10 Jenis Keramik Terpopuler beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Last update: 3 Mei 2025 6 min read
Author:

Jenis keramik yang tepat bisa memberi rasa nyaman kepada penghuni, serta meningkatkan tampilan interior rumah secara signifikan.

Beruntung, saat ini ada banyak tipe-tipe keramik yang dijual di pasaran.

Tipe keramik tersebut umumnya dibedakan berdasarkan materialnya.

Bahkan, beberapa tipe keramik juga dibuat untuk fungsi tertentu, sehingga tidak bisa diterapkan di sembarang tempat.

Penasaran dengan jenis-jenis keramik yang ada di pasaran? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Jenis-Jenis Keramik yang Populer di Pasaran

1. Keramik Biasa

Jenis keramik pertama adalah keramik biasa.

Tipe keramik yang umum ditemukan di pasaran, serta dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Ada banyak ukuran dari keramik ini, mulai dari 20×20, 40×40, 60×60, hingga 30×60 cm.

Jika tertarik, Anda bisa membeli seharga mulai dari Rp40 ribuan saja.

Selain murah, pilihan warna keramik biasa tergolong cukup banyak, serta memiliki daya tahan yang mumpuni.

Kelebihan Kekurangan
  • Harga terjangkau dan tersedia dalam banyak variasi warna serta motif.
  • Mudah ditemukan di pasaran.
  • Instalasinya relatif sederhana.
  • Tidak terlalu tahan lama dibandingkan jenis keramik lainnya.
  • Rentan terhadap retak atau pecah jika terkena benturan keras.
  • Kurang cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi atau area basah karena licin.

2. Keramik Granit

jenis keramik

Foto: selera.id

Keramik granit memiliki warna natural dan berserat sehingga terlihat indah.

Dengan warnanya yang khas, keramik granit cocok dijadikan aksen interior rumah mewah dan elegan.

Keunggulan lain dari jenis keramik tersebut adalah tahan goresan dan lebih kuat ketimbang keramik biasa.

Keramik granit diperoleh dari hasil tambang sehingga wajar apabila harganya cukup tinggi.

Per kotaknya, keramik mahal ini dijual mulai dari Rp100 ribuan, tergantung ukuran yang kamu pilih.

Kelebihan Kekurangan
  • Tahan gores dan tahan lama.
  • Tampilan mewah dengan efek alami seperti batu granit asli.
  • Cocok untuk area lalu lintas tinggi.
  • Harga relatif mahal.
  • Pemasangan lebih rumit dan memerlukan tenaga ahli.
  • Pilihan warna dan motif tidak sebanyak keramik biasa.

3. Keramik Marmer

Keramik marmer merupakan salah satu jenis keramik yang populer karena cocok digunakan pada berbagai bangunan, termasuk rumah.

Serupa keramik granit, lantai keramik marmer termasuk ke dalam jajaran keramik berharga mahal.

Pasalnya, keramik marmer dengan ukuran terkecil seperti 40×40 cm saja, harganya dijual mulai dari Rp115 ribuan.

Dengan harga tersebut, marmer memiliki karakteristik warna dan corak yang cukup khas.

Kelebihan Kekurangan
  • Tampilan sangat mewah dan elegan dengan pola alami yang unik.
  • Tahan panas, cocok untuk area dengan suhu tinggi.
  • Mahal, baik dari segi harga material maupun biaya pemasangan.
  • Perawatan khusus diperlukan karena rentan terhadap noda dan goresan.
  • Tidak tahan terhadap bahan kimia keras.

4. Keramik Pavers

Keramik pavers atau yang biasa disebut ubin genting, merupakan jenis keramik yang terbuat dari bahan alami seperti tanah liat.

Tipe keramik ini tergolong kuat karena memiliki ketebalan hingga 12 inch, lebih besar dibandingkan jenis lainnya.

Selain itu, keramik pavers banyak digunakan untuk dekorasi outdoor, misalnya untuk jalan setapak taman.

Jenis keramik pavers biasanya memiliki warna yang natural dan netral seperti abu-abu, marun, krem atau cokelat.

Jika tertarik, satu dus keramik pavers ukuran 40×40 cm dapat Anda beli mulai dari harga Rp300 ribuan.

Kelebihan Kekurangan
  • Sangat kuat dan tahan terhadap tekanan tinggi.
  • Cocok untuk area outdoor seperti jalan setapak atau taman.
  • Tekstur kasar membuatnya antiselip.
  • Pilihan desain dan warna terbatas.
  • Tidak cocok untuk interior karena tampilannya yang kasar.

5. Homogenous Tile

jenis keramik

Foto: hafary.com

Homogenous tile atau ubin homogen merupakan jenis keramik terkuat.

Alasannya karena keramik ini terbuat dari tanah liat khusus yang tahan terhadap suhu sampai 1.500 derajat Celsius.

Dengan karakteristik keramik yang kuat, jangan heran kalau homogenous tile kerap digunakan untuk hunian-hunian mewah.

Untuk ukuran 60×60 cm, satu dus homogenous tile ditawarkan seharga mulai dari Rp450 ribuan.

Kelebihan Kekurangan
  • Kuat dan tahan lama karena materialnya homogen dari atas hingga bawah.
  • Tahan gores dan cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.
  • Tampilan modern dan minimalis.
  • Harga lebih mahal dibandingkan keramik biasa.
  • Proses pemasangan membutuhkan keahlian lebih.

6. Keramik Semen

Sedang mencari tipe keramik dengan look khas hunian industrial? Jika demikian, keramik semen mesti menjadi opsi paling depan.

Selain untuk rumah, keramik semen acap kali diaplikasikan untuk jenis bangunan gudang atau pabrik.

Faktanya, walau kini digemari, dahulu tampilan keramik semen dianggap tidak menarik dan monoton, lo.

Kelebihan Kekurangan
  • Tampilan rustic dan industrial yang unik.
  • Cocok untuk gaya desain modern atau vintage.
  • Tahan terhadap tekanan tinggi.
  • Rentan terhadap noda jika tidak dilapisi pelindung.
  • Perawatan lebih sulit untuk menjaga tampilan tetap bersih.

7. Keramik Porselen

Keramik porselen sering dianggap seperti keramik biasa.

Namun, keduanya memiliki sejumlah perbedaan, terutama dari tingkat kecerahan dan keberagaman motifnya.

Bahkan, bila dibandingkan secara langsung, keramik lantai tipe porselen terlihat lebih mengilap dan cerah.

Bila tertarik, harga keramik porselen cukup murah, dijual mulai Rp40 ribuan dari ukurang paling kecil.

Kelebihan Kekurangan
  • Sangat tahan lama dan tahan gores.
  • Tahan air, cocok untuk area basah seperti kamar mandi.
  • Tampilan lebih halus dan elegan.
  • Harga lebih mahal dari keramik biasa.
  • Instalasi membutuhkan keahlian khusus.

8. Keramik Refractory

keramik refractory

Foto: IndiaMART

Keramik refractory adalah keramik yang terbuat dari silika dan alumina.

Komposisi tersebut membuat keramik ini tahan terhadap api, lho.

Keramik refractory pun sangat cocok diaplikasikan untuk area outdoor yang tidak membutuhkan banyak perawatan. 

Kelebihan Kekurangan
  • Tahan terhadap suhu sangat tinggi.
  • Cocok untuk area seperti dapur industri, tungku, atau perapian.
  • Tidak cocok untuk penggunaan estetika atau dekorasi.
  • Harga relatif mahal karena fungsi spesifiknya.

9. Keramik Teraso

Jika kamu suka gaya rumah klasik, keramik teraso bisa menjadi pilihan.

Pasalnya, keramik teraso biasanya mempunyai motif khas berupa corak-corak etnik yang menarik. 

Walau bergaya lawas, lantai keramik teraso banyak diaplikasikan di beberapa rumah kekinian.

Umumnya, keramik teraso berukuran 20×20 cm, sehingga cocok untuk ruang keluarga, ruang tamu dan teras rumah.

Ada banyak jenis lantai keramik teraso yang bisa kamu pilih, seperti teraso kasar, antigores, dan bermotif.

Kelebihan Kekurangan
  • Tampilan artistik dengan pola unik dari campuran material seperti marmer dan semen.
  • Tahan lama dan ramah lingkungan.
  • Harga mahal, terutama untuk teraso handmade.
  • Perawatan khusus diperlukan untuk menjaga kilapnya.

10. Keramik Mozaik

Pilihan keramik yang terakhir adalah mozaik. 

Jenis keramik ini memiliki bentuk heksagonal, yang biasanya dijadikan sebagai lantai keramik kamar mandi atau teras. 

Kelebihan Kekurangan
  • Sangat dekoratif, cocok untuk mempercantik ruangan dengan pola dan warna yang menarik.
  • Tahan air, ideal untuk dinding kamar mandi atau dapur.
  • Proses pemasangan lebih rumit karena ukurannya kecil.
  • Harga per satuan lebih mahal dibandingkan keramik biasa.

***

Demikianlah jenis-jenis keramik beserta kelebihan dan kekurangannya.

Semoga bermanfaat, ya.

Dapatkan pilihan hunian terbaik di www.99.co/id!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.