Jangan Keliru! Begini Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Yang Benar

27 Sep 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Jangan Keliru! Begini Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Yang Benar

Semakin berjalannya waktu, kebutuhan masyarakat akan kepemilikan aset khususnya dalam bidang properti semakin meningkat. Bertambahnya unit pasokan properti lahan kini tidak hanya terbatas pada rumah hunian tapi juga rumah toko, apartemen, hingga tentu saja tanah.

Berbeda dengan jaman dahulu di mana jual beli tanah tidak dilakukan secara resmi dan dibawah naungan hukum, saat ini surat perjanjian jual beli tanah merupakan hal yang sangat esensial karena merupakan bukti konkret atas kepemilikan nantinya.

Jenis tanah yang diperjualbelikan pun beragam. Bagi sebagian orang, tanah kavling merupakan salah satu opsi favorit yang banyak dipilih karena sifatnya yang fleksibel. Tidak hanya karena biaya perawatannya yang mudah, namun juga harganya yang relatif terjangkau.

Selain itu, tanah kavling cukup praktis untuk disewakan kembali, entah untuk keperluan bercocok tanam, lahan parkir, ataupun bahkan disewakan beberapa puluh tahun untuk dibangun ruang usaha. 

Jika anda berniat untuk terjun kedalam bisnis ini, atau paling tidak tengah mempelajari bagaimana contoh surat jual beli tanah yang baik dan benar menurut hukum, baca artikel ini sampai selesai untuk memahaminya.

Poin Penting Dalam Surat Jual Beli Tanah


Terdapat beberapa hal penting yang harus tertera di surat perjanjian jual beli tanah. Wajar jika mungkin poin-poin ini masih terdengar asing apalagi untuk anda yang baru pertama kali melakukan jual beli tanah.

Berikut beberapa poin penting yang bisa anda lihat juga dalam contoh surat perjanjian jual beli tanah di atas:

  1. Identitas lengkap pembeli dan penjual (serta kedudukan dalam transaksinya)

  2. Deskripsi tanah yang dijual atau dibeli yang terdiri dari:

  • Letak tanah dalam bentuk alamat

  • Luas tanah dalam bentuk meter persegi

  • Batas tanah (empat arah penjuru angin)

  • Status kepemilikan

  • Nomor Surat Tanah

  • Harga tanah sesuai kesepakatan

  1. Pencantuman jaminan dan identitas saksi

  2. Cara dan batas waktu pembayaran

  3. Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Dan Rumah

Selain tanah kavling, anda juga dapat membeli tanah berikut bangunan atau rumahnya. Jika demikian, maka surat perjanjian bisa dibuat dalam dua rangkap atau bisa disatukan secara menyeluruh.

Dalam surat perjanjian jual belinya, sertakan pasal-pasal guna menjamin keamanan transaksi jual beli tanah dan rumah. Untuk itu, biasanya di dalamnya akan tercantum sejumlah kesepakatan seperti beberapa poin di bawah ini.

  • Harga

Harga yang dicantumkan bisa mencakup 3 hal. Pertama adalah harga dari tanah yang dijual, harga dari bangunan rumah, dan akumulasi harga keduanya.

  • Cara Pembayaran

Mau bagaimanapun cara pembayaran yang dipilih baik secara tunai, dicicil, atau secara KPR, dalam surat jual beli tanah dan rumah dicantumkan juga tanggal pembayaran terakhir untuk pelunasan pembelian tersebut.

  • Uang Tanda Jadi

Uang tanda jadi dimaksudkan untuk memperjelas dan mengesahkan status dimulainya proses penjualan. 

Baik tunai maupun KPR, uang tanda jadi dilakukan untuk mengikat kedua belah pihak dengan perjanjian bahwa pihak pertama tidak akan menjual rumah dan tanah tersebut ke pihak lain dan pihak kedua akan melunasi pembayarannya.

  • Jaminan dan Saksi

Ini ditujukan untuk pihak pertama agar mengukuhkan dan memberi kejelasan bahwa rumah yang hendak dijual memang dimiliki sepenuhnya oleh yang bersangkutan, maka ditunjuk sekurang-kurangnya dua saksi yang mampu membenarkan status tersebut.

  • Penyerahan dan Status Kepemilikan

Menandai kapan dilakukan penyerahan rumah berikut sertifikat dan kunci (simbol) dari pihak pertama dan pihak kedua, sekaligus melakukan pemindahan status kepemilikannya.

  • Balik Nama Kepemilikan

Hal ini mengatur cara-cara mengalihnamakan sertifikat, dan mengikat pihak pertama untuk sepenuhnya akan membantu proses balik nama kepada pihak kedua. 

Selain itu dicantumkan juga kewajiban pembayaran biaya balik nama yang sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak kedua.

  • Pajak, Iuran, dan Pungutan

Sebelum penandatangan surat perjanjian ini, seluruh pungutan, iuran hingga pajak yang berlaku pada rumah tersebut masih ditanggung oleh pihak pertama namun setelah penandatangan maka akan jatuh kepada pihak kedua.

  • Masa Berlaku Perjanjian

Mengatur bilamana pada saat perjanjian dibuat pihak pertama meninggal dunia, maka surat perjanjian pembelian rumah masih bisa berlangsung dan diwakili oleh pewaris sah dari rumah tersebut. 

Serta menetapkan hal lain-lain yang belum tercantum, akan diselesaikan dengan cara mufakat oleh kedua belah pihak.

Itu dia beberapa poin yang harus terdapat dalam surat perjanjian jual beli tanah dan rumah. Lalu, bagaimana dengan tanah warisan yang diperjualbelikan?

Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Warisan

Nah, untuk ranah yang lebih spesifik lagi, banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana hukum dalam jual beli tanah warisan atau hibah. Bukan hal yang aneh, memang tanah warisan kadang bisa agak menyulitkan ketika hendak dijual.

Untuk membuat surat perjanjian jual beli tanah warisan, bisa tetap memakai format yang sama dengan surat perjanjian jual beli tanah biasa. 

Akan tetapi, pada saat membuat surat perjanjian jual beli tanah warisan, sertakan juga surat kuasa ahli waris sebagai bukti otentik lainnya.

Jika nama yang tercantum dalam sertifikat bukan atas nama orang tua atau keluarga, melainkan orang lain yang dalam kasus ini artinya si penjual, proses jual beli tanah tidak bisa langsung dilanjutkan.

Kelengkapan dokumen otentik lain untuk penjualan tanah warisan yang harus dipegang adalah Akta Jual Beli atau AJB yang ditandatangani oleh orang tua ahli waris. 

Tahap awal, pemohon harus membuat Surat Keterangan Waris (SKW) yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris dari orang tua.

Surat Keterangan Waris harus dibuat oleh ahli waris, dan disaksikan oleh dua orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa tempat tinggal pewaris. 

Syarat lainnya dan prosedur diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.1 tahun 2010, dan biaya diatur dalam PP No. 14 tahun 2010.

Semoga penjelasan mengenai surat perjanjian jual beli tanah ini dapat membantu anda, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu