Jenis Colokan Listrik di Berbagai Negara yang Wajib Diketahui

Last update: 28 Oktober 2025 4 min read
Author:

Mengetahui jenis colokan listrik sangat penting agar kita memahami bentuk dan standar konektor yang digunakan di berbagai belahan dunia.

Colokan listrik merupakan komponen vital yang berfungsi menghubungkan perangkat elektronik ke sumber daya listrik dengan aman.

Hampir semua peralatan rumah tangga dan elektronik, seperti ponsel, laptop, televisi, hingga alat dapur, memerlukan colokan listrik untuk beroperasi.

Menariknya, tidak semua negara menggunakan bentuk colokan yang sama.

Beberapa memiliki desain khas dan standar keamanan berbeda sesuai regulasi masing-masing.

Inilah jenis colokan listrik yang diakui secara internasional, masing-masing dengan karakteristik dan bentuk pin yang berbeda.

Jenis Colokan Listrik di Berbagai Negara

1. Colokan Listrik Tipe A

Jenis colokan listrik tipe A digunakan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

Bentuk colokan ini memiliki 2 pins atau lubang colokan dan tak memiliki grounding.

Daya yang dihasilkan oleh colokan listrik ini yaitu sekitar 15 A dan menggunakan tegangan sekitar 100–127 V.

2. Colokan Listrik Tipe B

Colokan listrik tipe B juga banyak digunakan di negara Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

Perbedaannya, colokan listrik ini memiliki 3 pins atau lubang colokan dan memiliki grounding.

Daya yang dihasilkan sama yaitu 15 A dan memerlukan tegangan sekitar 100–127 V.

3. Colokan Listrik Tipe C

Berikutnya, colokan listrik tipe C yang banyak digunakan di wilayah Eropa, Amerika Selatan, dan negara Asia.

Colokan ini terdiri dari 2 pins berbentuk bulat, tak memiliki grounding, dapat menghasilkan daya 2,5 A, dan membutuhkan tegangan 220–240 V.

4. Colokan Listrik Tipe D

Colokan tipe D banyak digunakan di beberapa negara di Afrika, Hong Kong, India, Maladewa, dan beberapa negara lainnya.

Bentuknya terdiri dari 3 pins dan disertai grounding dengan daya 5 A dan membutuhkan tegangan 220–240 V.

Soket listrik ini cocok untuk dipasangkan dengan tipe C dan D tapi tak aman untuk tipe E dan F.

5. Colokan Listrik Tipe E

Beberapa negara yang menggunakan colokan listrik tipe E adalah Perancis, Belgia, Polandia, Slowakia, dan Republik Ceko.

Colokan ini terdiri dari 2 pins, memiliki grounding, menghasilkan listrik 16 A dan umumnya menggunakan tegangan 220 – 240 V.

Soket ini cocok untuk dipasangkan dengan colokan tipe C, tipe E, dan tipe F

6. Colokan Listrik Tipe F

Negara-negara pengguna jenis colokan listrik tipe F adalah Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya selain UK dan Irlandia.

Colokannya terdiri dari 2 pins disertai grounding, dapat menghasilkan listrik 16 A dan menggunakan tegangan 220–240 V.

Soket ini cocok untuk dipasangkan dengan colokan tipe C, tipe E, dan tipe

7. Colokan Listrik Tipe G

United Kingdom, Irlandia, Malta, Malaysia, dan Singapura adalah beberapa negara pengguna colokan listrik tipe G.

Colokan ini terdiri dari 3 pins berbentuk persegi pipih disertai grounding, dapat menghasilkan listrik 13 A, dan membutuhkan tegangan 220–240 V.

Soket ini cocok untuk dipasangkan dengan colokan tipe G.

8. Colokan Listrik Tipe H

Colokan listrik tipe H digunakan oleh negara Israel serta beberapa wilayah di negara Palestina.

Bentuknya terdiri dari 3 pins bulat disertai grounding…

Dapat menghasilkan listrik 16 A dan menggunakan tegangan 220–240 V.

Soket ini cocok untuk dipasangkan dengan soket tipe C dan tipe H.

9. Colokan Listrik Tipe I

Australia, Selandia Baru, Cina, dan Argentina merupakan beberapa negara yang menggunakan jenis colokan listrik tipe I ini.

Ada pilihan 2 dan 3 pins yang dapat menghasilkan listrik sebesar 10 A dan memerlukan tegangan sebesar 220–240 V.

Soket ini cocok untuk dipasangkan dengan soket tipe C dan tipe H.

10. Colokan Listrik Tipe J

Anda akan menemukan jenis colokan tipe J ini di beberapa negara seperti Swiss, Lichtenstein, dan Rwanda.

3 pins pada colokan ini dapat menghantarkan listrik sebesar 10 A dengan kebutuhan tegangan sebesar 220–240 V.

11. Colokan Listrik Tipe K

Di Denmark dan Greenland, Anda akan sering menjumpai colokan listrik tipe K ini.

Colokan ini memiliki 3 pins disertai grounding, dapat menghasilkan listrik 16 A, dan menggunakan tegangan sebesar 220–240 V.

12. Colokan Listrik Tipe L

Beberapa negara yang menggunakan jenis colokan listrik tipe L yaitu Itali dan juga Chile.

Colokan ini memiliki 3 pins disertai grounding, dapat menghasilkan listrik 10 hingga 16 A, dan menggunakan tegangan sebesar 220–240 V.

Soket 10 A cocok dipasangkan dengan tipe C dan L sedangkan soket 16 A cocok untuk dipasangkan dengan tipe L.

13. Colokan Listrik Tipe M

Jenis colokan listrik tipe M akan banyak ditemukan di beberapa wilayah di Afrika Selatan.

Bentuk 3 pins dari colokan ini cukup unik namun masih dengan spesifikasi yang sama disertai grounding.

Listrik yang dihasilkan sebesar 15 A sedangkan tegangan yang dibutuhkan yaitu sebesar 220–240 V.

14. Colokan Listrik Tipe N

Jenis colokan listrik tipe N ini ternyata hanya akan Anda temukan jika mengunjungi Brasil atau Afrika Selatan, lho.

Bentuknya terdiri dari 3 pins disertai grounding, dapat menghasilkan listrik 10–20 A, dan umumnya menggunakan tegangan 100–240 V.

15. Colokan Listrik Tipe O

Colokan tipe O ini mungkin akan lebih lumrah Anda temukan di negara Thailand dibanding negara lainnya.

Bentuknya berupa 3 pins disertai grounding, dapat menghasilkan listrik 16 A, dan umumnya membutuhkan tegangan 220–240 V.

Itulah jenis-jenis colokan listrik yang biasa digunakan di berbagai negara di dunia. Jangan sampai tertukar ya!

***

Itulah jenis colokan listrik di yang wajib Anda ketahui.

Kunjungi www.99.co/id untuk mendapatkan properti impian!

 

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.