Arsitektur High Tech Adalah: Konsep dan Penerapannya

Last update: 3 Mei 2025 4 min read
Author:

Arsitektur high tech adalah gaya arsitektur yang muncul pada 1970-an. Kehadirannya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan akan teknologi. Yuk, mengenalnya lebih jauh!

Seperti namanya, gaya arsitektur ini dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangunan bergaya hi tech biasanya mampu memberi kemudahan dalam beraktivitas.

Dalam pembahasan kali ini, 99.co Indonesia akan mengupas pengertian, ciri-ciri dan contoh bangunan arsitektur high tech.

Pengertian Arsitektur High Tech

arsitektur high tech

Arsitektur high tech adalah aliran yang bermuara pada gagasan arsitektur modern, di mana bangunan dirancang sedemikian rupa guna memudahkan aktivitas manusia.

Perlu digarisbawahi makna kata hi tech bukan merujuk pada alat elektronik canggih seperti komputer, robot, chips dan sebagainya. Namun, sesuatu yang memudahkan.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa makna hi tech adalah elemen-elemen arsitektur yang mudah dipahami fungsi dan gunanya oleh pengguna bangunan.

Pendekatan arsitektur high tech digunakan untuk memecahkan masalah bangunan dengan penggunaan material fungsional dan estetis seperti logam, kaca, dan plastik.

Biaya untuk merancang bangunan arsitektur high tech memang kurang ramah kantong. Namun, modal investasi itu sepadan dengan nilai-nilai yang ditawarkan.

Contoh bangunan high tech yaitu rumah di Kamala Tree. Proyek hunian ini merupakan persembahan developer Urban Creative Property di Depok, Jawa Barat.

Ciri ciri Arsitektur High Tech

arsitektur high tech

Menonjolkan Struktur dan Utilitas Bangunan

Ciri pertama yaitu bagian luar dan dalam bangunan menonjolkan struktur dan utilitas atau kelengkapan fasilitas pada sebuah gedung atau bangunan.

Perancang sering menampilkan elemen ini pada bagian eksterior baik dalam bentuk dekorasi ataupun sculpture. Kadang-kadang menyerupai tampilan unfinished.

Menekankan pada Konstruksi

Ciri khas arsitektur high tech berikutnya yaitu menekankan pada hal yang berkaitan dengan konstruksi bangunan. Rancangan harus bisa menjawab pertanyaan;

  • bagaimana;
  • mengapa;
  • apa

Pasalnya, prinsip arsitektur high tech adalah harus mudah dipahami, sehingga orang awam sekalipun bisa mengerti sistem konstruksi bangunan yang rumit.

Menampilkan Unsur Transparan

Karakteristik arsitektur high tech biasanya menampilkan unsur-unsur yang transparan dan berlapis-lapis. Selain itu, juga memunculkan elemen yang bergerak.

Contohnya bangunan menggunakan dinding kaca agar bisa ditembus oleh cahaya alami dari matahari. Alhasil ruangan bebas pengap dan lembap.

Menggunakan Warna-warna Tertentu

Warna dalam teori arsitektur high tech bukan hanya persoalan desain saja. Namun harus bisa mengakomodasi hal-hal yang berkaitan dengan fungsi bangunan.

Misalnya dalam suatu rumah yang berkonsep open plan, pemilik memisahkan ruangan dengan cara membedakan warna lantai atau warna dindingnya.

Menggunakan Baja-baja Tipis

Pada bangunan dengan desain high tech, kamu akan menemukan baja-baja tipis. Elemen tersebut berguna sebagai lapisan penguat yang dipasang bersilangan.

Baja-baja tersebut juga membuat bangunan lebih futuristik, sekaligus menampilkan keunikan bangunan pada era industri. Itulah beberapa ciri arsitektur hi tech.

Baca juga: Mengenal Arsitektur Futuristik, Ciri Utama serta Contoh Desainnya

Contoh Bangunan High Tech di Dunia

arsitektur high tech

Baik, sekarang kamu sudah memahami teori arsitektur hitech serta ciri-cirinya. Selanjutnya, mari kita melihat sederet bangunan dengan prinsip ini.

Perlu diketahui tokoh arsitektur high tech di balik bangunan berikut antara lain Norman Foster, Renzo Piano, Richard Rogers, Frank Gehry, serta Nicholas Grimshaw.

Hongkong Shanghai Bank

Hongkong Shanghai Bank dibangun oleh Norman Foster. Bangunan dengan high tech arsitektur ini dibangun pada 1979 dan 1986 di Hongkong, Cina.

Ciri khas seperti struktur baja, lapisan aluminium abu-abu, dan panel-panel silver metalik menonjol pada bangunan. Lalu, dilengkapi oleh tangkapan angin berlapis aluminium.

Desain bangunan menekankan pada sinar matahari yang diarahkan ke hall untuk kemudian ditangkap oleh atap kaca. Sedangkan pada malam hari akan terlihat seperti garis-garis kristal.

Pompidou Center

Pompidou Center dirancang oleh arsitek Renzo Piano dan Richard Rogers pada 1970-an. Bangunan berfungsi sebagai museum seni modern, pameran atau galeri.

Bukan hanya itu, bangunan juga berfungsi sebagai perpustakaan yang dibuka untuk umum. Kemudian ada toko buku, penerbitan, pusat kebudayaan, perkantoran dan hiburan.

Bangunan Pompidou Center menonjolkan elemen saluran udara panas, air conditioner dan pipa listrik yang diekspos di luar bangunan. Ini dibangun dalam kurun waktu enam tahun.

Bangunan Pavilion Inggris

Bangunan ini dirancang oleh arsitek Nicholas Grimshaw. Strategi perancangan, yaitu menggunakan tabir air pada dinding timur bangunan untuk memfilter radiasi matahari.

Tabir air tersebut berfungsi menurunkan suhu ruangan, tetapi tak mengurangi penerangan dari sinar matahari. Sisi barat pun tak lepas dari elemen air untuk menyerap panas pada sore hari.

Dinding bangunan sisi selatan diberi lembaran yang semi transparan dan diperkuat oleh konstruksi baja. Secara estetika, baja merupakan simbol kejayaan Inggris di lautan.

Itulah ulasan lengkap mengenai arsitektur high tech. Apabila tertarik dengan perumahan hitech yang memudahkan aktivitas di rumah, cari di project hunian baru dan halaman rumah dijual 99.co Indonesia, ya!

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.