7 Kelebihan Rumah Syariah dari Rumah Siap Huni Lainnya

7 Kelebihan Rumah Syariah dari Rumah Siap Huni Lainnya

- Shandy Pradana
7 Kelebihan Rumah Syariah dari Rumah Siap Huni Lainnya

Foto: Pixabay

Ingin membeli rumah tapi takut meminjam ke bank karena alasan riba? Jika iya, maka Anda bisa melirik rumah syariah sebagai solusi.

Dalam proses jual belinya Anda tidak akan menemui sistem riba meski sama-sama memakai sistem kredit. Ini karena rumah tersebut memakai KPR syariah.

Berbeda dengan KPR konvensional yang menetapkan bunga bank pada kreditnya, KPR syariah menggunakan sistem bagi hasil dalam produk pinjamannya. 

Dasar hukum KPR syariah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. 

Selain itu, KPR syariah juga mengikuti sejumlah aturan fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Utama Indonesia (MUI).

MUI sendiri menegaskan kalau KPR Syariah adalah halal. Karena menurut MUI, KPR Syariah telah memenuhi ketentuan dalam hukum agama Islam.

Pengembang hunian syariah pun semakin banyak seiring dengan bertambahnya peminat kredit rumah syariah di Indonesia.

Namun sebelum membeli, ada beberapa kelebihan hunian syariah yang wajib kamu ketahui. Apa saja? Berikut penjelasan lengkapnya.

7 Keuntungan Membeli Rumah Syariah

Tidak Mengandung Unsur Riba

Tidak Mengandung Unsur Riba

Foto: Pixabay

Alasan pertama mengapa orang lebih memilih rumah syariah daripada rumah tapak biasa adalah sistem kreditnya yang jauh dari riba.

Berbeda dari perumahan konvensional, proses pembelian hunian di perumahan syariah tidak mengenal sistem bunga.

Alih-alih mengambil untung dari bunga, bank yang mengeluarkan KPR syariah akan mendapatkan imbal hasil dari nasabah sesuai dengan akad syariah yang dipilih, yakni:

  • Profit margin: jika akad yang dipakai adalah murabahah atau jual beli
  • Jasa (ujrah/fee): jika akad yang dipakai adalah istishna’ atau pesan bangun
  • Fee sewa: jika akad yang digunakan adalah ijarah muntahiyah bi tamlik (sewa beli)
  • Bagi hasil keuntungan: jika akad yang digunakan adalah musyarakah mutanaqishah

Besaran DP Rumah Bisa Disesuaikan

Besaran DP Rumah Bisa Disesuaikan

Foto: Unsplash

Saat hendak mencicil rumah lewat KPR konvensional, biasanya ada nilai minimal down payment (DP) yang harus dibayarkan. Namun, hal ini tidak berlaku pada KPR syariah.

Besaran DP saat membeli rumah bahkan bisa dibicarakan dengan pengembang. Hal ini tentunya membuat Anda semakin mudah mendapat rumah yang diinginkan.

Dewasa ini Anda juga bisa membeli rumah tanpa uang muka alias DP 0 persen. Anda hanya perlu mencari informasi mengenai keberadaan rumah DP 0% ini.

Kebetulan 99.co Indonesia memiliki beberapa rekomendasinya, seperti Andalusia Residence di Bogor atau Grand Fatih Cluster di Bandung.

Jumlah Cicilan Tetap

Jumlah Cicilan Tetap

Foto: Unsplash

Karena tak terikat dengan aturan Bank Indonesia (BI), besar cicilan dari KPR syariah juga tidak terpengaruh pada naik turunnya suku bunga BI.

Sehingga jumlah cicilan yang harus dibayar akan terus sama dari awal sampai akhir. Selain itu maksimal tenor cicilan hunian syariah hanya 15 tahun.

Namun, ada pula bank syariah menyediakan tenor pembiayaan hingga 30 tahun. Salah satunya adalah KPR bank syariah yang disediakan oleh BSI.

Mengutamakan Prinsip Kekeluargaan

Mengutamakan Prinsip Kekeluargaan

Foto: Pixabay

Biasanya, perumahan syariah juga menerapkan prinsip kekeluargaan agar penghuni di dalamnya lebih nyaman.

Prinsip kekeluargaan yang dimaksud adalah tidak adanya denda, penyitaan, dan lain-lain.

Saat ada masalah di perumahan tersebut, termasuk masalah dalam hal pembayaran rumah, semua akan dibicarakan secara kekeluargaan.

Lingkungan Tenang

Lingkungan Tenang

Foto: Pexels

Tak hanya berasaskan kekeluargaan, biasanya developer syariah juga menyeleksi secara ketat calon pembeli.

Hal tersebut dilakukan demi menjaga ketenangan sekaligus kenyamanan warga yang tinggal di dalamnya.

Nah, salah satu perumahan syariah yang punya lingkungan asri dan tentram ialah Rosalie Hills yang terletak di dekat Kota Bandung.

Rumah syariah Bandung ini menawarkan 3 tipe rumah. Mulai dari Tipe 38, Tipe 70, hingga Tipe 76 dengan luas tanah yang sama, yakni 120 meter persegi.

Tidak Memakai Asuransi

Tidak Memakai Asuransi

Foto: Pexels

Tidak adanya asuransi di dalam proses jual-beli properti syariah dikarenakan asuransi dianggap menggunakan sistem yang tidak pasti.

Hal inilah yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. 

Tidak Memandang Status 

Tidak Memandang Status 

Foto: Unsplash

Walaupun menggunakan prinsip jual beli agama Islam, KPR syariah bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk mereka yang beragama non-muslim.

Anda hanya perlu memerhatikan syarat KPR syariah di bawah ini:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun saat jatuh tempo pembiayaan KPR Syariah.
  • Besaran pinjaman tidak melebihi maksimum pembiayaan properti yang dikenakan KPR Syariah.
  • Besar cicilan KPR tidak melebihi 40 persen penghasilan bulanan bersih penanggung.
  • KPR syariah diperbolehkan untuk bangunan yang belum selesai dengan syarat kepemilikan pertama. Meski demikian, kondisi tersebut tidak diperkenankan untuk kepemilikan unit selanjutnya.
  • Pembayaran dana cicilan disesuaikan dengan progres pembangunan antar pihak terkait
  • Terkait pembiayaan unit yang belum selesai dibangun, hal tersebut perlu melalui perjanjian kerja sama antara pengembang dengan bank syariah yang ditujukan.

Namun sebelum membelinya, Anda juga patut memperhatikan beberapa aturan di dalam hunian syariah.

Misalnya, toilet rumah tidak menghadap ke arah kiblat (barat) atau timur. Bahkan, beberapa perumahan syariah menyatakan bahwa kawasan tersebut adalah area bebas rokok.

Demikian penjelasan singkat mengenai keunggulan rumah syariah beserta sistem kredit dan persyaratannya.

Jika Anda sedang mencari perumahan modern lainnya, bisa juga cek rekomendasinya di 99.co Indonesia. 

Seperti Sembawang Aparthouse, Springhill Yume Lagoon, Pesona Remboelan Resort, dan masih banyak lagi. 

Semoga bermanfaat!

Author

Shandy Pradana