Daftar Harga Rumah di Bawah 500 Juta di Jakarta

21 Jul 2019 - Yuhan Al Khairi

Daftar Harga Rumah di Bawah 500 Juta di Jakarta

(Photo: Shutterstock)

Selain pangan dan sandang, memiliki tempat tinggal merupakan hajat hidup manusia. Di tengah mahalnya harga lahan di ibu kota saat ini, masih bisakah masyarakat menemukan rumah di bawah 500 juta?

Seperti yang kita ketahui, kenaikan harga rumah di Jakarta setiap tahunnya mencapai 19-33 persen. Pada tahun 2018 saja, kenaikan NJOP Bumi dan Bangunan rata-rata mencapai 19,54 persen.

Hal ini tentu semakin menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya akan hunian, terutama bagi kaum milenial dan pasangan baru menikah.

Jika kita hitung gaji rata-rata kaum milenial Jakarta saat ini – yang hanya berkisar Rp6,1 juta, maka hanya ada 17 persen dari generasi tersebut yang mampu membeli rumah di Jakarta.

Menurut beberapa penelitian, gaji teraman untuk memiliki rumah di bawah 500 juta di Jakarta adalah sebesar Rp7,5 juta, dan hanya ada 17 persen kaum milenial Jakarta yang memiliki gaji sebesar itu.

Mengapa harus Rp7,5 juta? Hal ini berdasarkan asumsi, bawah rumah yang ingin dibeli seharga 300 juta, dengan kredit uang muka sebesar 30 persen, bunga 10 persen per tahun, dan tenor selama 15 tahun.

Dengan penghasilan sebesar Rp7,5 juta, maka orang tersebut masih memiliki kemampuan untuk mengangsur rumah sekitar Rp2,25 juta atau 30 persen dari jumlah pendapatannya.

Lantas, apakah benar kita tak lagi dapat membeli rumah di bawah 500 juta di Jakarta? Belum tentu, berikut tips membeli rumah pertama bagi generasi milenial dan pasangan baru menikah.

Tips Membeli Rumah di Bawah 500 Juta

Apabila tekadmu sudah bulat untuk dapat membeli rumah di bawah 500 juta di Jakarta, maka pasti kamu bisa kok mewujudkannya. Asal, kamu tahu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, seperti:

  1. Membuat Skala Prioritas


(Photo: Pixabay)

Satu hal yang membuat kaum milenial dan pasangan muda sulit untuk membeli rumah di bawah 500 juta, yaitu gaya hidup yang terlalu boros.

Oleh sebab itu, bijaklah dalam menentukan skala prioritas kebutuhan kalian. Pasalnya, urusan membeli rumah bukan cuma membayarkan biaya cicilannya saja, namun juga uang muka, biaya bank, dan lain-lain.

Apalagi untuk pasangan muda, meski jumlah penghasilanmu dan pasangan sedikit lebih besar jika digabungkan, namun ada biaya pengeluaran rumah tangga yang menjadi beban kalian setiap bulan.

  1. Buat Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan yang baik adalah kunci suksesnya mengumpulkan uang untuk membeli rumah.

Contohnya, jika kamu ingin membeli rumah di bawah 500 juta, dengan biaya uang muka sebesar Rp90 juta, ditambah biaya bank dan notaris, kamu membutuhkan uang kira-kira Rp120 juta untuk dana awal.

Kita andaikan saja pendapatanmu sebesar Rp5 juta per bulan, berarti kamu wajib menyisihkan Rp1 juta – Rp1,5 juta, atau 30 persen dari gaji tersebut tiap bulannya.

Dalam setahun kamu sudah mengumpulkan dana sebesar Rp12 juta – Rp18 juta untuk membantu menutupi biaya DP rumah tersebut.

Begitu pula untung pasangan suami-istri, jumlah pendapatan kalian bisa dikali dua, dipotong dengan kebutuhan rumah tangga beberapa persen, dan sisihkan sebanyak 30 persen untuk menabung rumah.

  1. Tentukan Tipe Rumah

Lain tipe, lain juga harga rumah tersebut. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tipe rumah yang sesuai dengan kebutuhanmu. Ingat ya, untuk rumah pertama ini, cukup yang sesuai dengan kebutuhan dulu saja.

Meski setiap pasti memiliki awan-awan tersendiri tentang rumah impiannya, namun demi mendapatkan harga rumah di bawah 500 juta di Jakarta, kamu harus tekan ego tersebut terlebih dahulu.

Untuk milenial dan pasangan muda, yang notabenenya tidak memiliki terlalu banyak anggota keluarga, sebaiknya pilihlah tipe rumah kecil sampai dengan sedang, karena biasanya berharga lebih murah.

  1. Catat Segala Pengeluaran


(Photo: Pixabay)

Pembukuan keuangan yang baik adalah cara mengontrol pengeluaranmu setiap bulan. Dengan mengetahui hal tersebut, kamu dapat mengira-ngira berapa uang yang harus kamu tabung tiap bulan.

 Jika kamu salah seorang yang sulit untuk menabung, ada baiknya kamu menggunakan cara lain untuk menabung rumah, yaitu dengan melakukan investasi dalam bentuk emas.

Harga emas yang cenderung stabil dapat membantumu untuk mengumpulkan uang muka membeli rumah. Bahkan, jika tren sedang membaik, harga emas tersebut bisa melonjak naik dan menguntungkan.

  1. Menggunakan Situs Jual Beli Rumah

Sebagai generasi yang melek teknologi, kamu tentu tahu bagaimana cara menggunakan situs jual beli rumah, bukan? Ya, saat ini, banyak sekali situs jual beli rumah yang bermunculan di Indonesia.

Situs-situs tersebut bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan harga rumah yang murah di Jakarta, lho.

Yang perlu kamu lakukan hanya menyesuaikan lokasi dan range harga rumah yang sesuai dengan kebutuhanmu. Contohnya, masukkan lokasi ‘Jakarta,’ dan harga rumah mulai 0-500 juta.

Maka akan keluar beberapa listing rumah di bawah 500 juta di Jakarta yang bisa dipilih sebagai tempat tinggal masa depanmu.

Pada laman 99.co/id, kamu bahkan bisa berkonsultasi dengan agen properti profesional yang ada di sana. Kamu bisa menanyakan terkait KPR, syarat dan ketentuan, hingga nominal pasti pembelian rumah.

Selain itu, agen properti juga bisa membantumu dalam mencari rumah yang kamu inginkan, membantu nego harga,  hingga mengurus dokumentasi rumah.

Rekomendasi rumah murah di Jakarta

Setelah mengetahui bagaimana caranya mengelola keuangan untuk membeli rumah, pertanyaan terbesarmu saat ini adalah, masih adakah harga rumah di bawah 500 juta di Jakarta? Jawabannya, masih!

Sulit memang ketika kamu mencarinya rumah tersebut dengan modal bertanya atau lewat media cetak.

Namun di situs jual beli rumah 99.co Indonesia, masih ada penjual dan pengembang yang memasarkan rumahnya di bawah harga 500 juta.

Enggak percaya? Berikut beberapa rekomendasi rumah murah di Jakarta yang bisa kamu beli.


(Photo: Pexels)

  1. Rumah di Jalan Raya Munjul, Munjul, Cipayung

Rumah di bawah 500 juta pertama terdapat di Jalan Raya Munjul, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur. Jangan kaget mendengar harganya, sebab rumah yang satu ini dibanderol Rp225 juta saja.

Desain rumah tersebut sangat sesuai untuk kaum milenial dan pasangan muda, sebab luas tanah yang ditawarkan memang tidak terlalu besar.

Memiliki luas tanah 30 meter persegi dengan luas bangunan 25 meter persegi, rumah murah ini dilengkapi 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Bangunannya juga termasuk baru, karena selesai pada tahun 2019 ini.

  1. Rumah Murah di Cluster Istiqlal Munjul 2

Masih berada di sekitar Munjul, rumah di bawah 500 juta ini diklaim memiliki lokasi yang cukup strategis, yaitu memiliki akses LRT Cibubur dan LRT Ciracas.

Harga yang ditawarkan juga cukup murah, yaitu mulai dari Rp400 juta-an, dengan luas tanah 72 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi.

Dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, daya listrik 1300 watt, serta memiliki status sertifikat SHM atau Sertifikat Hak Milik.

  1. Rumah di Jalan Rawa Kuning, Pulo Gebang, Cakung

Rumah di bawah 500 juta yang terakhir berlokasi di Jalan Rawa Kuning, Pulo Gebang, Cakung. Rumah yang satu ini dibanderol Rp498 juta, memiliki luas tanah 50 meter persegi dan luas bangunan 40 meter persegi.

Secara luas memang tidak terlalu besar, oleh karena itu rumah ini hanya memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.

Spesifikasi bangunannya sendiri terdiri atas pondasi batu kali, dinding hebel, atap baja ringan, kusen kayu oven, serta plafon gypsum. Legalitasnya, rumah telah dilengkapi dengan SHM.

Bagaimana, ternyata masih ada kan rumah di bawah 500 juta di Jakarta?

Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat mencari rumah!

Author:

Yuhan Al Khairi