Kabupaten Sidoarjo
Mulai dari objek wisata menarik, tempat nongkrong hits, hingga fasilitas publik mumpuni, selalu ada hal yang bisa dijelajahi di Sidoarjo.
Seputar Sidoarjo
Sidoarjo, kabupaten di Jawa Timur ini kerap dijuluki Kota Delta karena wilayahnya yang terbentuk dari endapan lumpur di muara sungai jutaan tahun yang lalu.
Dengan luas wilayah mencapai 714,24 km2, Sidoarjo merupakan bagian dari Gerbangkertosusila atau Surabaya Raya dan menjadi salah satu kota penyangganya bersama Gresik.
Salah satu hal menarik dari Kabupaten Sidoarjo adalah tidak ada gunung dan bukit karena wilayahnya yang berada di ketinggian sekitar 0-25 meter di atas permukaan laut.
Meski jarang ada wisata alam di Sidoarjo, Kota Delta ini menyimpan banyak tempat wisata menarik yang memesona dan layak untuk dijelajahi.
Kota Bahari
Berbatasan dengan Selat Madura, Sidoarjo merupakan daerah penghasil perikanan dengan hasil tambak utama udang dan bandeng.
Dialiri Banyak Mata Air
Nama Sidoarjo berasal dari Bahasa Jawa yang arti harfiahnya “tempat berkumpulnya mata air.” Sidoarjo pun dialiri oleh dua sungai, Kali Mas dan Kali Porong, yang merupakan anak sungai Kali Brantas di Malang.
Kota Penyangga Surabaya
Dengan lokasi yang strategis dan perkembangan pesat dalam sektor perekonomian, industri, dan jasa, Sidoarjo tergabung dalam Kawasan Metropolitan Surabaya, wilayah metropolitan terbesar setelah Jabodetabek.
Banyak Tempat Wisata Menarik
Para pelancong tidak pernah kehabisan tempat untuk dijelajahi. Mulai dari wisata alam, wisata kuliner, hingga wisata budaya ada di Sidoarjo.

Sejarah Singkat Sidoarjo
Pada zaman kolonial Belanda, kabupaten ini lebih dikenal dengan nama Sidokare. Namun, nama kabupaten tersebut akhirnya berubah menjadi Sidoarjo pada 28 Mei 1859, empat bulan setelah hari jadinya pada 31 Januari 1859.
Sebagai salah satu wilayah strategis yang berbatasan dengan Kota Surabaya dan Malang, Sidoarjo dijadikan pusat perdagangan dan pertanian oleh pemerintah kolonial. Tak heran, di setiap sudutnya bisa ditemui bangunan-bangunan khas Belanda.
Namun, tak hanya sejarah dan warisan budaya kolonialisme, Sidoarjo juga kaya akan peninggalan zaman Hindu-Buddha. Mulai dari situs arkeologi hingga kompleks candi seperti Candi Sumur. Apalagi, Sidoarjo pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Janggala.
Membahas sejarah Kabupaten Sidoarjo rasanya tak lengkap tanpa menambahkan tragedi Lumpur Lapindo di 2006 silam.
Kejadian tragis ini berawal dari kesalahan pengeboran PT Lapindo Brantad di sumur Banjarpanji 1. Bencana ini tentu membawa kerugian besar, namun pihak terkait masih terus berupaya melakukan pemulihan.
Kini, Sidoarjo terus berkembang pesat menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang bangga akan kekayaan budayanya.
Objek Wisata Sidoarjo

Surga Kuliner
Para pecinta kuliner tidak pernah melewatkan Sidoarjo. Buktinya sentral kuliner seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Raya Porong selalu dipadati pengunjung yang ingin mencoba berbagai hidangan lezat, mulai dari masakan tradisional hingga mancanegara.
Selain dijuluki sebagai Kota Delta, Sidoarjo juga dikenal dengan sebagai Kota Udang karena dekat dengan laut. Tentunya, sebagai kota penghasil udang dan bandeng, hidangan laut di Sidoarjo memiliki ciri khas yang berbeda dari wilayah lain.
Contohnya, Ote-Ote Khas Porong. Hidangan yang satu ini memiliki bahan utama tiram, rumput laut, dan bumbu petis. Hidangan ini paling enak disantap sebagai camilan yang bisa dimakan bersama keluarga atau kerabat.
Properti Baru
Pertanyaan Umum tentang Sidoarjo 👉
Kabupaten Sidoarjo dikenal sebagai penghasil udang dan bandeng. Selain itu, Sidoarjo juga dijuluki sebagai Kota Delta, Kota Udang, dan Kota Lumpur.
Kawasan Krian, Buduran, dan Waru adalah daerah tempat tinggal favorit di Sidoarjo.
Tinggal di Sidoarjo menawarkan akses strategis ke pusat bisnis are metropolitan Surabaya, kawasan industri yang terus berkembang, UMK yang cukup tinggi, dan fasilitas dan transportasi umum yang memadai.



