Depok: Pesona Kota Belimbing yang Pernah Menjadi Negara Sendiri
Kota Depok merupakan wilayah administrasi di Jawa Barat yang terletak di sebelah selatan DKI Jakarta. Ada banyak fakta sejarah yang menarik untuk diketahui. Simak di sini selengkapnya!
Sekilas tentang Kota Depok
Sebagai informasi, Kota Depok merupakan sebuah kota administratif yang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Kota Depok merupakan salah satu kota satelit atau kota penyangga yang merupakan bagian dari metropolitan Jabodetabekpunjur dan tepat berada di bagian selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Menariknya, Depok hanya terdiri dari kota administratif yang merupakan gabungan dari berbagai kecamatan, tidak seperti Bogor dan Bekasi yang memiliki wilayah kabupaten.
Kawasan Aglomerasi
Sebagai bagian dari metropolitan Jabodetabekjur, Kota Depok menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional berskala global.
Mudah Diakses
Kota Depok memiliki lokasi yang strategis dan telah terintegrasi dengan berbagai opsi moda transportasi publik, baik KRL Commuter Line, LRT Jabodebek maupun BRT TransJakarta.
Infrastruktur Modern
Kota Depok dikenal memiliki infrastruktur yang modern. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah ruas tol yang menjangkau berbagai titik di Depok. Misalnya saja Tol Depok-Antasari, yang menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Tol Pondok Pinang, dan Cawang.
Daerah Permukiman Terjangkau
Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jabodetabek, harga properti di Kota Depok masih terbilang ramah di kantong. Tak heran, banyak orang yang mengincar kota ini sebagai tempat bermukim.

Profil Geografis Kota Depok
Secara geografis, Kota Depok berada pada koordinat 6° 19’ 00”–6° 28’ 00” Lintang Selatan dan 106° 43’ 00”–106° 55’ 30” Bujur Timur.
Kota Depok memiliki luas wilayah yaitu 200,29 km persegi atau setara dengan ⅓ luas Jakarta. Layaknya, wilayah Jabodetabek lainnya, Kota Depok merupakan dataran rendah yang memiliki ketinggian 50–140 mdpl.
Kota ini dialiri sungai-sungai besar seperti Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggragan. Adapun, batas wilayahnya adalah sebagai berikut.
Utara | DKI Jakarta dan Provinsi Banten |
Timur | Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi |
Selatan | Kabupaten Bogor |
Barat | Kabupaten Bogor dan Provinsi Banten |

Fakta Sejarah Kota Depok
Sejarah Depok sudah tercatat sejak zaman Kerajaan Padjajaran pada 1020–1579 M. Dahulu, ada istilah pribumi deprok yang memiliki arti duduk santai ala Melayu.
Pada saat itu, Prabu Siliwangi singgah di kawasan Beji dan terpukau dengan keindahan daerah tersebut.
Kemudian, Prabu Siliwangi ngedeprok di wilayah yang tidak jauh daru Sungai Ciliwiung, cikal bakal Kota Depok.
Hal serupa dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa dan Pangeran Purba dari Kesultanan Banten yang singgah di Beji saat melakukan perjalanan menuju Cirebon.
Lalu, salah satu pejabat VOC, Cornelis Chastelein, mengambil alih lahan di kawasan Mampang dan Depok Lama untuk keperluan perkebunan pda 1696 silam.
Pembelian lahan ini tidak jauh dari penyebaran agam Kristen di Depok dan mendirikan De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen (disingkat DEPOK), artinya organisasi kristen pertama.
Perkembangan wilayah tersebut berjalan dengan pesat, baik dibangunnya wilayah permukiman serta kampus ternama Universitas Indonesia.
Hingga pada 27 April 1999, Kecamatan Depok mendapatkan peningkatan status menjadi kota administratif.
Keunikan Kota Depok
1. Daerah Rawan Petir
Fakta unik pertama Kota Depok adalah sebagai salah satu kota dengan petir terganas dan berbahgaya di dunia.
Fakta ini telah dibuktikan lebih lanjut dari Institut Teknologiu Bandung (ITB) pada 2002 yang menjelaskan bahwa wikayah ini dipengaruhi oleh angin dari Bukit Barisan serta angin darat dan angin laut Kepulauan Riau dan Selat Malaka.
2. Kasus COVID-19 Pertama di Indonesia
Sempat menggemparkan satu Indonesia pada 2020 lalu, kasus COVID-19 pertama di Indonesia ditemukan di Kota Depok.
Kasus COVID-19 pertama di Indonesia diawali dengan terpaparnya seorang ibu dan anak perempuannya.
3. Area Perkebunan pada Zaman Kolonial Belanda
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Kota Depok dahulunya merupakan wilayah perkebunan milik pejabat VOC, Cornelis Chastelein.
Sebagai wilayah yang telah dibeli secara pribadi, secara teknis, Depok tidak pernah menjadi bagian dari Pemerintahan Hindia Belanda.
Tempat Wisata di Kota Depok
1. Alun-alun Kota Depok
Sebagai upaya pengadaan ruang terbuka publik, Kota Depok menghadirkan Alun-Alun Kota Depok yang diresimikan pada 2020 silam.
Selain digunakan untuk bersantai, Alun-Alun Depok juga telah dilengkapi oleh fasilitas co-working space bagi warga untuk bekerja.
2. Masjid Kubah Emas
Diremsikan sejak 2006 lalu, Masjid Kubah Emas menjadi salah satu ikon unik populer Kota Depok.
Masjid yang bernama Dian Al Mahri ini terletak di Jl. Masjid Kubah Emas, Meruyung, Kec. Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16515 dan dibuka untuk umum.
3. Kampung 99 Pepohonan
Masih di Kecamatan Limo, wiasatawan bisa mampir menikmati suasana hutan yang terletak di tengah kota.
Dahulunya, Kota Depok memang merupakan hutan belantara yang dialihfungsikan sebagai area perkebunan dan penyebaran agama Kristen.
Sesuai namanya, Kampung 99 Pepohonan memiliki berbagai jenis pepohonan yang tentunya dapat membawa energi positif baru setelah melewati aktivitas yang biasa dilakukan.
Pertanyaan seputar Kota Depok 👉
Ada berbagai julukan Kota Depok, misalnya Kota Petir, Kota Belimbing, dan Kota Penyangga DKI Jakarta.
Ada 11 kecamatan di Kota Depok yang meliputi 63 kelurahan, di antaranya:
- Beji
- Bojongsari
- Cilodong
- Cimanggis
- Cinere
- Cipayung
- Lumo
- Pancoran Mas
- Sawangan
- Sukmajaya
- Tapos
Secara geografis, Kota Depok merupakan kota dengan luas wilayah 200,29 km2 yang terletak di Provinsi Jawa Barat.




