
Panduan Properti 99.co Indonesia akan membahas cara membersihkan keramik setelah pembangunan secara efektif, aman, dan bertahap.
Mulai dari noda ringan hingga kerak semen yang membandel.
*
Selesai pembangunan atau renovasi rumah, satu masalah yang hampir selalu muncul adalah keramik lantai yang tampak kusam, bernoda, atau berlapis sisa semen.
Dipel berkali-kali pun sering tidak banyak membantu.
Jika dibiarkan, noda tersebut bisa mengeras dan merusak tampilan lantai secara permanen.
Kenapa Keramik Setelah Pembangunan Sulit Dibersihkan?
Berbeda dengan kotoran sehari-hari, kotoran pasca pembangunan biasanya berupa:
- Sisa semen, nat, dan grout
- Debu bangunan yang sangat halus
- Cipratan cat atau lem
- Lapisan alkali dari material konstruksi
Jika salah metode atau cairan pembersih, permukaan keramik bisa kusam, tergores, atau lapisan glasirnya rusak.
Peralatan Dasar yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai, siapkan alat berikut:
- Sapu dan vacuum (jika ada)
- Pel lantai microfiber
- Sikat lantai berbulu plastik (bukan kawat)
- Ember
- Sarung tangan karet
- Cairan pembersih (disesuaikan dengan tingkat noda)
Langkah Awal: Pembersihan Kering Wajib Dilakukan
Jangan langsung mengepel.
- Sapu atau vacuum seluruh area
- Pastikan debu, pasir, dan sisa material terangkat
- Fokuskan pada sudut, nat keramik, dan area dekat dinding
Langkah ini penting agar debu tidak berubah menjadi lumpur semen saat terkena air.
Cara Membersihkan Keramik dari Sisa Semen Tipis
Untuk noda ringan hingga sedang:
Bahan yang Aman
- Air hangat
- Sabun lantai pH netral
Cara
- Campurkan air hangat dan sabun lantai
- Pel lantai secara merata
- Diamkan 5–10 menit
- Sikat perlahan area bernoda
- Bilas dengan air bersih
Metode ini cocok untuk keramik baru yang masih sensitif.
Baca juga:
Cara Membersihkan Keramik Kasar yang Baru Dipasang. Ternyata Gampang!
Cara Menghilangkan Kerak Semen Membandel

Jika masih ada kerak semen yang mengeras:
Opsi 1: Cairan Pembersih Keramik Khusus
Gunakan produk yang secara jelas bertuliskan “cement remover” atau “pembersih kerak semen”.
Langkah aman:
- Baca petunjuk produk
- Encerkan sesuai rekomendasi
- Oleskan pada area kecil terlebih dahulu (tes spot)
- Diamkan sesuai waktu anjuran
- Sikat perlahan
- Bilas hingga benar-benar bersih
Opsi 2: Campuran Cuka (Untuk Kerak Ringan)
Tidak disarankan untuk marmer atau granit
- Campur air dan cuka (1:1)
- Gunakan hanya pada area bernoda
- Jangan didiamkan terlalu lama
- Segera bilas setelah disikat
Membersihkan Nat Keramik Pasca Renovasi
Nat sering menjadi area paling kotor.
Cara aman:
- Gunakan sikat gigi bekas
- Campuran baking soda dan air
- Gosok perlahan mengikuti garis nat
- Bilas hingga bersih
Hindari benda tajam atau sikat kawat karena bisa merusak nat.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak orang justru merusak keramik karena ingin cepat bersih.
Hindari:
- Asam keras tanpa pengenceran
- Cairan pembersih toilet
- Sikat kawat atau amplas
- Menggosok terlalu keras
- Tidak membilas sisa cairan kimia
Keramik memang keras, tetapi lapisan permukaannya tetap bisa rusak.
Tips Agar Keramik Tetap Mengilap Setelah Dibersihkan
- Setelah bersih total, pel ulang dengan air bersih
- Gunakan lap microfiber kering untuk finishing
- Tunggu lantai benar-benar kering sebelum diinjak
- Jika perlu, gunakan coating atau polish khusus keramik
Kapan Perlu Jasa Pembersih Profesional?
Pertimbangkan jasa profesional jika:
- Area sangat luas
- Kerak semen sudah lama mengeras
- Keramik jenis khusus (porcelain premium, motif doff, dll.)
- Takut salah langkah dan merusak lantai
Biaya pembersihan biasanya jauh lebih murah dibanding mengganti keramik.
*
Membersihkan keramik selesai pembangunan tidak bisa asal pel.
Dibutuhkan tahapan yang tepat, cairan yang sesuai, dan kesabaran agar lantai benar-benar bersih tanpa merusak permukaannya.
Dengan metode yang benar, keramik baru bisa kembali bersih, cerah, dan layak huni, tanpa perlu renovasi ulang.
Baca artikel lainnya di Panduan Properti 99.co Indonesia.
Kunjungi 99.co Indonesia untuk jual-beli properti #SegampangItu.