
Mau berkebun di halaman rumah yang sempit?
Jika demikian, jangan khawatir karena kini, berkebun di halaman sempit bukan lagi hal yang mustahil.
Dengan teknik dan cara yang tepat, lahan terbatas pun bisa disulap menjadi kebun hijau yang asri, produktif, dan menyenangkan.
Beragam metode berkebun modern pun telah terbukti efektif memaksimalkan ruang tanpa mengorbankan hasil.
Yuk, simak trik dan cara berkebun di halaman rumah yang sempit berikut ini!
Cara Berkebun di Halaman Rumah yang Sempit
1. Metode Tabulampot 
Buat kamu yang baru mendengar namanya, mungkin akan merasa lucu.
Ya, sebenarnya kata tabulampot adalah singkatan dari “tanaman buah dalam pot“.
Sebenarnya, metode ini sudah tidak asing dan sering diterapkan sebagai upaya berkebun di lahan sempit.
Untuk menerapkan metode tambulampot, kamu harus menyediakan media tanam khusus sebagai berikut:
- Tanah
- Kompos
- Sekam.
Ketiga komposisi itu harus seimbang dan dibagi rata.
Sebuah media tanam memiliki peran yang sangat penting karena menjadi tempat tumbuhnya akar dan dapat menopang postur dari tanaman.
Oleh sebab itu, media tanam dengan metode ini harus mampu menyimpan air dan memasok nutrisi bagi tanaman.
Nah, untuk wadahnya sendiri, kamu bisa menggunakan pilihan material berikut ini:
- Tanah liat
- Plastik
- Kayu
- Logam
- Semen.
Banyak yang menyarankan untuk menggunakan pot berbahan tanah liat dan kayu sebagai pilihan yang paling tepat untuk menerapkan metode tabulampot.
Mengapa? Pasalnya kedua jenis pot ini memiliki pori-pori yang dapat membuat kelembapan dan temperatur dari media tanam jadi lebih stabil.
Perlu diingat, wadah yang digunakan harus memiliki kaki yang memisahkan bagian dasar pot dengan tanah.
Hal ini penting agar sirkulasi air dan udara dapat berjalan lancar, akar tanaman pun tidak akan menembus tanah.
Enggan menggunakan atau menyediakan pot?
Kamu bisa gunakan polybag sebagai penggantinya.
Namun, media tanam ini tidak tahan lama karena mudah sobek.
Ini yang harus kamu perhatikan pada tanamannya:
Tanaman harus diletakkan di tempat yang terbuka dan terjangkau oleh sinar matahari.
Saat musim kemarau tiba, kamu pun harus rajin menyiramnya saat pagi atau sore hari.
Berbeda halnya saat musim hujan, tanaman hanya perlu disiram ketika terlihat kering.
Pemupukan pun sangat dibutuhkan, mengingat cadangan yang ada pada media tanam tabulampot sangatlah sedikit.
Bagaimana pemupukan yang benar?
Pertama, kamu wajib memberikan pupuk pertama kalinya saat tanaman sudah berumur satu bulan.
Kemudian, pemupukan dilakukan lagi setiap 3 hingga 4 bulan dengan menggunakan pupuk organik.
Baca juga: 12 Ide Kreatif Kebun Minimalis di Rumah yang Unik dan Segar
2. Metode Vertikultur yang Cocok untuk Berkebun di Lahan Terbatas
Selain cara di atas, kamu dapat mengikuti metode vertikultur.
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa vertikultur memiliki kata dasar “vertikal”.
Sesuai dengan kata dasar ini, metode vertikultur memanfaatkan bidang vertikal.
Tak hanya itu, cara bercocok tanamnya pun dilakukan secara bertingkat.
Metode vertikultur sesungguhnya hanya akan cocok untuk diterapkan dalam membudidayakan tanaman sayur.
Apa saja tanaman sayur yang bisa ditanam menggunakan metode ini?
Jawabannya adalah:
- Kangkung
- Seledri
- Sawi
- Tomat
- Pakcoi, dll.
Tidak hanya bisa digunakan untuk sehari-hari, pekarangan rumah kamu juga bakal terlihat lebih hijau dan asri.
Kamu juga bisa berkreasi dengan metode vertikultur karena ia memiliki banyak model, yakni:
- Tempel
- Gantung
- Tegak
- Rak.
Oh ya, menanam menggunakan metode ini juga tidak akan menguras isi dompetmu, lo!
Kamu hanya perlu menggunakan barang-barang bekas, seperti pipa paralon yang sudah tak terpakai.
Namun, pipa paralon hanya dapat digunakan untuk vertikultur dengan model tegak atau yang lebih dikenal dengan vertikultur paralon PVC.
3. Cara Berkebun di Halaman Rumah yang Sempit dengan Hidroponik
Sebelum membahas lebih lanjut, kita kenali terlebih dahulu apa itu hidroponik.
Ya, metode ini merupakan salah satu bentuk bercocok tanam yang sederhana.
Uniknya, hidroponik ini tidak menggunakan tanah!
Sesuai dengan namanya, yaitu “hydro” yang berarti air, media tanam dari metode hidroponik memang menggunakan air.
Jangan khawatir tanaman kesayanganmu akan mati.
Metode hidroponik memiliki banyak teknik yang dapat menggantikan nutrisi pada kandungan tanah.
Salah satu teknik yang sudah populer dan sangat mudah untuk kamu terapkan yakni hidroponik wick.
Hal yang perlu kamu siapkan adalah botol plastik bekas dan sumbu kompor.
Caranya seperti ini:
- Potong botol plastik menjadi dua bagian.
- Lubangi bagian atas botol sebagai sarana aliran udara dan untuk pemasangan sumbu.
- Pasang sumbu yang telah disiapkan mulai dari bagian atas hingga bawah botol.
Bagaimana dengan media tanamnya?
Kamu cukup mengisi bagian atas botol dengan beragam media tanam, seperti pecahan bata, sekam, dan lainnya.
Media tanam ini nantinya dapat berfungsi untuk menompang akar dan batang agar tidak mudah tumbang.
Selanjutnya, kamu tinggal masukkan bibit ke dalam media tanam.
Biasanya metode hidroponik akan ditanami berbagai jenis tanaman holtikultura, seperti buah, sayur, tanaman obat, hingga tanaman hias.
4. Menggantung Tanaman Lewat Metode Aeroponik
Aeroponik berasal dari kata “aero” yang artinya adalah udara dan juga kata “ponus” yang artinya adalah daya.
Pada intinya, metode aeroponik memanfaatkan udara sebagai media tanam utamanya.
Akar tanaman pun pun akan menggantung di atas udara.
Hmm.. cukup unik bukan?
Namun, metode aeroponik masih bagian dari metode hidroponik karena sama-sama tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, melainkan air.
Bagaimana menggunakan air sedangkan sebelumnya dijelaskan bahwa media tanamnya adalah udara?
Air yang digunakan cukup disemprotkan langsung pada akar tanaman.
Dengan cara ini, nutrisi yang ada akan langsung diserap dan dialirkan langsung ke semua bagian dari tanaman, mulai dari batang hingga daun.
5. Gunakan Metode Container Gardening

Cara berkebun di halaman rumah yang sempit selanjutnya adalah dengan menggunakan teknik container gardening.
Container gardening adalah teknik yang memanfaatkan penggunaan pot atau wadah lain untuk menanam tanaman.
Kemudian, pot tersebut diletakkan di atas tanah, meja, atau bahkan di atap bangunan.
Metode yang satu ini sangat pas diterapkan di halaman rumah yang sempit.
6. Hadirkan Sentuhan Terrarium

Jika kamu ingin menghadirkan kebun mini di dalam ruangan, terrarium bisa menjadi pilihan tepat.
Kebun kecil ini dapat dibuat di dalam wadah kaca atau wadah tertutup lainnya.
Beberapa tanaman yang cocok digunakan antara lain sukulen, kaktus kecil, dan tanaman hias berukuran mini.
Selain mempercantik ruangan, terrarium juga menjadi dekorasi unik yang memberi sentuhan alami.
7. Teknik Aquascaping

Memiliki akuarium di rumah? Cobalah menerapkan teknik aquascaping untuk menciptakan kesan hijau yang menenangkan.
Aquascaping merupakan teknik penataan akuarium dengan memadukan tanaman air dan elemen dekoratif di dalam wadah air.
Selain memperindah tampilan akuarium, teknik ini juga membantu menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi ikan sekaligus mempercantik ruangan.
Baca juga: Manfaat Berkebun di Home Garden dan Inspirasi Tempat Bercocok Tanam di Rumah
Itulah sejumlah cara berkebun di halaman rumah yang sempit.
Semoga bermanfaat!



