Panduan Pengajuan KPR untuk Pekerja Kontrak

Panduan Pengajuan KPR untuk Pekerja Kontrak

- Septian Nugraha
Panduan Pengajuan KPR untuk Pekerja Kontrak

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan fasilitas pinjaman yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, tak terkecuali pekerja kontrak. 

Umumnya, pemberian KPR akan diprioritaskan bagi calon debitur berstatus pekerja tetap.

Wajar memang, karena jumlah pinjaman yang diberikan bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. 

Sebagai kreditur, bank tentu membutuhkan jaminan soal kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban melunasi pinjamannya. 

Maka itu, penyaluran fasilitas KPR tidak dilakukan secara sembarang.

Hal tersebut pasti melalui proses penilaian ketat, untuk mengetahui kemampuan calon debitur dalam melunasi kreditnya. 

Sejumlah aspek seperti penghasilan tetap hingga jangka waktu bekerja, menjadi kriteria dalam penilaian tersebut. 

Ini tentunya bertolak belakang dengan kondisi para pekerja kontrak.

Walau juga mendapatkan gaji tetap, tetapi status perjanjian kerjanya dengan perusahaan adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). 

Menurut Undang-undang (UU) Cipta Kerja, pekerja dengan status PKWT memiliki masa kerja paling lama selama lima tahun.

Program KPR untuk Pekerja Kontrak

Program KPR untuk Pekerja Kontrak

Meski begitu, bukannya tidak ada kesempatan bagi pekerja kontrak atau pekerja lepas sekalipun untuk mendapatkan fasilitas KPR. 

Sebab, sejumlah lembaga perbankan mulai banyak yang menelurkan program KPR khusus para pekerja kontrak. 

Salah satunya Bank Tabungan Negara (BTN), yang pada pertengahan 2021 silam mengeluarkan program KPR bagi pekerja kontrak. 

BTN tentunya tidak sendirian dalam menjalankan program tersebut.

Bank plat merah ini menggandeng Indonesia Outsourcing Association atau Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) sebagai mitra.

Tujuan diadakannya program ini adalah, memberi fasilitas KPR dengan skema mudah dan murah bagi karyawan kontrak di Indonesia. 

Setidaknya ada dua fitur yang bisa dimanfaatkan pada program ini; KPR Fasilitas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BTN dan KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). 

KPR FLPP BTN

Fasilitas ini memberikan layanan mulai dari uang muka 1%, dengan jangka waktu kredit hingga 20 tahun.

Selain itu, ada pula subsidi bantuan uang muka senilai Rp4 juta dengan suku bunga mulai dari 5%. 

KPR BP2BT

Sementara, tenaga alih daya yang mengambil program KPR BP2BT bisa memperoleh dana bantuan uang muka hingga Rp40 juta.

Suku bunga yang ditawarkan pun terbilang cukup kompetitif, sebab umumnya mencapai 10%.

Baca juga:

KPR untuk Wiraswasta, dari Syarat hingga Proses Pengajuannya

Syarat Pengajuan KPR untuk Pekerja Kontrak

Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pekerja kontrak yang ingin menjadi peserta program KPR ini, misalnya:

  • Calon debitur yang bisa mengajukan program KPR ini harus memiliki penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan
  • Harga rumah yang bisa dibeli maksimal Rp168 juta
  • Calon debitur yang akan mengajukan program KPR untuk pekerja kontrak harus terdaftar sebagai anggota ABADI. 

Bagaimana, apakah kamu tertarik mengajukan program KPR untuk pekerja kontrak? 

Bila tertarik, di bawah ini ada sejumlah tips yang mungkin bisa membantumu agar pengajuan KPR disetujui oleh bank.

Tips Mengajukan KPR untuk Pekerja Kontrak

Sudah terbebas dari utang

Tips Mengajukan KPR untuk Pekerja Kontrak

Ada baiknya jika kamu membereskan semua utang yang tersisa sebelum mengajukan KPR. 

Kalaupun kondisinya belum memungkinkan, pastikan rasio utang tersisa berada di angka 30% dari total penghasilan. 

Bila lebih dari itu, kecil kemungkinan pengajuan akan disetujui bank. 

Jadi, pastikan rasio utang berada dalam kondisi yang layak untuk mengajukan kredit pemilikan rumah. 

Tidak ada riwayat kredit macet

Dalam setiap proses pengajuan kredit melalui lembaga perbankan, pastilah melalui tahapan BI checking.

Tujuannya, untuk melihat riwayat kredit calon debitur secara lengkap. 

Jadi, penting bagi calon debitur memastikan tidak ada riwayat kredit macet sebelum mengajukan KPR.

Bila dalam BI checking diketahui calon debitur pernah memiliki riwayat kredit macet, maka pengajuan KPR kemungkinan besar akan ditolak. 

Pilih harga rumah sesuai kemampuan

Sikap realistis adalah hal yang harus kamu tunjukkan ketika hendak mengajukan kredit pemilikan rumah. 

Artinya, jangan memaksakan membeli rumah dengan harga yang jauh dari kemampuan finansial. 

Kalaupun kamu memaksakan untuk mengambil hunian dengan harga yang mahal, maka pengajuan KPR kemungkinan besar akan ditolak. 

Jadi, penting juga bagi kamu untuk terlebih dahulu melakukan simulasi KPR, salah satunya melalui fitur kalkulator KPR 99.co Indonesia.

Baca juga:

Tips Mudah agar Lolos Proses KPR

Siapkan DP atau uang muka

Perlu persiapan matang ketika hendak membeli rumah, sekalipun dengan metode kredit.

Jadi ketika kamu akan mengajukan KPR, tunjukkan bahwa kamu benar-benar siap, salah satu dengan menyiapkan uang muka.

Sebisa mungkin, siapkan uang muka dalam jumlah besar. Hal ini bisa menjadi poin plus bagi calon debitur yang mengajukan KPR.

Pembayaran uang muka dalam jumlah besar akan mengurangi rasio utang yang harus dibayarkan, termasuk besaran bunganya.

Itulah pembahasan mengenai KPR untuk pekerja kontrak.

Jangan lupa, temukan rekomendasi perumahan berkualitas di laman Projek Hunain Baru 99.co Indonesia. 

Di sana, kamu bisa menemukan banyak rumah dijual dengan harga terjangkau, seperti Griya Shafa Marwa 2 Tahap 2, Pasirjambu Regency, dan Mustika Village Sukamulya.

Semoga informasi ini bermanfaat

Author

Septian Nugraha