Unik dan Megah, 5 Fakta Menarik Seputar Masjid Agung Semarang

30 Jan 2020 - Yuhan Al Khairi

Unik dan Megah, 5 Fakta Menarik Seputar Masjid Agung Semarang

Jika berkunjung ke Kota Semarang, enggak afdol rasanya jika tidak mengunjungi Masjid Agung Semarang. 

Pasalnya, gaya arsitektur masjid ini cukup unik dan berbeda dari masjid-masjid lain di Pulau Jawa.

Dibangun di atas lahan seluas 119 hektare, Masjid Agung Semarang atau disebut juga sebagai Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berlokasi di Jalan Gajah Raya, Gayamsari, Kota Semarang.

Jika dilihat dari lokasinya, bangunan masjid yang satu ini memang berada tepat di jantung Kota Semarang, bersanding manis dengan gedung-gedung perkantoran tinggi yang ada di sekitarnya.

Meski begitu, kemegahan gaya arsitektur bangunan masjid membuatnya tetap jadi pusat perhatian bagi banyak orang. 

Sehingga, tak jarang orang berkunjung ke tempat tersebut untuk menikmati keindahannya.

Lantas, bagaimana sih sebenarnya keunikan dan kemegahan dari masjid agung yang satu ini? 

Apa yang membuatnya berbeda dari masjid-masjid pada umumnya? 

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

5 Fakta Menarik Masjid Agung Semarang

Kemegahan dan keunikan gaya arsitekturnya membuat Masjid Agung Semarang tidak hanya dipakai sebagai tempat beribadah, namun sebuah ikon dan tujuan wisata religi baru yang ada di kota tersebut.

Atas alasan itulah, kamu wajib untuk mengunjungi Masjid Agung Semarang dan melihat bagaimana keunikan dan kemegahan yang dimiliki oleh masjid tersebut. 

Di antaranya adalah:

Sejarah Masjid Agung Semarang yang Tak Biasa

Jarang sekali kita temui kasus sengketa tanah yang terjadi pada saat pembangunan sebuah masjid. 

Meski begitu, sengketa tersebut justru sempat menimpa Masjid Agung Semarang pada saat pembangunannya.

Lahan dibangunnnya masjid ini sebenarnya pemberian Bupati Semarang pertama, Ki Ageng Pandanaran II. 

Namun, karena kepemilikan surat tanahnya bermasalah, banyak yang mengeklaim tanah tersebut.

Baca juga:

Contoh Surat Jual Beli Tanah Lengkap Berdasarkan Jenis dan Fungsinya

Namun, berkat dukungan Mardiyanto, Gubernur Jawa Tengah yang menjabat saat itu, sengketa atas tanah wakaf ini akhirnya dapat diselesaikan dan kepemilikan atas tanah tetap jatuh ke tangan pemerintah.

Sehingga, pada tahun 2002 pembangunan masjid tetap dapat dilaksanakan dan selesai pada tahun 2016.

Desain Arsitektur Masjid Mengadopsi Gaya Timur Tengah, Jawa, Yunani

Tadi telah disebutkan, bahwa desain arsitektur Masjid Agung Semarang terlihat sangat unik dan megah. 

Namun, apa yang membuat hal tersebut bisa terjadi?

Hal ini tak lain dan tak bukan, disebabkan oleh banyaknya akulturasi budaya yang terjadi pada bangunan masjid tersebut.

Misalnya seperti gaya arsitektur Timur Tengah, Jawa dan juga Yunani atau Roma.

Perpaduan ketiga budaya tersebut membuat bangunannya terlihat sangat unik dan berbeda dengan yang lainnya. 

Lihat saja bagian atap limasan masjid tersebut yang kental dengan gaya arsitektur Jawa.

Sedang, di bagian ujungnya terdapat kubah dengan diameter 20 meter yang dikelilingi oleh 4 menara dengan tinggi masing-masing 62 meter, yang sangat mencerminkan gaya arsitektur Timur Tengah.

Untuk pengaruh gaya arsitektur Yunani sendiri, hal tersebut terlihat pada 25 pilar pada plaza utama Masjid Agung Semarang yang dilengkapi dengan ukiran kaligrafi menyerupai bangunan Colosseum, Roma.

Terdapat Enam Payung Hidrolik Raksasa

Siapa sih yang enggak tahu Masjid Nabawi di Madina? 

Selain menjadi masjid yang sangat penting bagi umat Islam, masjid ini juga terkenal dengan penggunaan payung hidrolik raksasanya.

Nah, untuk kamu yang belum pernah mengunjungi Masjid Nabawi, kamu juga bisa kok melihat keindahan dan kecanggihan payung hidrolik raksasa otomatis tersebut di Masjid Agung Semarang.

Keenam payung ini terletak di halaman Masjid Agung Semarang. 

Pada waktu-waktu tertentu payung akan terbuka dan kamu bisa berteduh di bawahnya sambil menikmati keindahan arsitektur masjid tersebut.

Setiap Desain Memiliki Filosofinya Sendiri

Kematangan konsep dan desain Masjid Agung Semarang memang tak perlu diragukan lagi. 

Pasalnya, setiap elemen yang terdapat pada masjid tersebut memiliki filosofi yang berbeda-beda.

Misalnya, pada saat memasuki gerbang masjid kamu akan disambut dengan 9 air mancur yang mewakili 9 Walisongo. 

Lebih ke dalam lagi, kamu akan menemukan 5 air mancur lain yang mewakili 5 rukun iman.

Tak jauh dari air mancur tersebut, terdapat gerbang yang tersusun dari 25 lengkung yang mengingatkan kita pada 25 Nabi dalam Islam. 

Keenam payung hidrolik tadi juga memiliki arti, yakni 6 rukun iman.

Di bagian dalam masjid, kamu akan menemukan lampu-lampu kecil yang terletak di bawah kubah utama.

Lampu-lampu ini merupakan simbol jagat raya, yang mencerminkan bahwa suatu saat nantinya manusia akan berpulang dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Dilengkapi Fasilitas dan Ornamen yang Unik

Fakta terakhir yang harus kamu ketahui tentang Masjid Agung Semarang adalah masjid yang satu ini ternyata memiliki fasilitas penginapan. 

Penginapan tersebut terdiri atas 23 kamar dengan kelas berbeda.

Selain itu, di kawasan masjid juga terdapat menara pandang yang biasa dipakai untuk mengamati hilal. 

Di dalamnya, terdapat sebuah teropong canggih yang bisa digunakan untuk mengamati bintang.

Bukan hanya menara pandang saja, di dalam kompleks Masjid Agung Semarang juga ada menara setinggi 99 meter yang disebut sebagai Al-Husna.

Lantai dasar menara ini merupakan kantor radio DAIS (Dakwah Islam) dan stasiun televisi MAJT TV. 

Sedang, lantai 2 dipergunakan untuk museum yang menyimpan sejarah masuknya Islam di Pulau Jawa.

Menariknya, pada lantai 18 menara tersebut terdapat sebuah restoran yang bisa berputar.

Sementara lantai 19 biasanya digunakan sebagai gardu pandang Kota Semarang, sekaligus tempat rukyat hilal.

Ornamen unik lainnya yang terdapat pada masjid ini adalah adanya koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm² yang terletak di ruang shalat. 

Selain itu, Masjid Agung Semarang pun memiliki bedug raksasa berukuran panjang 310 cm dan diameter 220 cm. 

Bedug yang merupakan replika bedug Pendowo Purworejo ini sengaja dibuat oleh santri Ponpes Banyumas dari kulit lembu Australia.

Tentunya berbagai fakta menarik di atas dapat menjadi wisata di Semarang yang menarik dan dikunjungi banyak pengunjung.

Itu tadi beberapa hal menarik yang harus kamu ketahui tentang Masjid Agung Semarang. 

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua ya!

Baca juga:

Menyelisik Desain Arsitektur Masjid Kubah Emas Depok yang Mendunia

Author:

Yuhan Al Khairi