Tanah Dijual

Maksimalkan pencarian Anda dengan menggunakan filter baru kami, Batasan Wilayah.

arch-arrow
107686 Iklan
Urutkan:
  • 2
  • 3

    Tanah Dijual di Meruya Kembangan Strategis dekat Pintu Tol

    • Meruya Raya
    • Jakarta Barat
    • Jakarta
    • 694m²
  • 4

    Dijual tanah cepat nol jln nasional ngawi padangan bojonegoro

    • Jl. Raya Ngawi
    • Bojonegoro
    • Jawa Timur
    • 3256m²
    Gito Priyanto

    Gito Priyanto

    Agen Independen
  • 4

    Dijual Tanah di Jl.KH.Syafii Bunder Kebomas

    • Jl. Kyai H. Syafi'i
    • Gresik
    • Jawa Timur
    • 1297m²
  • 4

    Dijual Tanah di pinggir jalan di Legok Tangerang

    • Jalan Raya LG Legok
    • Tangerang
    • Banten
    • 2700m²
  • 4
  • 5

    Kapan Lagi Untung 25% Beli Tanah Lokasi Pasir Putih Depok

    • Kavling Pasir Putih
    • Depok
    • Jawa Barat
    • 102m²
    Wendi Arkaland Depok

    Wendi Arkaland Depok

    Agen Independen
  • 6

    Tanah Kavling Kemenuh ~ South of Ubud ~ Gianyar ~ Bali

    • Jl. Raya Ir. Sutami
    • Gianyar
    • Bali
    • 140m²
    KA Residential Estate

    KA Residential Estate

    Agen Independen
  • 2

    Dijual Rumah Hitung Tanah di Kebayoran Baru Cipete Utara

    • Cipete Utara
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta
    • 1000m²
  • 4

    Dijual Tanah Murah Hak Milik di Ketawang Land Premium Kavling

    • Ketawang Land Premiu...
    • Malang
    • Jawa Timur
    • 60m²
    Andre Hardiansyah

    Andre Hardiansyah

    Agen Independen
  • 7

    Tanah Kotak 15x21, Tirta Kencana, Murah dibawah pasar.

    • Tirta kencana
    • Cimahi
    • Jawa Barat
    • 315m²
  • 3
  • 10

    Jual Lahan kebun, Peternakan Sapi, Rukan, Mess, dan Gudangnya

    • Kampung Sapi Makmur
    • Bandung
    • Jawa Barat
    • 12470m²
    Ruchyat

    Ruchyat

    Agen Independen
  • 5
  • 5
  • 4
    Megawati Kaherim

    Megawati Kaherim

    PT. Properti Bagus Indonesia
  • Bisa Nego
    4
    Untuk Dijual
    Rp2,89mily
  • Bisa Nego
    4

    Tanah Luas 200 di Nieuw Indie Araya kota Malang _ 180.19

    • Jl. kayu tangan
    • Malang
    • Jawa Timur
    • 200m²
    Untuk Dijual
    Rp1,4mily
  • Bisa Nego
    4
    Untuk Dijual
    Rp1,19mily
  • 9
    Untuk Dijual
    Rp13,7mily
  • 4 Langkah Jual Beli Tanah Yang Aman dan Mudah

    Jual beli tanah bukan sesuatu yang bisa disepelekan karena berkaitan erat dengan aspek hukum. Dengan nilainya yang tidak kecil, anda tidak akan mau kepemilikan tanah anda dipermasalahkan di kemudian hari karena proses jual beli tanah yang tidak jelas.

    Atas nama keamanan dan kenyamanan kedua belah pihak baik pembeli ataupun penjual tanah, faktor legalitas hukum memang harus menjadi perhatian. Untuk anda yang belum mengerti benar tata cara jual beli tanah, berikut 4 langkah yang membuat hak anda terjamin di mata hukum. 

    1. Persyaratan Jual Beli Tanah 

    Jika sudah terjadi kesepakatan antara pembeli dan penjual untuk melakukan jual beli atas sebidang tanah, langkah pertama yang harus ditempuh adalah menyiapkan persyaratannya jual beli tanah. Berkas-berkas yang dibutuhkan oleh penjual antara lain:

    • Sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual

    • Kartu Tanda Penduduk

    • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan

    • Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga (atau akta kematian jika sudah meninggal)

    • Kartu Keluarga

    Sedangkan untuk pembeli, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga untuk mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bersama penjual untuk membuat Akta Jual Beli (AJB).

    1. Persiapan Pembuatan AJB (Akta Jual Beli)

    Sebelum membuat AJB, PPAT akan melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat tanah ke kantor BPN. Sesuai Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.

    Penjual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah. Pembayaran biasanya di Bank yang telah ditunjuk.

    Pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut, ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum. Sementara itu, penjual membuat surat pernyataan bahwa tanah yang dijual tidak dalam sengketa.

    1. Pembuatan AJB di Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

    Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis di PPAT. Pembuatan akta ini harus dihadiri setidaknya dua orang saksi.

    Pejabat pembuat Akta Tanah akan membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta. Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli, maka selanjutnya akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi, dan PPPAT.

    Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor BPN untuk keperluan pendaftaran (balik nama). Salinannya pun akan diserahkan pada masing-masing penjual dan pembeli.

    1. Balik Nama Sertifikat Tanah

    Setelah pembuatan AJB selesai, PPAT kemudian menyerahkan berkas AJB ke Kantor BPN untuk keperluan balik nama sertifikat. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.

    Berkas yang diserahkan ke Kantor BPN untuk keperluan balik nama sertifikat adalah:

    • Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli

    • AJB dari PPAT

    • Sertifikat hak atas tanah penjual

    • KTP pembeli dan penjual

    • Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh)

    • Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

    Setelah berkas tersebut disampaikan ke Kantor BPN, maka pihak BPN akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT. Dan selanjutnya, oleh PPAT tanda bukti penerimaan tersebut diserahkan kepada pembeli.

    Selanjutnya, nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala BPN atau pejabat yang ditunjuk.

    Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan dibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor BPN atau pejabat yang ditunjuk.

    Dalam waktu 14 hari, pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah atas namanya di kantor BPN. Itu berarti, kepemilikan tanah sudah berpindah secara resmi dan dilindungi di bawah payung hukum.

    Baik sebagai penjual maupun pembeli, pastikan anda menjalankan langkah-langkah di atas agar proses jual beli tanah sesuai dengan aturan yang berlaku, ya!