
3 menit
Mengetahui cara menghitung kubikasi beton perlu untuk dilakukan karena sangat berpengaruh terhadap proses pengerjaan suatu konstruksi bangunan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya lewat artikel berikut.
Property People, dalam pembangunan konstruksi bangunan suatu gedung atau rumah, mengetahui kebutuhan kubikasi beton menjadi salah satu faktor penting.
Pasalnya, jika terjadi kesalahan perhitungan, tentu saja pembangunan yang dikerjakan bakal bermasalah.
Sebaliknya, perhitungan kubikasi beton yang tepat atau sesuai dengan perencanaan awal bakal melancarkan pembangunan lantaran proses pengerjaan menjadi lebih efisien.
Nah, untuk kamu ketahui, dalam perhitungan kubikasi beton, satuan yang digunakan adalah meter kubik alias m3.
Maka, jika terdapat satuan sentimeter (cm), kamu mesti mengonversinya menjadi satuan meter terlebih dahulu untuk memudahkan perhitungan.
Lantas, bagaimana cara menghitung kubikasi beton? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Cara Menghitung Kubikasi Beton
1. Memahami Bentuk Struktur
Langkah pertama dalam cara menghitung kubikasi beton adalah memahami bentuk struktur yang akan dihitung.
Pasalnya, struktur beton dapat memiliki bentuk yang berbeda-beda, seperti balok, kolom, pelat lantai, pindasi, atau elemen lainnya.
Tiap bentuk tersebut memiliki rumus volume yang berbeda.
2. Pengukuran Dimensi
Setelah mengenali jenis strukturnya, lakukan pengukuran dimensi.
Pengukuran dimensi ini membutuhkan akurasi yang tepat dalam satuan meter (m) untuk mendapatkan hasil dalam meter kubik m³.
3. Menggunakan Rumus Volume
Hasil pengukuran yang telah didapat digunakan dalam rumus-rumus berikut ini sesuai dengan bentuk strukturnya.
Balok
Contoh:
Balok dengan panjang 5 m, lebar 0,3 m, dan tinggi 0,4 m:
Volume = 5 x 0,3 x 0,4 = 0,6 m³
Pelat Lantai
Contoh:
Pelat lantai berukuran 10 m x 8 m dengan tebal 0,15 m:
Volume = 10 x 8 x0,15 = 12 m³
Pondasi Tapak
Contoh:
- Luas atas: 1 m²
- Luas bawah: 2 m²
- Tinggi: 0,5 m
Silinder
Contoh:
Kolom bundar dengan diameter 0,6 m dan tinggi 3 m:
Volume = 3,14 x (0,3)² x 3 – 0,848 m³
4. Menjumlahkan Volume (Jika Ada Banyak Elemen)
Apabila terdapat lebih dari satu elemen beton dengan dimensi yang berbeda, hitung volume masing-masing dan jumlahkan untu mendapatkan total kebutuhan kubikasi beton.
5. Menambahkan Toleransi
Tambahkan toleransi untuk wastage (kerugian material) sekitar 5–10% dari total volume.
Menambahkan toleransi sangatlah penting untuk mengantisipasi kerugian akibat penanganan, pengerjaan, atau kebutuhan tambahan.
Contoh:
Jika volume beton adalah 15 m³, tambahkan 10%.
15 x 0,1 = 1,5 m³
Total kebutuhan beton:
15 + 1,5 = 16,5 m³
Contoh Perhitungan Kubikasi Beton
Sebuah rumah yang akan dibangun dengan struktur balok dan pelat lantai dengan pengukuran sebagai berikut:
Balok
- Jumlah balok: 10 buah
- Dimensi balok: panjang 4 m, lebar 0,2 m, tinggi 0,3 m
Pelat Lantai
- Dimensi pelat lantai: panjang 8 m, lebar 6 m, tebal 0,12 m
Untuk mendapatkan berapa jumlah total volume beton, masing-masing struktur tersebut harus dihitung berapa volumenya dan kemudian dijumlahkan.
Berikut ini langkah-langkahnya:
- Volume per balok = 4 x 0,2 x 0,3 = 0,24 m³
- Total volume balok (10 buah) = 10 x 0,24 = 2,4 m³
- Volume pelat = 8 x 6 x 0,12 = 5,76 m³
- Total volume beton (volume balok + volume pelat) = 2,5 + 5,76 = 8,16 m³
- Toleransi wastage (10%) = 8,16 x 0,1 = 0,816 m³
- Total kebutuhan beton = 8,16 + 0,816 = 8,976 m³
***
Itulah cara menghitung kubikasi beton, Property People.
Semoga ulasannya bermanfaat, ya.
Baca artikel informatif lainnya di www.99updates.id dan Google News.
Dapatkan hunian impianmu dengan #SegampangItu melalui www.99.co/id!
**cover: freepik




