
2 menit
Sebagian besar dari kamu mungkin tidak familiar dengan kayu gelam, atau galam. Kayu ini lebih sering ditemukan di daerah dengan tanah rawa seperti Kalimantan. Lantas, apasih kelebihan utama jenis kayu ini?
Kayu gelam, atau lebih sering disebut galam, dulu dianggap sebagai limbah oleh masyarakat.
Hal ini karena tumbuhan galam dapat tumbuh sendiri di tanah warga tanpa di tanam.
Namun kini, ia sudah memiliki nilai ekonomi, terlebih karena ternyata galam memiliki kekuatan yang stabil sebagai pondasi rumah di tanah rawa.
Fakta Kayu Gelam yang Kini Bernilai Rupiah
1. Spesifikasi Pohon Kayu Gelam
Pohon kayu ini memiliki tinggi 10-20 meter.
Kulit batangnya berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan.
Batang pohon gelam tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung kebawah.
Sementara daunnya merupakan daun tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, dan letaknya berseling.
Bila kamu coba meremas atau menumbuk daun, akan keluar aroma seperti minyak kayu putih.
Pohon gelam juga menghasilkan buah lho..
Buahnya berwarna coklat, dan sering menjadi bahan obat tradisional.
Masyarakat Kalimantan menyebutnya sebagai merica bolong.
2. Keunggulan Pohon Dolken Gelam
Galam memiliki segudang manfaat di bidang pembangunan.
Kulit kayunya berguna untuk industri perkapalan, sementara kayunya sering terpakai pada bagian perumahan, perahu, pagar, atau tiang sementara.
Kekuatan kayu ini berasal dari kandungan serat dan selulosanya yang kompleks, sehingga sangat baik untuk pembangunan bangunan baru.
Selain itu bentuk kayunya relatif lurus, dengan sedikit cabang atau ranting.
Kegunaan Kayu Gelam
1. Penyangga Bangunan
Bagi kamu yang baru mengenal jenis kayu dolken, maka penting untuk mengetahui kegunaannya.
Kayu ini dapat kamu gunakan untuk menyangga bangunan di tanah gambut atau rawa.
Terutama untuk bangunan yang sedang renovasi maupun dalam proses pembangunan.
Ini dapat menggantikan posisi besi sebagai pondasi, karena besi akan mudah berkarat terutama jika terendam air untuk waktu yang lama.
Strukturnya kokoh, sehingga sering juga digunakan dalam pembuatan pagar serta tiang sementara pada bangunan.
2. Bahan Cerukcuk atau Steger
Kayu dolken yang memiliki diameter yang kecil digunakan sebagai konstruksi beton maupun steger.
Sedangkan untuk kayu yang memiliki diameter lebih besar, biasanya digunakan untuk cerucuk.
Cerucuk ini berguna dalam proses pembuatan jembatan serta pekerjaan pada sungai.
Ketika menggunakan kayu dolken sebagai cerucuk, kamu tidak boleh asal-asalan.
Perhatikan dengan cermat ketepatan kayu dolken yang sesuai dengan standar.
3. Kayu Penahan Longsor
Kayu dolken ternyata dapat menjadi penahan longsor yang efektif.
Hal ini karena struktur galam yang kokoh dan tahan terhadap berbagai cuaca dan tekanan.
Selain berguna untuk pembangunan, galam juga berfungsi sebagai bahan perahu, serta arang aktif.
Semakin Langka Karena Bernilai Rupiah
Semakin meningkatnya permintaan akan kayu gelam, membuat kayu yang kerap menjadi limbah ini terancam punah.
Warga berbondong-bondong menebang galam yang tumbuh di tanah mereka untuk menjualnya.
Ironisnya, meski kini galam semakin berharga, tak lantas membuat masyarakat mencari tahu cara membudidayakannya.
Mereka hanya menebang dan menjual, tanpa berusaha menanam kembali kayu galam.
Hal ini tentu mengkhawatirkan, sebab galam berkualitas baik kian lama kian musnah.
Padahal, menanam kembali kayu ini tidaklah sulit.
Sebab gelam dapat tumbuh dengan mudah meski di tanah tandus ataupun basah.
***
Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99..
Jangan lupa kunjungi situs berita properti Blog 99 Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.
Temukan hunian impianmu di 99.co/id!
