
Ruangan terasa terlalu terang atau terlalu remang? Agar ruangan terang merata, pelajari bagaimana cara menghitung kebutuhan lampu, yuk!
Dewasa ini, tak sedikit orang yang masih abai dalam memilih lampu ruangan.
Alhasil ketika asal pilih lampu, ruangan jadi terasa terlalu terang atau bahkan terlalu remang.
Hal ini akan berdampak terhadap kenyamanan dan memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mata.
Tentu Anda tidak ingin hal buruk seperti itu terjadi, ‘kan?
Oleh karena itu, pelajari cara menghitung lampu ruangan di rumah agar terang merata!
Cara Menghitung Kebutuhan Lampu di Rumah

Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mempelajari bagaimana cara menghitung kebutuhan lampu ruangan berdasarkan titik.
Hal-hal yang perlu Anda ketahui mencakup lumen, watt, lux, light loss factor, panjang ruang, dan lebar ruang.
Istilah-Istilah yang perlu Dipahami
1. Lumen
Lumen adalah satuan unit yang digunakan untuk mengukur cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya.
Lantas, apa bedanya lumen dengan watt? Dua hal tersebut memiliki pengertian yang jelas berbeda.
Baca Juga:
6 Inspirasi Lampu Hias Kamar Tidur
2. Watt
Watt adalah daya yang dibutuhkan oleh sumber cahaya, dalam hal ini lampu, untuk menghasilkan cahaya.
Sederhananya, satuan watt pada lampu bisa digunakan untuk mengetahui berapa lumen cahaya yang dihasilkan.
3. Lux
Lux adalah satuan intensitas cahaya yang diterima oleh permukaan objek.
Artinya, hal ini menyangkut seberapa cerah atau terang suatu pencahayaan terhadap permukaan objek.
Berikut ini standar pencahayaan ruangan berdasarkan Standar Nasional Indonesial (SNI):
| Jenis Kegiatan | Contoh | Lux |
| Jarang dipakai berkegiatan | Teras, garasi | 60 |
| Tidak membutuhkan ketelitian | Ruang tamu, ruang keluarga | 120-250 |
| Kerja kasar | Toilet, dapur | 250 |
| Membutuhkan ketelitian | Ruang kerja, perpustakaan | 300 |
| Jualan dengan etalase | Toko perhiasan | 500 |
Merujuk LedRise, berikut ini kebutuhan lampu berdasarkan jenis ruangan yang juga dapat dijadikan sebagai acuan:
| Jenis Ruangan/Aktivitas | Lux |
| Ruang keluarga secara umum | 50-150 |
| Membaca santai | 150 |
| Belajar | 150-750 |
| Kamar tidur secara umum | 50-150 |
| Dapur secara umum | 150 |
| Area memasak dapur | 400 |
| Kamar mandi | 150-300 |
| Aula dan lorong | 100-150 |
| Tangga | 100-150 |
| Ruang makan | 150-450 |
4. Light Loss Factor
Pada realitnya, cahaya yang dipancarkan oleh lampu dipengaruhi oleh banyak faktor.
Faktor-faktor tersebut mencakup permukaan dinding (apakah menggunakan finishing glossy atau mate), warna cat, hingga kebersihan lampu dengan nilai koefisien berkisar 50-60 persen.
Lalu juga ada light loss factor (LLF) atau umur lampu yang berkisar antara 70-80 persen.
Faktor-faktor tersebut membuat lampu tidak selalu bisa bekerja 100 persen.
Oleh karena itu, ada faktor ‘x’ yang perlu ditambahkan dalam cara menghitung kebutuhan lampu.
Cara Menghitung Kebutuhan Lampu berdasarkan Titik
Setelah memahami hal-hal di atas, cara menghitung kebutuhan lampu memang terkesan cukup rumit.
Namun, hal tersebut bisa disederhanakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Total lumen = total lux x panjang ruangan x lebar ruangan
Contohnya, Anda ingin mengetahui berapa kebutuhan titik lampu untuk ruang keluarga berukuran 3 x 4 meter dengan kisaran 200 lux.
Total lumen = 200 lux x 3 m x 4 m = 2.400 lumen.
Dengan demikian, ruang keluarga dengan luas 12 meter persegi membutuhkan 2.400 lumen.
Menghitung Kebutuhan Lampu dengan Faktor “X”
Setelah mendapatkan lumen yang dibutuhkan, Anda juga harus melakukan perhitungan dengan mencantumkan faktor ‘x’.
Berdasarkan kisaran nilai yang disebutkan di atas, jika kita mengambil nilai 70 persen (LLF) dan 50 persen (nilai koefisien faktor lainnya), maka perhitungannya sebagai berikut:
Dari perhitungan di atas, diketahui bahwa jumlah lumen yang dibutuhkan adalah 6.800.
Menghitung Kebutuhan Titik Lampu
Jadi, berapa titik lampu yang dibutuhkan untuk ruang tamu berukuran 12 meter persegi?
Kebutuhan titik lampu ini tergantung kembali disesuaikan dengan jenis lampu yang Anda pilih.
Contoh, Anda menggunakan lampu 1.800 lumen, berikut ini perhitungannya:
6.800 lumen : 1.800 lumen = 3,7
Hasil yang didapat dari perhitungan di atas adalah 3,7—dibulatkan jadi 4 buah lampu.
Dengan demikian, untuk ruang tamu berukuran 12 meter persegi, idealnya menggunakan 4 buah lampu dengan spesifikasi masing-masing 1.800 lumen.
Baca Juga:
8 Ragam Jenis Lampu dan Kegunaannya di Rumah
FAQ Cara Menghitung Kebutuhan Lampu
Bagaimana cara menghitung kebutuhan pencahayaan?
Cara menghitung kebutuhan pencahayaan ruangan berdasarkan titik bisa dengan menggunakan rumus Total lumen = total lux x panjang ruangan x lebar ruangan.
Berapa watt lampu untuk kamar 3×3?
Secara umum, untuk kamar tidur berukuran 3×3 meter, berikut adalah perkiraan watt yang sering digunakan:
- Lampu LED: 10-15 watt sudah cukup untuk memberikan pencahayaan yang baik.
- Lampu CFL: 15-20 watt.
- Bohlam pijar: 25-40 watt (kurang efisien dan sudah jarang digunakan)
Berapa banyak lampu yang dibutuhkan dalam satu ruangan?
Menghitung berapa banyak lampu yang dibutuhkan dalam satu ruangan harus mempertimbangkan bebeapa faktor, jadi tidak bisa disamaratakan.
Secara umum, berikut langkah-langkah menghitung kebutuhan lampu dalam satu ruangan:
- Tentukan tingkat pencahayaan yang diinginkan: Tingkat pencahayaan yang ideal berbeda-beda untuk setiap ruangan. Misalnya, untuk ruang tamu, tingkat pencahayaan yang disarankan adalah sekitar 150-300 lux, sedangkan untuk kamar tidur cukup 100-200 lux.
- Hitung luas ruangan: Kalikan panjang dan lebar ruangan untuk mendapatkan luasnya.
- Hitung total lumen yang dibutuhkan: Kalikan luas ruangan dengan tingkat pencahayaan yang diinginkan.
- Pilih lampu: Pilih lampu dengan total lumen yang mendekati hasil perhitungan pada langkah 3.
***
Demikian penjelasan mengenai cara menghitung kebutuhan lampu.
Temukan pilihan properti terbaik hanya di www.99.co/id!