6 Cara Menanam Pakcoy Hidroponik di Rumah

Last update: 24 November 2025 4 min read
Author:

Kamu suka makan sawi pakcoy? Sayuran hijau yang populer dalam berbagai masakan oriental ini ternyata bisa kamu tanam sendiri di rumah dengan menggunakan teknik hidroponik, lo!

Tanaman asal China dan Asia Timur ini memiliki bentuk yang unik.

Meski sekilas mirip dengan caisim, daun dan batangnya lebih bulat menyerupai mangkuk, dengan tekstur yang renyah dan segar saat digigit, ini membuatnya sangat digemari banyak orang.

Selain enak untuk dikonsumsi, menanam pakcoy sendiri di rumah juga memberikan kepuasan tersendiri karena kamu bisa memastikan kesegaran dan kebersihan sayuran yang dikonsumsi.

Teknik hidroponik bahkan membuat proses menanam lebih mudah dan efisien, tanpa harus repot menyiapkan tanah yang subur.

Dengan sedikit peralatan, nutrisi yang tepat, dan perawatan rutin, pakcoy bisa tumbuh subur di rumahmu, bahkan di area yang terbatas seperti pekarangan kecil atau balkon.

Kalau kamu penasaran dan ingin mencoba menanamnya sendiri, simak panduan lengkap cara menanam pakcoy hidroponik di bawah ini, yuk!

Mengenal Hidroponik

Hidroponik adalah teknik menanam yang memanfaatkan air sebagai media tanam, tanpa menggunakan tanah.

Teknik ini menitikberatkan pada pemenuhan nutrisi atau unsur hara agar setiap tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Hidroponik kini banyak digunakan karena dianggap lebih efisien dan mudah diterapkan.

Meski begitu, agar tanaman dapat tumbuh subur, kebutuhan oksigen, air, dan sinar matahari tetap harus diperhatikan dengan baik.

Baca juga: 11 Cara Menanam Sayuran Organik di Rumah yang Benar

6 Cara Menanam Pakcoy dengan Teknik Hidroponik

1. Persiapkan Alat dan Bahan Hidroponik

Pertama siapkan alat dan bahan sesuai dengan teknik hidroponik yang akan kamu gunakan.

Pada panduan ini, teknik hidroponik yang terpilih adalah sistem rakit apung.

Untuk sistem ini kamu membutuhkan alat dan bahan berikut:

  • Media tanam berupa rockwool;
  • Bibit pakcoy berupa biji;
  • Alat potong, baiknya gunakan gergaji besi atau cutter;
  • Nutrisi hidroponik;
  • Netpot;
  • Alat pengukur pH.

Tak hanya itu, pastikan sudah menyiapkan sistem hidroponik rakit apung berupa bak berisi air, ya.

2. Cara Menanam Pakcoy Hidroponik dengan Melakukan Tahap Penyemaian

penyemaian sawi pakcoy hidroponik
Sumber: Hidroponik.bisnisant.web.id

Setelah alat dan bahan siap, kamu harus melakukan penyemaian terlebih dahulu pada bibit pakcoy.

Caranya, celupkan bibit pakcoy ke air, angkat, lalu bungkus menggunakan kain atau tisu yang basah.

Dalam 1-2 hari biji akan pecah sehingga lebih pakcoy lebih mudah tumbuh saat kamu tanam dengan teknik hidroponik.

Kemudian lakukan langkah berikut:

  • Potong rockwool menjadi ukuran 2×2 cm dan lubangi sedikit tengahnya.
  • Masukkan satu biji berkecambah ke dalam satu lubang tanam.
  • Basahi rockwool dengan air, simpan di tempat tertutup dan teduh.
  • Lakukan penyiraman dua kali sehari, tapi jangan sampai media tanam terlalu becek.
  • Pindahkan ke lokasi dengan sinar matahari langsung jika kecambah sudah muncul.

Baca juga: 6 Cara Menanam Sawi Hidroponik di Rumah yang Benar dan Mudah. Hasilnya Pasti Berkualitas!

3. Tahap Pemidahan Bibit Pakcoy Hidroponik

Ketika daun sejati sudah muncul, kamu bisa melakukan pemindahan tanaman.

Namun, masa terbaik sebenarnya adalah ketika sudah ada dua daun sejati dalam satu bibit pakcoy.

Ada dua pilihan langkah yang bisa kamu lakukan dalam tahap ini.

Pertama, lakukan pemindahan dengan netpot.

Artinya, rockwool akan diletakkan dalam netpot baru ditaruh ke sistem hidroponik rakit apung.

Kedua, kamu bisa melakukan tahap pindah tanam tanpa netpot.

Caranya, langsung saja letakkan rockwool di bak karena ia akan mengapung.

Efeknya pada pertumbuhan, jika tanpa netpot maka akar tanaman bisa tumbuh dengan lebih leluasa.

4. Mengatur Nutrisi Sawi Pakcoy Hidroponik

mengatur nutrisi tanaman hidroponik
Sumber: Beritabaik.id

Jika menanam pakcoy di tanah, tanaman tentu akan mendapatkan nutrisi secara alami.

Namun, jika ditanam secara hidroponik, kamu harus rutin memberi nutrisi manual.

Salah satu caranya yakni dengan memberi nutrisi hidroponik dari sampah organik.

Selain itu, kamu harus mengatur pH air yang digunakan agar stabil di kisaran 6,0 hingga 7,0.

Umumnya, air PDAM memiliki pH hingga 8,5.

Untuk menurunkan pH air tersebut kamu bisa menambahkan asam nitrat atau asam sulfat ke dalam air.

5. Cara Merawat Sawi Pakcoy Hidroponik

Ada tiga hal yang perlu kamu perhatikan ketika menanam pakcoy hidroponik, yakni:

  • Jumlah air di bak.
  • Tingkat kepekatan nutrisi tanaman.
  • Risiko hama tanaman.

Semakin besar tanaman, akan semakin banyak air yang ia serap untuk tumbuh.

Tepatnya, jika kamu 50 bibit pakcoy yang hampir panen, kira-kira air yang berkurang bisa mencapai 10 sampai 15 liter setiap harinya.

Oleh sebab itu, kamu perlu mengontrol jumlah air dan kepekatan nutrisi tanaman dengan rutin.

Gunakan pupuk hidroponik terbaik agar pertumbuhan tanaman semakin stabil.

Jangan lupa, kamu juga harus mengecek risiko pakcoy terkena hama seperti leaf miner dan laba-laba.

6. Masa Panen Pakcoy Hidroponik

panen sawi pakcoy hidroponik
Sumber: Suherlin.com

Jika lokasinya bagus, pakcoy hidroponik sudah bisa kamu panen dalam waktu 4 minggu.

Kamu bisa melakukan pemanenan di pagi atau sore hari agar kualitasnya lebih baik.

Apabila kamu menanamnya untuk konsumsi pribadi, tidak perlu memanen seluruh pakcoy sekaligus.

Namun, jika sudah terlanjur, wadahi pakcoy dalam plastik dan simpan di lemari pendingin agar lebih awet.

Baca juga: 15 Tanaman Sayur yang Bisa Ditanam di Rumah dengan Cepat dan Mudah

Itulah berbagai cara menanam pakcoy hidroponik.

Semoga membantu!

***Header: 99.co/id

 

Penulis di 99 Group. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.