Seluk-beluk Over Kontrak dan Ketentuan Hukumnya

Seluk-beluk Over Kontrak dan Ketentuan Hukumnya

- Septian Nugraha
Seluk-beluk Over Kontrak dan Ketentuan Hukumnya

Istilah over kontrak barangkali masih terdengar asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia.

Praktik ini sejatinya lumrah terjadi dalam dunia properti, umumnya melibatkan penyewaan ruko, kios, rumah, hingga toko. 

Sederhananya, over kontrak adalah praktik mengalihkan kontrak sewa properti yang masih berjalan kepada pihak ketiga sebagai penyewa baru. 

Akan tetapi ini adalah praktik yang berbeda dengan menyewakan kembali. Pasalnya, pengalihan sewa tidak dilakukan oleh pemilik properti, melainkan penyewa pertama. 

Bila masih bingung, berikut contoh kasusnya.

Andri mengontrak rumah di Mustika Village Sukamulya kepada Iwan, berdurasi empat tahun. 

Andri pun membayar penuh harga sewa rumah tersebut di muka, kepada Iwan sebagai pemilik rumah. 

Namun pada tahun ketiga masa sewa, Andri memutuskan mengalihkan sewa rumah tersebut kepada Johan sebagai pihak ketiga, karena harus pindah ke luar negeri.

Hal yang dilakukan oleh Andri itulah yang disebut over kontrak. 

Baca juga:

Memahami Hukum Sewa-Menyewa Rumah sesuai KUH Perdata

Ketentuan Hukum Over Kontrak

Ketentuan Hukum Over Kontrak 

Pertanyaannya, apakah praktik tersebut diperbolehkan? Jawabannya adalah boleh, dengan catatan diketahui oleh pemilik properti. 

Bila over kontrak dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik properti atau pemberi sewa, maka pemilik bisa membatalkan perjanjian kepada penyewa pertama dan berhak menuntut ganti rugi.  

Landasan hukum mengenai praktik tersebut tercantum dalam Pasal 1559 KUH Perdata. 

Disebutkan: “Mengulang-sewakan adalah suatu perbuatan yang dilarang secara hukum, kecuali jika diperjanjikan dengan tegas dalam perjanjian sewa sebelumnya dengan pemilik asal.”

Landasan hukum lainnya tercantum dalam Peraturan Pemerintah no. 44/1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik.

Disebutkan: “Penghunian rumah oleh bukan pemilik dengan cara sewa menyewa hanya sah apabila ada persetujuan atau izin pemilik.” 

Maka dari itu, over kontrak merupakan praktik yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Namun harus seizin dan sepengetahuan pemberi sewa.  

Selain itu, alangkah lebih baik jika perihal over kontrak dicantumkan dalam klausul surat perjanjian sewa-menyewa antara pemilik properti dengan penyewa. 

Misalnya, pemilik properti keberatan dengan praktik over kontrak. 

Maka cantumkan klausul perihal larangan penyewa untuk mengulang-sewakan properti tersebut kepada pihak ketiga dengan alasan apapun. 

Namun, jika tidak merasa keberatan, tinggal cantumkan klausul terkait diperbolehkanya penyewa melakukan over kontrak, dengan sepengetahuan pemilik. 

Tips Over Kontrak yang Aman dan Beretika

Tips Over Kontrak yang Aman dan Beretika

Jika kebetulan kamu berada di posisi sebagai penyewa dan berniat melakukan over kontrak, maka ada sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan. 

Berikut adalah tips over kontrak legal dan beretika: 

Meminta Izin Pemilik 

Hal paling fundamental dalam praktik over kontrak adalah izin dari pemilik properti. Maka, meminta izin pemilik terkait rencana over kontrak adalah hal wajib yang harus dilakukan. 

Jangan pernah melakukan over kontrak di bawah tangan atau tanpa sepengetahuan pemilik properti sebagai objek sewa. 

Membuat Surat Perjanjian Tertulis

Selain itu, ada baiknya untuk membuat perjanjian over kontrak yang melibatkan tiga pihak terkait (pemilik, penyewa, dan pihak ketiga). 

Pastikan bahwa semua pihak berkomitmen untuk melakukan kerja sama terkait over kontrak, agar tidak ada yang dirugikan.

Menetapkan Harga Sewa yang Masuk Akal

Sebenarnya tidak ada ketentuan pasti mengenai penetapan harga sewa over kontrak. 

Namun, demi menjaga etika, ada baiknya untuk menetapkan harga yang tidak melebihi harga sewa antara pemilik dengan penyewa pertama. 

Pastikan Tidak Ada Tunggakan

Memastikan tidak adanya tunggakan adalah hal paling penting sebelum melakukan over kontrak. 

Selain biaya sewa, penyewa yang akan melakukan over kontrak pun harus memastikan tidak adanya tunggakan biaya listrik, air, telepon, keamanan, sampah dan lain sebagainya.

 

Itulah pembahasan mengenai over kontrak. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Perbarui informasi dan pengetahuanmu mengenai dunia properti di laman Panduan 99.co Indonesia

Selain itu, kamu juga bisa menemukan sejumlah rekomendasi rumah disewa di laman 99.co Indonesia. 

Bahkan, ada banyak juga pilihan properti baru dari pengembang terpercaya. 

Sebagai rekomendasi untuk kamu ada beberapa pilihan hunian nyaman berkualitas seperti  Perumahan Springhill Yume Lagoon atau Montana Aparthouse

Baca juga: 

Sewa Rumah atau Beli Rumah? Begini Pertimbangannya

Author

Septian Nugraha