9 Cara dan Tips Beli Rumah Milenial

5 Agt 2020 - Imam

9 Cara dan Tips Beli Rumah Milenial

Belakangan ini mulai banyak perbincangan seputar generasi milenial yang tidak bisa membeli rumah. 

Anggapan ini muncul bukan tanpa sebab. 

Berdasarkan data tahun 2018 dari kompas.com, 61 persen milenial belum punya rumah. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa alasan yang disinyalir menjadi penghambat generasi milenial tidak bisa beli rumah:

  • Tingkat kenaikan harga properti yang tinggi 

  • Kenaikan pendapatan yang rendah

  • Suku bunga pinjaman yang tidak sesuai bagi anak muda

  • Pengeluaran konsumsi kalangan milenial yang tinggi untuk gaya hidup

  • Banyak milenial belum menikah, sehingga tidak merasa perlu segera memiliki rumah

  • Banyak milenial yang pindah ke kota besar dengan harga properti yang tinggi

  • Banyak yang bekerja di bidang kreatif sehingga sulit menyertakan slip gaji

Lalu, apakah ada hal yang bisa dilakukan agar kalangan milenial bisa membeli rumah? 

Berikut ini telah kami rangkum 9 cara milenial membeli rumah. Yuk, cari tahu caranya!

Menabung untuk DP yang tinggi


foto: pexels

Mayoritas generasi milenial memilih membeli rumah dengan KPR

Karenanya, penting untuk memilih skema pembayaran dengan down payment (DP) atau uang muka yang tinggi. 

Umumnya pilihan skema pembayaran dengan DP yang tinggi memiliki suku bunga yang lebih rendah. 

Di samping itu, membayar DP tinggi membantu Anda bisa melunasi pembayaran dengan lebih cepat.

Karenanya, menabung untuk biaya uang muka yang tinggi menjadi cara yang baik bagi kalangan muda untuk beli rumah milenial.

Kurangi pengeluaran untuk gaya hidup

Berkaitan dengan poin pertama, membeli rumah milenial bisa dilakukan dengan cara menabung untuk uang muka yang tinggi. 

Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi biaya konsumtif gaya hidup yang tidak perlu. 

Disamping tingkat kenaikan upah yang lambat, generasi milenial tidak bisa beli rumah karena kurangnya edukasi mengenai pentingnya membeli rumah. 

Generasi milenial cenderung lebih konsumtif dalam membeli produk gaya hidup dan jalan-jalan.

Riset pasar, cari rumah saat pasar melambat


foto: pexels

Dengan harga rumah yang tinggi, Anda sebagai pembeli harus jeli membaca pergerakan nilai properti. 

Anda dapat melakukan riset kecil-kecilan, cukup dengan berselancar di internet. 

Membeli rumah milenial pada momen yang tepat tentunya dapat menguntungkan Anda. 

Sebagai contoh, kuartal 1-2 di tahun 2020 ini harga properti residensial sedang menurun sekitar 1,6 persen.

Ukur kemampuan mencicil melihat suku bunga floating

Tips beli rumah milenial selanjutnya adalah mengukur kemampuan mencicil dengan tepat. 

Cara milenial membeli rumah tak hanya harus jeli membaca pergerakan nilai properti di pasaran, namun juga harus memiliki kemampuan mencicil dalam waktu yang lama. 

Sekarang ini banyak skema cicilan yang menawarkan suku bunga promo. 

Anda mesti berhati-hati karena bunga yang murah ini biasanya terbatas di 1-3 tahun pertama saja. 

Selanjutnya akan dikenakan suku bunga floating yang mengikuti kondisi pasar. 

Bahaya sekali jika Anda mengukur kemampuan mencicil berdasarkan besaran suku bunga promo tersebut. 

Ukurlah kemampuan mencicil berpatok pada suku bunga floating.

Cari DP yang bisa dicicil

Cara milenial membeli rumah berikutnya berkaitan dengan pembayaran DP. 

Jika Anda mengalami kendala dalam mengumpulkan uang muka, Anda dapat mencari program mencicil uang muka dalam jangka waktu 2-3 tahun sehingga dapat lebih memudahkan. 

Setelah mencicil DP, pembayaran dapat dilanjutkan dengan cicilan KPR biasa. 

Selain itu, jika kesulitan mengumpulkan uang muka, Anda juga dapat memilih bank yang menawarkan pembayaran DP yang ringan. 

Hanya saja, resikonya adalah suku bunga yang lebih tinggi.

Baca juga:

Ini Daftar Bank Penyedia Bunga KPR Murah Terbaru 2020

Patok biaya cicilan 30% dari penghasilan


foto: pixabay

Cara selanjutnya yang dapat dijadikan panduan bagi milenial memiliki rumah adalah dengan mematok standar pembayaran cicilan sebesar 30% dari penghasilan. 

Jangan muluk-muluk dengan mengambil dana cicilan yang terlalu besar dari porsi penghasilan. 

Pastikan kebutuhan hidup sehari-hari tetap tidak berkekurangan.

Cicil bersama pasangan

Membeli rumah bagi milenial dapat dilakukan dengan lebih ringan jika mencicil bersama pasangan. 

Dengan demikian, kemampuan mencicil pun lebih besar. 

Tak hanya itu, Anda bersama pasangan pun dapat menabung untuk uang muka yang besar sehingga suku bunganya rendah.

Pilih rumah yang sesuai kemampuan keuangan


foto: rumah.waa2.co.id

Membeli rumah dengan harga yang mahal kadang menjadi godaan tersendiri, karena harganya bisa terasa terjangkau dengan skema cicilan yang sepertinya murah. 

Namun, bersabarlah dan hindari membeli rumah yang di luar kemampuan finansial.

Pilihlah rumah yang dapat Anda jangkau, sekalipun misalnya lokasinya agak sedikit jauh dari pusat kota. 

Jangan sampai Anda memaksakan diri membeli rumah yang mahal, sementara biaya penting lainnya seperti dana pensiun dan tabungan pendidikan anak menjadi terbengkalai.

Perhatikan biaya-biaya tambahan

Tips terakhir dalam proses beli rumah milenial berkaitan dengan biaya-biaya tambahan yang mesti Anda perhatikan. 

Dalam pembelian produk properti ada biaya dan pajak yang harus dibayar. 

Hitung juga biaya administrasi, biaya asuransi, biaya provinsi dan lainnya. 

Agar aman, disarankan untuk menyiapkan uang untuk biaya tambahan tersebut di kisaran 3-5 persen dari besar nilai plafon kredit.

Baca juga:

Penting! Ini Daftar Biaya Ajukan KPR di Luar Cicilan Rumah


Sudah terbayang cara-cara membeli rumah milenial? Semoga artikel ini dapat membantu Anda generasi milenial untuk membeli rumah, ya!

Kunjungi 99.co Indonesia dan proyek pilihan 99.co untuk beragam pilihan rumah dan apartemen murah, lengkap dengan fitur kalkulator KPR yang dapat memudahkan Anda dalam menghitung biaya yang perlu disiapkan!

Author:

Imam