juga:

Cara Cek PBB Online Bekasi dan Kota-Kota Lainnya Tahun 2020

Cara Bayar PBB yang Tertunggak

denda telat bayar PBB

Secara garis besar, terdapat dua cara pembayaran denda telat bayar PBB yang bisa kamu coba, baik offline ataupun melalui online. 

Kedua cara ini pun terbagi ke dalam beberapa metode, seperti:

Pembayaran Denda PBB secara Offline

  • Melalui Kantor Pos

Cara bayar PBB pertama bisa melalui kantor pos terdekat. Cara ini cukup simpel, yang perlu dilakukan hanyalah mendatangi loket yang tersedia, berikan SPPT PBB bersangkutan, lalu bayar sesuai tagihan.

  • Melalui Teller Bank

Selanjutnya, cara pembayaran PBB kedua dapat dilakukan melalui teller bank, baik pemerintah ataupun swasta. Langkah pembayarannya relatif sama dengan pembayaran melalui kantor pos.

  • Melalui Convenience Stores

Bila malas mendatangi bank atau kantor pos, kamu bisa bayar denda telat bayar PBB di convenience stores seperti Indomaret dan Alfamart. Jangan lupa bawa SPPT-mu dan bayar tagihan melalui kasir.

Pembayaran Denda PBB secara Online

  • Melalui Online Banking

Tidak cuma melalui teller, mayoritas perbankan Indonesia juga menyediakan layanan pembayaran PBB lewat online banking. 

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan ATM untuk melunasi tunggakan pajak.

  • Melalui Aplikasi Super

Super App atau Aplikasi Super seperti Traveloka dan Tokopedia juga menyediakan layanan yang sama seperti perbankan. 

Lewat aplikasi ini, kamu bisa melunasi iuran PBB sesuai yang tertera pada SPPT.

Jadi karena cara bayar PBB sudah semakin mudah, tentu tidak ada lagi alasan untuk menunda pembayaran pajak tersebut, ya. 

Segera bayaran iuran pajak bumi dan bangunanmu sebelum terkena denda.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Cara Menghitung Angsuran KPR yang Wajib Dipahami

Author:

Yuhan Al Khairi