Cara Decluttering Rumah tanpa Rasa Bersalah pada Barang Kenangan

Last update: 10 Maret 2026 3 min read
Author:

Decluttering rumah tanpa rasa bersalah bisa diwujudkan dengan cara mengubah pola pikir, yaitu meyakini bahwa kenangan itu tersimpan di hati, bukan pada benda.

Selain itu, penting juga untuk menerapkan metode hanya menyimpan barang yang paling berkesan.

Lalu, bisa juga kamu mendigitalisasi sisanya agar hunian tetap lega tanpa kehilangan memori berharga.

Melalui artikel ini, Panduan 99.co menjabarkan cara decluttering rumah tanpa rasa bersalah pada barang kenangan.

Apa Itu Decluttering Rumah?

Istilah decluttering berasal dari kata clutter, yang artinya tumpukan barang berantakan.

Jadi, decluttering adalah proses menyortir, memilah, dan menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak lagi digunakan, tidak dibutuhkan, atau tidak lagi memberikan kebahagiaan.

Tujuan dari decluttering adalah membuat rumah lebih lega dan teratur, meski rumahnya bertipe 36.

Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Membuang Barang?

Rasa bersalah ketika membuang barang kenangan adalah hal yang umumnya bisa terjadi.

Berikut adalah beberapa kemungkinan besar penyebabnya:

  • Kelekatan Emosional: Kita kerap menganggap suatu barang kenangan sebagai personifikasi dari orang atau kejadian di masa lalu.
  • Rasa Utang Budi: Jika barangnya merupakan kado, kita takut untuk membuangnya dengan alasan ingin menghargai si pemberi. Padahal, barangnya tidak pernah dipakai.
  • Ketakutan Kehilangan Identitas: Rasa bersalah juga bisa muncul karena jika barangnya hilang, memorinya juga akan pudar.

Cara Decluttering Barang Rumah tanpa Rasa Bersalah

1. Siapkan Mental Sebelum Mulai

Ada beberapa prinsip yang mesti kamu siapkan sebelum mulai decluttering.

Prinsip pertama, kamu mesti ubah mindset bahwa kenangan itu ada di dalam hati, bukan di dalam benda.

Kemudian ingat, barang yang hanya disimpan di gudang dan berdebu justru tidak menghargai barang tersebut.

Kita memang mesti menghargai masa lalu. Tapi, jangan lupa juga untuk memprioritaskan diri yang hidup di masa sekarang.

2. Gunakan Metode Bertahap

Agar tidak kewalahan, sebaiknya gunakan metode bertahap. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Simpan yang terbaik, lepaskan sisanya. Contohnya, jika kamu memiliki 10 kaos pemberian sahabat, simpan saja satu yang paling berkesan.
  • Gunakan metode foto untuk digitalisasi. Kamu bisa memotret barang yang akan disingkirkan. Dengan begitu, barangnya tetap “tersimpan” dalam memori visual.
  • Beri batas ruang. Caranya, dengan membuat satu kotak khusus “kenangan”. Apabila kotaknya penuh, berarti harus ada barang yang dikeluarkan sebelum ada yang hendak dimasukkan.
  • Ubah fungsi. Contohnya, bisa dengan mengubah baju lama yang penuh kenangan menjadi sarung bantal.

3. Menangani Barang Pemberian atau Kado

Perlu diingat terlebih dahulu, tujuan dari kado itu adalah “saat serah terima”.

Jika kamu sudah menerima kadonya dengan senang, berarti tugas dari barang itu sudah selesai.

Berikutnya, kamu bisa mendonasikan kado itu dengan niat baik.

Kamu dapat menyalurkan barangnya ke orang yang lebih membutuhkan.

Hal tersebut justru memberikan “nyawa baru” pada barang kadonya.

4. Menyimpan Barang Kenangan yang Tersisa

Supaya rumah tetap rapi, untuk barang kenangan yang tersisa bisa disimpan dalam wadah transparan yang estetik.

Kemudian, labeli kotaknya berdasarkan kategori tahun atau peristiwa.

Nah, agar tidak mengganggu fungsi ruang utama, simpan kotak itu di rak tinggi atau bawah tempat tidur.

***

Jadi, itulah cara decluttering rumah tanpa rasa bersalah pada barang kenangan.

Proses tersebut bisa membuat rumah kembali pada fungsi awalnya, yaitu tempat untuk hidup, bukan museum.

Selamat mencoba, ya!

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.