Sebelum Beli Rumah Bebas PPN, Simak 4 Ketentuan Ini!

25 Jun 2021 - Shandy Pradana

Sebelum Beli Rumah Bebas PPN, Simak 4 Ketentuan Ini!

Foto: Pexels 

Perbincangan tentang rumah bebas PPN dan rumah DP 0 persen kembali ramai akhir-akhir ini.

Meski terkesan sama, ternyata kredit pemilikan rumah (KPR) dengan uang muka (DP) 0 persen dan rumah bebas PPN adalah dua insentif yang berbeda.

Namun, dua insentif ini sama-sama dibuat untuk meningkatkan konsumsi masyarakat di sektor properti, khususnya pembelian rumah siap huni.

Rumah bebas PPN sendiri ditujukan untuk membangkitkan gairah industri properti yang sedang layu, sekaligus membantu masyarakat untuk memperoleh rumah layak huni di masa pandemi. 

Lewat kebijakan rumah bebas PPN, Anda tidak perlu lagi membayar PPN untuk rumah tapak maupun rumah susun yang memiliki harga jual maksimal Rp2 miliar.

Namun sebelumnya, ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu, khususnya bagi Anda yang ingin membeli rumah dari developer dalam waktu dekat.

Salah satunya adalah perbedaan antara rumah bebas PPN dengan rumah DP 0 persen.

Perbedaan Rumah Bebas PPN dengan Rumah DP 0%

rumah bebas ppn

Foto: Pexels 

Untuk mendorong gairah di sektor properti, pemerintah Indonesia kembali mengangkat program rumah DP 0 persen untuk mempermudah kepemilikan hunian. 

Program ini sendiri ditujukan sebagai bentuk keringanan agar masyarakat umum bisa membeli hunian seperti rumah atau apartemen di masa pandemi. 

Dalam hal ini, Bank Indonesia memberikan pelonggaran Loan to Value (LTV) untuk kredit properti sebesar 100 persen yang berlaku sejak 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Namun hanya karena DP menjadi 0 persen, bukan berarti Anda bisa tenang begitu saja.

Pasalnya, dengan DP 0 persen pokok utang akan semakin besar dan akan berdampak pada tidak idealnya jumlah cicilan rumah setiap bulannya.

Sedikit berbeda dengan program DP 0 persen, rumah bebas PPN dimaksudkan untuk mempermudah pembelian properti di bawah Rp2 miliar.

Lalu, apa itu PPN? 

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah biaya yang dibebankan atas transaksi jual-beli barang dan jasa yang dilakukan oleh wajib pajak.

Dalam penjualan properti, besaran PPN yang dikenakan cukup bervariasi seperti 5%, 10%, 20%, hingga 50%.

Tentunya, semakin besar harga properti, semakin besar pula jumlah PPN yang harus dibayar.

Nah, setelah membahas perbedaan dari dua stimulan di atas, mari kita lanjut ke persyaratan dan ketentuan untuk mendapatkan rumah bebas PPN.

Beberapa Ketentuan untuk Membeli Rumah Bebas PPN

rumah bebas ppn

Foto: Justdial

Sama seperti rumah DP 0 persen, ada beberapa syarat dan ketentuan untuk membeli rumah bebas PPN. 

Dalam hal ini, rumah bebas PPN 100% hanya diperuntukkan pada rumah dengan harga hingga Rp2 miliar. 

Sedangkan untuk rumah dengan harga di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar maka akan berlaku rumah bebas PPN 50%.

Adapun beberapa ketentuan yang harus diperhatikan untuk mendapatkan rumah bebas PPN adalah sebagai berikut:

  • Rumah yang dijual harus diserahkan secara fisik pada periode pemberian insentif, terhitung sejak 1 Maret 2021 hingga 30 Agustus 2021. Insentif tidak akan berlaku di luar jangka waktu tersebut.
  • Harus rumah baru yang diserahkan dalam kondisi selesai dibangun (ready stock) dan siap huni pada tahun 2021. Kebijakan ini tidak berlaku bagi proyek rumah yang masih dibangun atau rumah inden.
  • Hanya diperuntukkan kepada satu unit rumah tapak atau rumah susun (apartemen) untuk satu orang saja. Lebih dari itu tidak akan berlaku.
  • Rumah yang sudah mendapatkan insentif bebas PPN tidak boleh dijual kembali dalam kurun waktu 1 tahun. 

Tentunya, kebijakan rumah bebas PPN ini membuat biaya beli rumah menjadi lebih murah. 

Namun sekali lagi, Anda perlu mengecek kembali beberapa syarat dan ketentuan di atas, termasuk masa berlakunya. 

Jika Anda tertarik untuk mencari rumah idaman yang mendapatkan insentif ini, langsung saja jelajahi halaman 99.co Indonesia.

Ada beragam pilihan rumah menarik seperti Citaville Residence, Taman Jatisari Permai dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat!

Author:

Shandy Pradana