Proses Pembentukan, Ciri Hingga Manfaat Tanah Humus

6 Agt 2019 - Martha

Proses Pembentukan, Ciri Hingga Manfaat Tanah Humus

Tanah humus merupakan salah satu jenis tanah subur yang terbentuk dari proses pembusukan organisme seperti tumbuhan dan hewan dalam jangka waktu tertentu. 

Lebih spesifiknya, tanah humus biasanya mengandung kotoran hewan, daun yang lapuk dan sebagainya. Jadi tak heran, jika kita bisa ditemukan dengan mudah menemukan tanah ini di daerah hutan khususnya hutan tropis.

Kalau secara kimia, sederhananya humus merupakan suatu kompleks organik yang mengandung fenol, asam karboksilat dan alifatik hidroksida dalam jumlah yang banyak.

Proses terbentuknya tanah humus disebut humifikasi, dan ini dapat terjadi secara alamiah maupun buatan.

Kalau proses alamiah, berupa proses pengomposan yang terjadi dengan sendirinya serta didukung oleh bahan organik dan kondisi lingkungan, dalam hal ini misalnya saja daun yang jatuh ke tanah lalu akhirnya membusuk karena karena ada mikroorganisme yang bisa mengubah bahan organik serta membentuk nutrisi. 

Agar mikroorganisme tersebut tetap aktif maka diperlukan sirkulasi udara yang baik, suhu yang tepat dan kadar air sekitar 45%.

Sementara proses humifikasi buatan yang dilakukan oleh manusia adalah dengan cara memasukkan tanaman yang busuk ke dalam tanah lalu dicampur dengan kotoran hewan. 

Bahan organik ini kemudian terurai dan membentuk partikel bermuatan negatif dan bisa menyerap nutrisi bermuatan positif yang berperan dalam menyuburkan tanah.

Ciri-ciri Tanah Humus


  1. Berwarna gelap dan ada di lapisan teratas 

Humus biasanya berwarna gelap seperti warna kecokelatan atau kehitaman, dan biasanya ditandai dengan bintik-bintik putih.

Karena berasal dari pelapukan tumbuhan, membuat tanah humus jadi sumber energi bagi mikroorganisme yang berperan dalam membuat warna tanah jadi gelap.

Dan karena terbentuk dari pembusukan ranting dan dedaunan pula, maka tanah ini biasanya sering ditemukan pada bagian lapisan teratas dari tanah

  1. Berdaya serap tinggi

Salah satu sifat tanah humus disebut koloidal dan amorfous, sifat yang juga dimiliki oleh tanah liat. Namun tentu ada perbedaan di kedua jenis tanah ini. 

Karena tanah humus punya daya serap yang lebih tinggi daripada tanah liat.

Dan dari segi tekstur, tanah humus jauh lebih gembur. 

Karena tekstur dan daya serap ini lah membuat tanah humus sangat subur dan bagus dalam menyuburkan tanaman

  1. Meningkatkan kandungan hara

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa partikel di dalam tanah humus bisa menarik kandungan positif, yang juga disebut unsur hara dimana contohnya adalah magnesium, kalsium dan kalium. Selain menarik unsur hara, tanah humus juga bisa terus memperbanyak unsur ini di dalam tanah, sehingga membuat tanaman akan tumbuh lebih subur.

Manfaat Tanah Humus


Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa tanah humus punya pengaruh yang sangat baik bagi tanaman. 

Dan lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat tanah humus:

  1. Sebagai sumber makanan tanaman

Karena berdaya serap tinggi, humus berguna dalam meningkatkan kapasitas air tanah yang berfungsi sebagai minuman bagi tumbuhan.

Jadi, kalau Anda menambahkan tanah humus pada tanah yang sudah ditanami, akan membantu tanah tersebut untuk mendapatkan asupan air yang cukup. 

Selain air, tanah humus juga berperan dalam menyediakan asupan dasar yang penting untuk perkembangan tanaman dan membantu mencegah terjadinya pengikisan nutrisi tanaman agar tidak hilang

  1. Menjaga struktur tanah

Dibanding jenis tanah lainnya, tanah humus merupakan tanah yang mempunyai struktur stabil dan bisa melindungi tanah agar tidak terkikis dengan cara membuat tekstur tanah jadi lebih gembur. Sekaligus mencegah terjadinya perubahan pH tanah.

Lalu tanah humus juga menjaga tanah dan tumbuhan yang ada disekitarnya dari kekeringan karena masih terkait dengan sifatnya yang memiliki daya serap tinggi. 

Tanah humus pun mempunyai kemampuan untuk mengikat mineral bersama dengan agregat yang berfungsi untuk meningkatkan struktur dan kesuburan tanah.

  1. Mendorong pertumbuhan dari dalam tanah

Manfaat yang satu ini juga tak kalah penting.

Karena di sini tanah humus bisa mendorong sistem pada akar tanaman untuk berkembang lebih baik.

Dan secara keseluruhan bisa pula membantu memperbaiki aktivitas biologis yang terjadi di dalam tanah


Masih bicara manfaat, bagi banyak orang pemanfaatan tanah humus sendiri di antaranya adalah:

  1. Sebagai bahan pembuatan pupuk organik

Tanah humus merupakan tanah yang paling subur untuk tumbuh- tumbuhan karena memiliki komposisi yang mirip dengan pupuk organik, khususnya pupuk kompos. 

Dan pupuk organik bisa dengan mudah dibuat sendiri menggunakan bahan alami, salah satunya tanah humus.

Lalu dalam pembuatan pupuk ini bisa ditambahkan sampah organik, makanan, kotoran dan sebagainya.

Berbagai bahan tersebut tinggal dicampur dengan menggunakan alat tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula. 

Kalau sudah selesai, hasilnya merupakan pupuk kompos yang bisa digunakan sebagai bahan untuk menyuburkan tanaman.

  1. Sebagai media tanam


Cara lain memanfaatkan tanah humus yakni secara langsung. Ya, ini langkah yang paling sederhana.

Artinya Anda bisa langsung menanam tanaman apapun di atas tanah humus, karena sifatnya memang sudah subur sehingga bisa membantu pertumbuhan tanaman dengan sangat baik.

  1. Sebagai pupuk

Pada umumnya, pupuk alami terbentuk karena proses pembusukan bagian dari tanaman seperti ranting dan daun. 

Dan karena hal tersebut juga merupakan proses pembentukan tanah humus, maka jenis tanah ini bisa menjadi pengganti pupuk juga lho… 

  1. Sebagai bahan pengomposan

Untuk pemanfaatan yang satu ini juga sangat mudah. 

Karena Anda cukup meletakkan tanah humus di atas tanah yang sudah ditanami tanaman misalnya bunga atau yang lainnya.

Hal ini dilakukan karena tanah humus dapat bekerja lebih maksimal di permukaan tanah jenis lain.


Meski banyak manfaatnya, tapi tanah humus juga bukannya tanpa kekurangan. 

Beberapa kekurangannya antara lain: 

  1. Memiliki bau yang kurang sedap, hal ini tentu karena disebabkan oleh bahan pembentukannya, seperti kotoran hewan.

  2. Sifatnya juga licin 

  3. Mudah terbakar, khususnya jika terkena api. Jadi karena di Indonesia banyak hutan tropis dengan tanah humus yang bisa ditemukan dimana-mana, akan sangat bahaya jika sudah terjadi kebakaran hutan, karena api jadi sulit dipadamkan.

  4. Jika digunakan terus-terusan, apalagi ditambah pupuk kimia, kandungan zat baik di dalam tanah humus bisa menghilang. Jadi itulah sebabnya banyak petani yang menggunakan sistem pergantian, misalnya jika di musim ini menanam satu jenis tanaman, maka musim berikutnya diganti dengan jenis lain. Sehingga kandungan tanah humus tetap terjaga kualitasnya.

Author:

Martha