10 Cara agar Kamar Tidak Lembab, Bebas Penyakit!

Last update: 3 Mei 2025 5 min read
Author:

Kamar tidur harus memiliki suhu yang pas, tidak panas dan tidak terlalu lembab.

Jika suhunya panas, tentu akan membuat tidak nyaman karena bisa bikin gerah dan berkeringat.

Sementara apabila suhunya lembap, bisa membuat bakteri dan kuman lebih cepat tumbuh dan menimbulkan penyakit.

Idealnya, suhu kamar tidur untuk istirahat adalah dari 24-25 derajat Celsius.

Sedangkan, suhu kamar tidur untuk bekerja adalah dari 21-25 derajat Celsius.

Informasi itu tertuang dalam artikel berjudul “Comfortable Room Condition for Working and Resting” dalam jurnal “Journal of Architectural Design and Urbanism” Vol 3, No 2, 2021.

Sebagai panduan, di bawah ini kami telah merangkum beberapa cara agar kamar tidak lembab.

Cara ini bisa dipraktikkan jika kamu tinggal di rumah yang wilayahnya bersuhu sejuk, seperti di Kota Baru Parahyangan atau Podomoro Park Bandung.

1. Temukan Sumber Kelembaban

Temukan Sumber Kelembaban
Foto: Permagard

Cara membuat kamar tidak lembab yang pertama adalah dengan menemukan sumber kelembabannya.

Biasanya, ruangan menjadi lembab karena suhunya berada di bawah suhu ideal karena tidak ada sinar matahari menyinari.

Jika di kamarmu tidak ada jendela, sebaiknya ganti beberapa bagian genting dengan genting berbahan kaca.

Atau, kamu juga bisa memasang skylight rumah di bagian atas kamar agar sinar matahari lebih mudah masuk dan membuat kamar tidur lebih hangat.

2. Menambah Ventilasi di Kamar

Menambah Ventilasi di Kamar
Foto: Decoist

Selain kurang pasokan cahaya matahari, lembabnya ruangan juga bisa disebabkan sirkulasi udara yang kurang baik.

Karena itu, cara membuat kamar tidak lembab adalah dengan menambahkan ventilasi di kamar.

Kamu bisa menambahkan cross ventilation, ventilasi di atas pintu, atau ventilasi kamar tidur tanpa jendela.

Untuk ukurannya, pastikan ventilasinya memiliki luas minimal 15 persen dari ukuran lantai.

3. Menggunakan Cat Dinding Anti Lembab

Menggunakan Cat Dinding Anti Lembab
Foto: Unsplash

Saat ini, ada beberapa merek cat yang memproduksi cat anti lembab.

Beberapa cat itu misalnya adalah:

  • Dulux Catylac Interior Tinting Cat Tembok,
  • Puffin Plus Cat Tembok Exterior & Interior,
  • Nippon Paint Vinilex Tinting NP OW 1002P, dan
  • JOTUN Essence Tough Shield Tinting Cat Tembok Eksterior.

Kamu bisa menggunakan cat tersebut agar tembok tidak lembab, tidak membuat jamur cepat tumbuh.

Cat anti lembab cocok diterapkan pada rumah yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi, seperti rumah dijual di Bogor atau rumah dijual di Bandung.

Baca juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Dinding Lembab

4. Memasang Exhaust Fan

Memasang Exhaust Fan
Foto: Green Solution Energie

Exhaust fan adalah perangkat penyedot udara yang membantu mengeluarkan udara yang lembab atau terkontaminasi dari dalam ruangan.

Alat ini cocok diterapkan untuk ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk.

Untuk memasangnya, kamu bisa memilih dinding bagian atas, persis seperti pemasangan AC.

Harga dari exhaust fan ini bervariasi, mulai dari Rp295 ribuan saja belum termasuk biaya pemasangan.

Exhaust fan bisa diterapkan pada jenis hunian manapun, khususnya rumah sederhana minimalis seperti yang ada di Mustika Village Karawang.

5. Menaruh Dehumidifier

Menaruh Dehumidifier
Foto: We Develop Your Dreams

Ada peralatan humidifier dan dehumidifier yang memiliki fungsi berbeda.

Jika humidifier berfungsi untuk meningkatkan kelembaban di dalam ruangan, dehumidifier memiliki fungsi untuk mengurangi kelembaban.

Tak hanya untuk ruangan, alat tersebut juga bisa membuat furnitur kayu, baju atau buku-buku tidak cepat rusak.

Di situs lokapasar terkenal, ada dehumidifier yang dibanderol mulai Rp600 ribuan.

6. Menggunakan Produk Penyerap Lembab

Menggunakan Produk Penyerap Lembab
Foto: WFLA

Jika bujet kamu terbatas untuk membeli dehumidifier, bisa memilih produk penyerap udara lembab.

Produk anti lembab dari bahan calcium chloride, bentonite, amylopectin yang sudah memiliki standar keamanan bagi lingkungan.

Salah satu contoh mereknya adalah Sorb-dry penyerap lembab ruangan desiccant container.

Produk tersebut dibanderol mulai Rp40.000 saja dan memiliki daya serap 1000–1250 gram.

7. Memakai Bahan Alami untuk Mengurangi Lembab

Memakai Bahan Alami untuk Mengurangi Lembab
Foto: Unsplash

Cara supaya kamar tidak lembab terakhir adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Penggunaan bahan ini lebih praktis ketimbang produk penyerap udara lembab seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Pasalnya, bahan alami ini bisa digunakan berkali-kali, dan kamu tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membelinya.

Beberapa contoh bahan alami yang dimaksud, di antaranya adalah:

  • garam,
  • arang,
  • lilin,
  • biji kopi,
  • kayu manis, dan
  • beberapa tanaman seperti rosemary atau bunga ivy.

8. Merawat Air Conditioner (AC)

Jika kamarmu menggunakan AC, pastikan perangkatnya masih terus dirawat secara rutin.

AC yang bersih dan terawat baik tidak hanya mendinginkan tetapi juga membantu mengurangi kelembaban

Sebagai tips, kamu bisa mengganti filter secara berkala untuk menjaga sirkulasi udara optimal.

Apabila filter AC kotor, efisiensi dari AC-nya bisa menurun.

Membersihkan atau mengganti filter secara berkala memastikan sirkulasi udara optimal dan pengurangan kelembaban yang efektif.

9. Menurunkan Suhu Air Mandi

Untuk kamar yang sudah dilengkapi kamar mandi dengan water heater, jangan lupa untuk mengontrol suhu airnya.

Air panas yang dihasilkan dari water heater itu bisa menghasilkan banyak uap air, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kelembapan di kamar mandi dan sekitarnya.

Dengan menurunkan suhu air mandi, jumlah uap yang dihasilkan berkurang, membantu menjaga kelembaban udara tetap stabil.

10. Menempatkan Tanaman Dehumidifier Alami

Cara berikutnya untuk mengatasi udara lembab di kamar adalah dengan menempatkan tanaman dehumidifier alami.

Beberapa tanaman dehumidifier di antaranya adalah English Ivy, Boston Fern, dan Peace Lily.

Jika menempatkan tanaman ini di dalam kamar, tidak hanya bisa membantu mengurangi kelembapan, tapi juga bisa meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan.

Itulah tadi beberapa cara agar kamar tidak lembab yang bisa diterapkan pada kosan atau rumah tapak pada umumnya. 

Semoga bermanfaat!s

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.