Panduan Lengkap Memahami Tanah Gambut | Ciri-Ciri, Jenis,...

Panduan Lengkap Memahami Tanah Gambut | Ciri-Ciri, Jenis, dan Manfaat

- Yuhan Al Khairi
Panduan Lengkap Memahami Tanah Gambut | Ciri-Ciri, Jenis, dan Manfaat

(Photo: Shutterstock)

Pasti Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah tanah gambut? Jenis tanah ini memang sering kali kita dengar bermanfaat sebagai sumber energi bahan bakar. Lantas, apakah hal tersebut benar?

Tanah gambut sendiri dapat diartikan sebagai tanah yang terbentuk dari penumpukan sampah-sampah organik dari tumbuhan yang setengah membusuk atau terdekomposisi secara tidak sempurna.

Oleh sebab itulah, selain diperkaya dengan kandungan bahan organik yang tinggi, tanah gambut juga memiliki tekstur yang lunak dan mudah ditekan, sehingga cukup mudah untuk dikeringkan.

Jika demikian, bagaimana sih ciri-ciri, sifat, hingga jenis dari tanah gambut? Untuk tahu lebih banyak, simak ulasan lengkap mengenai tanah gambut berikut ini ya.

Ciri-Ciri Tanah Gambut

Beda daerah, beda pula jenis dan ciri-ciri tanahnya. Ciri-ciri dan jenis tanah ini pada dasarnya banyak dipengaruhi oleh faktor geografis dari suatu daerah.

Meski terlihat sama-sama saja, namun antara tanah gambut dan jenis tanah lainnya memiliki ciri-ciri yang berbeda. Berikut ciri-ciri tanah gambut:

  1. Tanah gambut biasanya memiliki ciri-ciri bertekstur basah, lembek, dan lunak;

  2. Selain itu, warna tanah gambut juga terlihat agak gelap;

  3. Tanah gambut juga memiliki sifat asam yang tinggi;

  4. Tanah gambung cenderung kurang subur karena memiliki unsur hara yang terbatas; serta

  5. Banyak ditemukan di kawasan lahan yang basah, seperti rawa-rawa.

Banyak yang salah kaprah karena menganggap tanah gambut cocok dijadikan sebagai lahan pertanian.

Setelah membaca ciri-ciri di atas, sekarang kita mengetahui bahwa tanah gambut memiliki zat asam yang cukup tinggi, serta mengandung unsur hara yang rendah.

Dari situ kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa jenis tanah ini tidak cocok untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Jangan sampai salah ya.

Jenis Tanah Gambut

(Photo: Shutterstock)

Buka cuma memiliki ciri-ciri yang beragam, tanah gambut ternyata memiliki lebih dari satu jenis saja. tercatat, ada dua jenis tanah gambut yang memiliki ciri dan sifat yang berbeda. Berikut penjabarannya.

  1. Tanah Gambut Topogen

Tanah gambut topogen adalah jenis tanah gambut yang banyak ditemukan di dasar danau. Lokasinya yang sulit membuat jenis tanah ini bisa mengendap dan terpendam di dasar danau.

Bahkan, tingkat ketebalan tanah gambut topogen bisa mencapai hingga 4 meter, lho. Sehingga, tak jarang ditemui tanah gambut topogen malah menutupi permukaan dasar danau.

Satu hal yang menarik dari jenis tanah ini adalah tanah topogen termasuk jenis tanah gambut yang subur.

Mengapa bisa demikian? Hal ini lagi-lagi disebabkan oleh lokasinya yang berada di dasar danau. Kandungan mineral yang tinggi pada air danau membuat unsur hara tanah tersebut jadi meningkat.

Sehingga, tumbuhan-tumbuhan yang biasa ada di dasar danau bisa tumbuh subur di atasnya.

  1. Tanah Gambut Ombrogen

Tanah gambut ombrogen atau dikenal juga sebagai tanah gambut sekunder merupakan jenis tanah gambut yang tumbuh dan berkembang di atas tanah gambut topogen.

Oleh karenanya, tidak heran jika tingkat ketebalan tanah gambut ini bisa melampaui hingga permukaan danau. Saking tebalnya, permukaan tanah gambut ombrogen terlihat hampir menyerupai kubah.

Pembentukan tanah gambut ombrogen sendiri banyak dipengaruhi oleh air hujan. Air hujan di sini bertugas sebagai “pencuci” dan “pembersih” dari tanah tersebut.

Sehingga, unsur hara yang terdapat di dalam tanah ini menjadi sangat sedikit dan tidak bisa dijadikan sebagai tempat tumbuhnya tumbuhan-tumbuhan dasar danau.

Manfaat Tanah Gambut

(Photo: Shutterstock)

Sebelumnya, di awal pembahasan kita sempat membahas sedikit mengenai manfaat dari tanah gambut yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat, yakni sebagai sumber energi bahan bakar.

Pemanfaatan tanah gambut seperti ini banyak dipraktekkan oleh negara-negara yang tidak memiliki banyak pohon, sehingga mereka mengolah tanah gambut sebagai bahan energi kebutuhan rumah tangga.

Contoh pemanfaatan tanah gambut sebagai bahan energi dalam skala besar adalah negara Finlandia. Di negara tersebut, lahan gambut dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik bervolume 190 MW.

Diperkirakan, volume tanah gambut yang ada di dunia mencapai hingga 4 triliun meter kubik. Tanah ini juga memiliki potensi energi hingga sekitar 8 miliar terajoule.

Oleh sebab itu, potensi yang dimiliki oleh tanah gambut terbilang sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan energi masyarakat dunia.

Peta Persebaran Tanah Gambut

Tanah gambut termasuk jenis tanah yang cukup gampang ditemui di banyak negara. Faktanya, lebih dari 60 persen lahan basah yang ada di bumi terdiri dari jenis tanah gambut.

Beberapa daerah yang dikenal memiliki lahan gambut luas adalah Rusia, Ukraina, Belanda, Finlandia, dan lain-lain. Sedang, wilayah-wilayah di bagian selatan dunia biasanya memiliki lebih sedikit lahan gambut.

Negara-negara tersebut di antaranya seperti negara Selandia Baru, Kerguelen, Patagonia Selatan, hingga Kepulauan Falkland. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Lahan gambut terluas yang ada di Indonesia terdapat di kawasan Pulau Sumatera, luasnya diperkirakan mencapai 7,3-9,7 hektar, atau sama dengan seperempat luas gambut yang ada di seluruh daerah tropis.

Di regional Asia Tenggara lahan gambut memiliki presentasi sebanyak 76 persen atau mencapai luas 27 juta hektare, dan dari luas tersebut sebesar 83 persennya ada di wilayah Indonesia.

Menariknya lagi, terdapat satu kota di Indonesia yang dibangun di atas tanah gambut? Ya, kota tersebut adalah Kota Palangkaraya, di provinsi Kalimantan Tengah.

Maka dari itu, jika dilihat dari penjabaran di atas kita dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatan lahan gambut di Indonesia berpotensi cukup besar.

Pelestarian Tanah Gambut Dibutuhkan

(Photo: Shutterstock)

Melihat besarnya potensi yang dimiliki oleh tanah gambut, agaknya kita wajib untuk menjaga kelestarian tanah tersebut. Pemanfaatan lahan gambut sebenarnya sah-sah saja, namun caranya juga harus benar.

Dewasa ini, tak sedikit lahan gambut yang akhirnya rusak karena alih fungsi lahan yang dilakukan oleh manusia. Kegiatan alih fungsi lahan ini sering kali menyalahi aturan.

Untuk membuka lahan baru, orang-orang memotong habis pepohonan yang ditanam di atas lahan gambut, lalu mengeringkan lahan terus dengan membuat  saluran air yang mengalir ke dalam tanah.

Dengan mengalirnya air ke dalam tanah gambut, kandungan air yang terdapat di lahan tersebut terkuras keluar dan membuat lahan menjadi kering.

Celakanya, lahan gambut yang kering membuat permukaan tanah menjadi turun, akar-akar pohon tercabut keluar, hingga terjadi erosi tanah.

Selain itu, lahan gambut yang kering juga sudah tidak bisa difungsikan lagi seperti sedia kala. Malahan, lahan tersebut jadi rentan panas dan berisiko tinggi mengakibatkan bencana kebakaran hutan.

Oleh karenanya, penting sekali untuk menjaga kelestarian lahan gambut yang kita miliki sekarang. Sebab, rusaknya tanah bisa berakibat buruk pada keseimbangan ekosistem alam.

***

Itu tadi beberapa hal yang patut Anda ketahui mengenai tanah gambut.

Apakah Anda berencana membeli sebidang lahan dalam waktu dekat? Jika iya, temukan berbagai tanah dijual dari seluruh daerah di Indonesia lewat situs properti 99.co/id, atau dikenal sebagai 99.co Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Author

Yuhan Al Khairi