Mau Istirahat Lebih Nyaman? Coba Tips Mudah Ini agar Kama...

Mau Istirahat Lebih Nyaman? Coba Tips Mudah Ini agar Kamar Tidak Lembab!

- Martha
Mau Istirahat Lebih Nyaman? Coba Tips Mudah Ini agar Kamar Tidak Lembab!

Merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui cara agar kamar tidak lembab.

Karena selain bisa menyebabkan dinding mengelupas, membuat perabotan kayu jadi mudah lapuk, hingga menimbulkan bau tak sedap, kamar lembab juga tidak sehat bagi penghuninya.

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh kondisi kamar yang lembab antara lain, penyakit kulit misalnya iritasi, kudis dan kurap.

Selain itu bisa juga menyebabkan iritasi mata bahkan gangguan pernapasan yang jadi kasus paling banyak.

Ini karena molekul air dalam udara akan terhirup, kemudian mengendap dalam saluran pernapasan, yang akibatnya membuat Anda batuk terus menerus bahkan menderita asma.

Terlebih kalau Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah…

Kondisi kamar lembab akan membuat Anda makin mudah diserang oleh berbagai macam penyakit karena adanya jamur yang memang sangat mudah tumbuh pada suhu lembab.

Beberapa jenis jamur yang bisa memengaruhi kesehatan manusia adalah Aflatoksin, yang berkembang biak dengan mudah dalam kadar kelembapan 85% dan sering mengontaminasi makanan khususnya biji-bijian.

Lalu juga Citrinin, yang sering ada di jagung, beras, gandum, bahkan sangat mudah meracuni melalui fermentasi keju. Dan Ochratoxin yang bisa ditemui di makanan atau sereal, daging babi, ayam dan kopi. Jamur ini bisa menyebar melalui udara kemudian masuk ke dalam saluran pernapasan.

Nah, setelah mengetahui beberapa bahaya dari kondisi kamar lembab, tentu kini saatnya Anda mengetahui cara-cara yang bisa dilakukan agar kamar tidak lembab.

Yang perlu Anda lakukan lebih dulu adalah menemukan sumber kelembaban.

Umumnya ini disebabkan oleh kurang atau tidak adanya sinar matahari yang masuk ke kamar dan sirkulasi udara yang tidak lancar.

Kedua hal ini penyebabnya juga beragam, salah satunya adalah posisi kamar, misalnya terletak di bagian paling belakang atau terhalang oleh bangunan dan benda lain.

Kalau ada kemungkinan untuk melakukan perubahan pada kamar, Anda bisa mencoba mengakalinya dengan mengganti genteng di atas kamar dengan yang berbahan kaca dan jangan lupa untuk melubangi asbes yang ada di atasnya.

Sehingga tidak hanya cahaya bisa masuk, tapi udara juga bisa mengalir dengan baik dalam kamar.

Dan bicara sirkulasi udara, Anda bisa membuat tambahan ventilasi.

Ukurlah luas ventilasi, dimana batasan luas minimalnya adalah 15% dari ukuran lantai. Kalau bisa buat dengan sistem cross ventilation, atau setidaknya usahakan buat ventilasi di atas pintu.

Cara lainnya adalah menggunakan cat dinding antilembab

Seperti yang dibahas sebelumnya, kamar lembab akan dengan mudah membuat tembok kusam dan mengelupas. Bahkan dinding semennya bisa rontok karena plesteran dinding tidak tahan air.

Jadi penting memperkuat dinding dengan lapisan semen sehingga lebih tahan air, ditambah dengan mengecat dinding tembok dengan cat antiair yang memiliki kandungan elastis dan kedap air.

Tapi jika tidak memungkin untuk melakukan perbaikan atau perubahan pada kamar, Anda cukup menggunakan beberapa peralatan khusus yang dengan mudah bisa ditempatkan di kamar.

Misalnya exhaust fan.


Meski bentuknya mirip kipas angin, exhaust fan berbeda karena memiliki mode dua putaran yang bisa menyedot sekaligus membuang udara. Pemasangan paling mudah adalah model window mount dan ceiling mount, yang bisa Anda pilih sesuai kondisi kamar.

Perputaran udara yang baik dalam sebuah ruangan bisa membantu mengeluarkan udara yang terlalu basah dan mengurangi kelembaban.

Peralatan lainnya yang bisa Anda gunakan adalah dehumidifier, yang berguna menyerap udara lembab dan mengubahnya menjadi udara dingin.

Atau juga AC yang sangat mungkin untuk mengendalikan kelembaban dalam ruangan di musim panas yang kelembabannya mencapai 70%. Jika AC dinyalakan sekitar satu jam, air dalam ruangan bisa mengembun dan kelembabannya turun hingga 40%.

Cara praktis lainnya adalah menggunakan penyerap udara lembab. Ada banyak jenis penyerap kadar air dalam ruangan, mulai dari penyerap ruangan kemasan hingga penyerap udara alami.

Produk penyerap ruangan buatan pabrik biasanya terbuat dari bahan calcium chlorida, bentonite, amylopection yang sudah memiliki standar keamanan bagi lingkungan.

Ini bisa jadi cara praktis, dimana Anda tinggal menempatkan produk yang biasanya berupa kapur atau serbuk ini di kamar, dan dengan sendirinya nanti akan menyerap air hingga kemudian berubah menjadi gel.

Kelemahannya adalah, secara berkala Anda harus mengganti produk ini dengan yang baru, biasanya sebulan sekali.

Nah, kalau ingin yang lebih praktis tanpa perlu mengganti dan membeli baru, ada bahan alami yang bisa digunakan berkali-kali sehingga lebih efisien misalnya saja:

  1. Garam


Dalam hal ini yang digunakan adalah garam yang butirannya kasar. Garam bisa mengurangi kelembaban udara dengan cara menyerap air disekitarnya.

Kalsium klorida, bisa menyerap kelembaban hingga 14 kali beratnya sendiri, sehingga ini bisa jadi solusi terbaik untuk mengurangi kelembaban bahkan aroma tak sedap.

Cara penggunaannya pun mudah, karena Anda cukup menempatkan garam dalam piring di sudut-sudut kamar atau perabotan.

Jangan lupa untuk menjemur butiran garam yang basah secara berkala, lalu setelah kering bisa digunakan kembali.

  1. Arang

Arang aktif dinilai efektif menyerap kadar air berlebih dalam ruangan karena teksturnya yang berongga.

Selain kelembaban berkurang, melalui lubang halusnya arang juga bisa membersihkan udara, dan menyerap bau tak sedap, sehingga udara jadi lebih segar.

Sama seperti garam, Anda cukup menempatkan arang dalam wadah, dan sebulan sekali sebaiknya jemur arang agar kembali kering dan bisa digunakan lagi.

  1. Lilin

Bisa dimanfaatkan karena energi panas yang dikeluarkan api bisa menghilangkan partikel air di udara yang berlebihan.

Sebaiknya pilih lilin dengan aroma terapi agar aroma tak sedap dari kamar lembab juga bisa sekaligus hilang, bahkan bisa membuat kamar memiliki wewangian yang menyenangkan.

  1. Tanaman tertentu


Banyak sekali manfaat tanaman disamping bisa membuat ruangan terasa lebih asri, salag satu satunya bisa dimanfaatkan agar kamar tidak lembab.

Pori-pori dan akar daun akan menyerap polutan dan juga bisa mengendalikan kelembaban.

Salah satu contoh tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah rosemary. Aroma unik Rosemary menyebar di dalam rumah dan dapat menghilangkan bau dan kelembaban yang tidak sedap.

Dengan manfaat yang kurang lebih sama Anda juga bisa memilih bunga ivy, atau chamomile yang ternyata selain bisa menyerap kelembaban, bisa juga menenangkan pikiran.

Dan contoh bahan alami berikut ini tak hanya bisa mengurangi kelembaban di kamar tapi juga mengatasi aroma tak sedap dari kamar lembab.

Dan bicara menghilang aroma tak sedap dari kamar lembab, Anda juga bisa memanfaatkan bahan

  1. Biji Kopi

Biji kopi panggang memiliki bau yang kuat dan dapat dengan mudah digunakan untuk menyingkirkan bau karena kamar lembab.

Tinggal masukkan biji kopi ke dalam mangkuk dan tempatkan di kamar yang lembab.

Selain berbentuk biji, kopi juga bisa digunakan dalam bentuk bubuk dengan menempatkannya dalam kantong kain.

  1. Air jeruk

Aroma sitrat dinilai juga bisa membantu menyingkirkan bau lembab dengan cara penggunaan yang mudah.

Caranya cukup dengan memeras jeruk nipis dan campurkan dengan air hangat lalu masukkan dalam botol spray dan semprotkan ke seluruh kamar.

  1. Kayu Manis


Selain memiliki kandungan minyak esensial antimikroba, aromanya juga dapat berdifusi dengan mudah, sehingga membuat udara dalam kamar jauh lebih nyaman.

Caranya tuang sedikit bubuk kayu manis ke dalam kantong kain dan letakkan di tempat yang strategis untuk menghilangkan bau busuk. Atau Anda juga bisa memanfaatkan batangan kayu manis dengan mengikat dan menggantungnya dalam ruangan.

***

Itu dia beberapa cara agar kamar tidak lembab.

Agar bisa nyaman berada di kamar, jangan biarkan kondisi lembab di dalam kamar terlalu lama. Selain aromanya mengganggu, seperti yang dijelaskan di awal juga bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Author

Martha