Pengertian Hingga Manfaat: Hal-Hal yang Penting Diketahui dalam Investasi Properti

17 Jul 2019 - Yuhan Al Khairi

Pengertian Hingga Manfaat: Hal-Hal yang Penting Diketahui dalam Investasi Properti

(Photo: Freepik)

Gaung investasi properti sebagai salah satu jenis investasi paling menguntungkan mungkin sudah sering kita dengar. Namun, keuntungan tersebut hanya bisa didapatkan jika kita melakukannya secara benar.

Banyak makalah investasi yang membahas masalah ini, akan tetapi, cuma sedikit yang secara komprehensif mengulas mulai dari pengertian, tujuan, jenis, cara, hingga manfaat investasi tersebut.

Agar investasi properti yang kamu lakukan berjalan lancar dan menghasilkan timbal-balik yang besar, berikut makalah investasi tentang seluk-beluk investasi properti yang penting untuk diketahui.


Apa Itu Investasi Properti?

Sebelum kita memulai makalah investasi ini, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari investasi properti.

Secara harfiah, seperti yang dikutip pada laman Wikipedia Indonesia, pengertian investasi adalah:

“Suatu istilah yang digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan akumulasi dalam bentuk aktiva sebagai harapan untuk mendapatkan keuntungan.”

Lain halnya dengan investasi properti, menurut International Accounting Standard, investasi properti merupakan:

“Properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya.”

Singkatnya, yang disebut sebagai investasi properti adalah kegiatan menanamkan modal atau dana serta kemampuan kita ke dalam pengembangan properti.

Investasi properti bisa dimulai dengan membeli tanah atau jenis properti lainnya, seperti rumah untuk dijual atau disewakan setelah beberapa tahun ketika nilai dari rumah tersebut meningkat.

Tujuan Investasi dalam Bisnis


(Photo: Freepik)

Setelah mengetahui pengertian dari investasi, pembahasan selanjutnya dalam makalah investasi ini adalah tujuan dari investasi itu sendiri.

Terdapat beberapa tujuan dalam melakukan investasi sebagai lahan bisnis, seperti:

  1. Mencari Keuntungan

Tentu saja, setiap kegiatan bisnis yang kita lakukan pasti berhubungan dengan timbal balik atau keuntungan yang diharapkan di masa depan.

Dalam kasus investasi properti, sebuah rumah yang kita beli, kemudian kita sewakan atau kita jual dalam beberapa tahun sudah barang tentu mengalami peningkatan harga jual.

Sehingga, pada saat kita menyewakan/menjual rumah tersebut, maka keuntungan yang didapatkan bisa jadi kontinu atau lebih besar.

  1. Melanjutkan Keberlangsungan Bisnis

Jika investasi termasuk ke dalam kegiatan bisnis, maka melakukan investasi properti juga termasuk dalam mempertahankan keberlangsungan bisnis properti.

Sebab, dari keuntungan yang dihasilkan oleh investasi tersebut, nantinya dapat dijadikan sebagai modal untuk melanjutkan dan memperbesar usaha.

  1. Jaminan Hidup

Melakukan investasi tentu membutuhkan waktu, oleh sebab itu, biasanya hasil dari sebuah investasi baru dapat dinikmati dalam beberapa waktu kemudian.

Tak heran, jika banyak orang melakukan investasi properti untuk jaminan hidupnya di masa depan ya.

Itu tadi beberapa tujuan melakukan investasi dalam bisnis, maka pembahasan selanjutnya pada makalah investasi ini adalah jenis-jenis dari investasi properti.

Penasaran? Simak terus penjabarannya sampai selesai ya.

Jenis-Jenis Investasi Properti


(Photo: Pixabay)

Secara umum, terdapat beberapa jenis investasi dalam properti, yaitu jenis investasi berupa lahan (tanah), hunian (residensial), bangunan perkantoran, serta jenis bangunan komersial seperti pertokoan.

  1. Jenis Investasi Lahan

Jenis investasi yang satu ini erat hubungannya dengan jual beli tanah kosong, tanah beserta bangunan di atasnya, serta tanah kavling yang sudah siap bangun atau sudah dilengkapi dengan prasarana lengkap.

Sehingga, setelah bangunan didirikan segala sarana dan prasarana tersebut sudah langsung dapat dimanfaatkan, seperti jaringan jalan, drainase, listrik, air bersih dan jaringan telepon.

  1. Jenis Investasi Hunian

Investasi properti dengan jenis hunian dapat dikatakan seperti melakukan aktivitas jual beli rumah, dimana rumah tersebut biasanya sudah lebih siap huni lagi.

Contohnya seperti memiliki fasilitas umum yang lengkap, serta fasilitas sosial pendukung kehidupan sehari-hari manusia.

  1. Jenis Investasi Bangunan Perkantoran

Jika sebelumnya kita telah membahas soal investor, maka jenis investasi properti yang satu ini mirip seperti itu.

Biasanya, seseorang yang ingin melakukan bisnis properti model ini akan menanamkan modalnya pada sebuah perusahaan konstruksi yang membangun perkantoran.

Nantinya, hasil dari sewa gedung perkantoran itu akan dibagikan kepada para investornya, dan menjadi timbal-balik atas investasi yang dilakukan oleh sang investor.

  1. Jenis Investasi Komersial

Mirip seperti investasi pada gedung perkantoran, investasi bangunan pertokoan juga menitikberatkan biaya sewa bangunan sebagai timbal-balik investasi properti.

Oleh sebab itu, jenis investasi ini memiliki keuntungan yang berkelanjutan, bisa tiap bulan atau tahun.

Cara Investasi Properti secara Aman


(Photo: Pixabay)

Selayaknya bisnis pada umumnya, tidak ada satu investasi yang menjanjikan keberhasilan usaha seratus persen. Namun, untuk meminimalisir kegagalan dan kerugian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Apa sajakah itu? Ketahui selengkapnya pada makalah investasi berikut ini.

  1. Tentukan Jenis dan Jangka Waktu Investasi

Menentukan jenis investasi properti memang sangat dibutuhkan, karena berhubungan dengan fokus terbesarmu dalam menjalankan bisnis tersebut.

Selain itu, jenis properti juga akan mempengaruhi jangka waktu investasi. Apabila kamu menginginkan investasi yang tidak memakan waktu terlalu lama, maka kamu bisa memilih jenis investasi seperti hunian.

Namun, perlu diingat, bahwa properti sendiri merupakan barang mewah, yang notabenenya tidak mudah untuk diperjualbelikan. Sehingga, kesabaran adalah kunci dalam melakukan investasi ini.

  1. Mulailah Dari Skala Kecil

Tidak perlu muluk-muluk dalam melakukan investasi properti, mulailah dari skala terkecil dulu, yaitu dengan menjadi agen properti atau broker independen.

Carilah rumah yang ingin dijual, kemudian bantu untuk memasarkan rumah tersebut. Buat kesepakatan dengan penjual rumah, bila rumah tersebut laku maka kamu akan menerima sejumlah fee.

Jika kamu ingin lebih besar, dengan melakukan jual beli rumah secara langsung, kamu bisa meminjam sejumlah dana ke bank. Namun, jangan meminjam terlalu besar, perhitungkan sesuai kebutuhanmu saja.

  1. Berkonsultasi dengan Agen Properti Profesional

Agen properti profesional tidak hanya berfungsi untuk membantu menjual/mencarikan properti yang kamu butuhkan. Lebih dari itu, seorang agen properti juga berfungsi sebagai penasihat investasi.

Dengan berkonsultasi dengan agen properti, kamu bisa mengetahui bagaimana tren terkini di dunia properti. Hal ini penting, untuk menentukan strategi investasi ke depannya.

  1. Cari Tahu Waktu Terbaik Investasi Properti

Menurut beberapa ahli, waktu yang tepat untuk melakukan investasi adalah pada saat suku bunga turun. Pada saat itu, harga cicilan rumah jadi lebih murah dan orang-orang memanfaatkannya untuk beli rumah.

Oleh sebab itu, sebagai pelaku bisnis jual beli rumah hal ini wajib untuk kamu ketahui, agar peluang keberhasilanmu dalam melakukan jual beli rumah menjadi lebih besar.

Keuntungan Investasi Properti


(Photo: Freepik)

Sampailah kita pada pembahasan terakhir dalam makalah investasi ini, yaitu keuntungan dari melakukan investasi properti.

Mungkin kamu penasaran, mengapa investasi yang satu ini disebut sebagai investasi paling menguntungkan? Dan, apa saja sih keuntungan dari investasi ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ketahui selengkapnya di bawah ini.

  1. Harganya Properti Tidak Pernah Turun

Ya, rasanya hampir tidak pernah kita mendengar bahwa harga properti turun, bahkan harga rumah dan properti lainnya di Indonesia telah mencapai angka yang sangat fantastis.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Kebutuhan akan papan atau tinggal sendiri merupakan kebutuhan pokok manusia, selama manusia masih ada sejauh itulah dia membutuhkan sebuah hunian.

Oleh sebab itu, jumlah permintaannya tak pernah menurun. Akan tetapi, ketersediaan lahan kosong di Indonesia yang semakin menipis membuat keduanya menjadi tidak sejalan.

Ketika suatu barang menjadi sangat jarang di pasaran, tentu harga dari barang tersebut menjadi lebih mahal. Itulah kira-kira yang terjadi pada sektor properti.

  1. Dapat Dijadikan sebagai Jaminan Pinjaman

Buat kamu yang ingin melakukan pinjaman uang ke bank, rumahmu bisa dijadikan sebagai aset berharga penjamin pinjaman di bank.

Apalagi bagi para pengusaha, melakukan pinjaman ke bank merupakan hal yang sudah lumrah dilakukan. Uang tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai modal bisnis properti atau bisnis lainnya.

Namun, jangan gegabah dalam menggunakan uang tersebut ya, perhitungkan secara matang bagaimana cara kamu melunasi pinjaman tersebut.

  1. Tidak Berpengaruh Terhadap Inflasi

Banyak orang yang tidak mengetahui, bahwa laju kenaikan harga properti setiap tahun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi itu sendiri.

Oleh karenanya, apabila inflasi terjadi, hal tersebut bahkan tidak banyak berpengaruh pada sektor properti.

  1. Dapat Dimanfaatkan sebagai Pemasukan Rutin

Selama menunggu kenaikan harga properti yang kamu miliki, kamu bisa memanfaatkan properti tersebut dengan menyewakannya terlebih dahulu.

Dengan begitu, setiap bulannya kamu akan mendapatkan penghasilan tetap atas sewa properti tersebut. Selain itu, pemasukkan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menutupi cicilan pinjaman uang ke bank.

  1. Sebagai Investasi Jangka Panjang

Dibandingkan dengan instrumen investasi lain, investasi properti mempunyai karakter lebih tahan lama. Investasi properti membutuhkan jangka waktu rata-rata 3-5 tahun untuk menghasilkan capital gain.

Oleh sebab itu, sangat cocok untuk kamu yang ingin melakukan investasi jangka panjang. Sebab, semakin lama kamu menunda menjual rumah tersebut, biasanya akan semakin mahal.

  1. Pemilik Memiliki Kontrol Penuh Terhadap Propertinya

Berbeda dengan investor finansial yang hanya bisa membeli, menahan, dan menjual barang investasinya, sebagai investor properti kamu punya kontrol penuh terhadap properti yang kamu miliki.

Kamu dapat dengan mudah memasarkannya ketika ingin menjual properti tersebut, atau kamu juga bisa menahannya, membangun, memperbaiki, hingga menyewakannya.

Bagaimana, setelah membaca makalah investasi di atas, apakah kamu berminat melakukan investasi properti?

Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat berinvestasi!


Author:

Yuhan Al Khairi