
2 menit
Secara umum, tandon air di rumah-rumah terpasang di tempat yang tinggi. Namun, kamu bisa pula memasang tandon air bawah tanah, lo. Kira-kira, berapa biaya pembuatan tandon air bawah tanah? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Salah satu fungsi tandon air bawah tanah yakni mampu memuat penyimpanan air yang lebih banyak.
Tak hanya itu, acap kali air bakal lebih segar dengan kebersihan yang lebih baik dan tidak berbau.
Sementara tandon air di atas tanah yang kerap kita temui di rumah-rumah tak jarang berlumut dan membutuhkan perawatan ekstra.
Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kamu mulai beralih ke tandon air bawah tanah.
Meski demikian, kamu juga perlu memikirkan risiko keberadaan tandon air bawah tanah.
Salah satunya terkait pendistribusian ke sejumlah area di dalam hunian yang bisa saja tidak lancar.
Namun, tak ada salahnya untuk mencoba, bukan?
Nah, sebelum itu, kamu juga mesti mengetahui perkiraan biaya yang dibutuhkan, termasuk upah tukang dan material apa saja yang dibutuhkan.
Rincian biaya pembuatan tandon air bawah tanah juga terbilang tidak murah, apalagi jika tandon air yang hendak kamu pasang terbuat dari beton seperti yang akan menjadi pembahasan 99.co Indonesia kali ini.
Simak ulasannya sampai tuntas, yuk!
Material yang Diperlukan dalam Pembuatan Tandon Air Bawah Tanah
Melansir jagobangunan.com, material untuk tandon bawah tanah beton bisa berupa batu kali atau batu bata.
Akan tetapi, bagian dalam mesti dilapisi plesteran sekira 5 cm dengan lapisan kawat ayam.
Hal ini dilakukan guna menahan retakan sehingga meminimalkan kebocoran.
Tak hanya itu, plesteran dengan lapisan kawat ayam juga bisa membuat tandon lebih tahan lama sehingga tak perlu perawatan setiap saat.
Setidaknya, pembuatan tandon air bawah tanah beton memerlukan hal-hal berikut ini:
1. Pasangan
- Batu belah atau batu gunung = 5 x 4 x 4 x 0,30 = 24 m3
- Campuran 1 semen = 5 pasir
- Semen = 136 kg/m3 x 24 m3 = 3.264 kg, jika pakai semen isi 40 kg = 82 sak
- Pasir = 0,544 x 24 = 13 m3
- Batu alam = 1,2 x 24 = 28,8 m3
2. Plesteran
- Plesteran selebar = 5 x 4 x 4 = 80 m2 tebal 5 cm atau 4 m3
- Semen = 302 kg x 4 m3 = 1.208 kg atau 30 sak
- Pasir = 1,209 x 4 m3 = 4,84 m3
- Kawat ayam lebar 1 meter x 20 m = 5 roll dengan overlapping
3. Tutup Beton
- Tutup beton 4,6 x 4,6 tebal 20 cm = 4.232
- Semen = 340 kg x 4.232 = 1.439 kg atau 36 sak
- Pasir = 0,545 x 4.232 = 2,3 m3
- Kerikil = 0,817 x 4.232 = 3,46 m3
- Besi 10 mm dobel, jarak 15 cm = 60 batang
- Kawat ikat = 5 kg
Total Biaya Pembuatan Tandon Air Bawah Tanah
1. Perhitungan Material
- Semen = 82+30+36 =148 sak @Rp50.000 = Rp. 7.240.000
- Pasir = 13+4,84+2,31 = 20,15 m3 @Rp280.000 = Rp5.642.000
- Batu belah = 28,8 m3 @Rp240.000 = Rp6.912.000
- Kerikil = 3,46 m3 @Rp300.000 = Rp 1.033.000
- Kawat ayam = 5 rol @Rp300.000 = Rp1.500.000
- Kawat ikat 5 kg @Rp20.000 = Rp100.000
- Bahan kayu bekisting = Rp800.000
Upah Tukang
- Tukang = 2×30 hari x Rp110.000 = Rp6.600.000
- Tenaga = 4×30 hari x Rp90000 = Rp10.800.000
- Transport buang tanah = Rp2.000.000
Merujuk pada perhitungan di atas, maka biaya yang mesti kamu keluarkan adalah Rp40.627.000.
Meski demikian, perhitungan tersebut bisa berubah dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Kamu masih bisa menekan biaya yang diperlukan jika dirasa beberapa material tersebut tidak terlalu penting.
Selain itu, upah tukang juga dapat dinegosiasikan untuk penyesuaian.
Pasalnya, gaji tukang di tiap-tiap daerah tidak selalu sama.
***
Itulah biaya pembuatan tandon air bawah tanah menggunakan beton, Sahabat 99.
Semoga ulasannya bermanfaat ya.
Simak terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.
Jika kamu sedang mencari rumah di sekitar Depok, bisa jadi Grand Citra Residence adalah pilihan yang tepat.
Cek selengkapnya di www.99.co/id.

