8 Jenis Lantai Rumah Terbaik, Ada yang Tidak Licin dan Awet

Last update: 9 Juli 2025 8 min read
Author:

Jenis lantai merupakan elemen penting yang mesti dipertimbangkan.

Pasalnya, lantai bisa menentukan kenyamanan, keamanan, dan estetika sebuah hunian.

Perlu kamu ketahui, setiap jenis lantai memiliki karakteristik berbeda. Ada yang tidak licin, tahan lama, dan mudah dibersihkan.

Jadi, memilih lantai itu tidak hanya soal estetika saja, tapi juga soal fungsionalitas dan kebutuhan penghuni rumah.

Di bawah ini, kamu bisa mengetahui beberapa jenis lantai yang bisa jadi inspirasi.

Penting untuk mengetahui infonya apabila kamu mencari lantai yang awet dan aman untuk keluarga.

1. Lantai Plester

lantai plester
Sumber foto: idea.grid.id

Lantai plester adalah jenis lantai yang dibuat dari campuran semen, pasir, dan air yang diratakan di atas permukaan tanah atau beton sebagai penutup dasar lantai.

Lantaran pembuatannya sederhana dan tidak memakan biaya, lantai ini biasanya digunakan pada rumah sederhana, rumah semi permanen, gudang, dan garasi.

Namun, seiring semakin populernya desain minimalis dengan konsep semen ekspos, lantai jenis ini juga banyak diterapkan di rumah modern dan di kafe.

Karakteristik dari lantai ini adalah warnanya abu-abu, terlihat natural, tahan terhadap berat, dan mudah diperbaiki saat rusak.

Kelebihan Lantai Plester:

  • Biaya murah dan ekonomis dibanding jenis lantai lainnya.

  • Pengerjaan cepat dan tidak membutuhkan material tambahan seperti keramik atau granit.

  • Cocok untuk area servis seperti dapur, kamar mandi luar, atau area laundry.

  • Bisa dijadikan dasar sebelum pemasangan lantai lain (misalnya keramik).

Kekurangan Lantai Plester:

  • Kurang estetis jika dibandingkan dengan lantai keramik atau parket.

  • Permukaannya bisa menjadi kasar atau berdebu jika tidak difinishing dengan baik.

  • Tidak tahan air, mudah lembap dan menyerap cairan.

  • Bisa retak seiring waktu jika tanah di bawahnya tidak stabil.

Baca juga: 7 Jenis Lantai Rumah Tanpa Keramik yang Unik dan Estetis

2. Lantai Keramik

lantai keramik

Ini adalah pilihan lantai rumah yang paling populer digunakan di rumah-rumah di Indonesia.

Keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar dan dilapisi glasur, sehingga permukaannya bisa mengilap atau doff, keras, halus, dan tahan lama.

Saat ini, sudah banyak sekali jenis keramik dengan berbagai ukuran, warna, dan motif.

Jadi, kamu bisa menyesuaikan keramiknya dengan berbagai gaya interior hunian.

Dibandingkan lantai rumah lainnya, lantai keramik lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda.

Kelebihan Lantai Keramik:

  • Tampilan estetis, cocok untuk berbagai desain interior.

  • Tahan lama dan kuat terhadap goresan maupun beban berat.

  • Mudah dibersihkan, cukup disapu dan dipel.

  • Banyak pilihan warna dan motif.

  • Tahan terhadap air dan kelembapan.

Kekurangan Lantai Keramik:

  • Bisa licin, terutama jika memilih tipe glossy untuk area basah.

  • Pemasangan memerlukan keahlian agar hasilnya rata dan tidak mudah lepas.

  • Jika retak atau pecah, perlu diganti satuan dan bisa sulit mencocokkan motifnya.

  • Permukaannya terasa dingin saat disentuh, kurang nyaman tanpa alas kaki.

Baca juga: 7 Pilihan Lantai Rumah Industrial yang Unik dan Keren

3. Lantai Tegel / Ubin

lantai tegel
Sumber foto: beritagar

Lantai tegel atau ubin adalah jenis lantai rumah tradisional.

Lantai ini terbuat dari campuran semen, pasir, dan pewarna.

Setelah itu, lantainya dicetak dan dikeringkan tanpa proses pembakaran.

Ini adalah rekomendasi lantai rumah jika kamu hendak merancang hunian vintage.

Pasalnya, tegel dikenal karena motifnya yang klasik, seperti bernuansa geometris atau bunga-bunga.

Untuk teksturnya, lantai ini agak kesat dan tidak licin. Lantainya juga kokoh saat diinjak karena lebih tebal dibanding keramik biasa.

Kelebihan Lantai Tegel / Ubin:

  • Desain klasik dan artistik, cocok untuk rumah bergaya retro atau tropis.

  • Tidak licin, aman untuk anak-anak atau lansia.

  • Kuat dan tahan lama, jika dirawat dengan baik.

  • Memberikan kesan alami dan sejuk pada ruangan.

Kekurangan Lantai Tegel / Ubin:

  • Perawatannya lebih rumit, karena mudah menyerap noda dan butuh pelapis khusus (coating).

  • Lebih berat dan tebal, sehingga pemasangan butuh ketelitian.

  • Tidak tahan terhadap bahan kimia pembersih yang keras.

  • Pilihan motif terbatas dan harganya bisa lebih mahal dibanding keramik biasa.

4. Lantai Kayu

lantai kayu

Lantai kayu adalah jenis lantai rumha yang teruat dari material kayu asli atau bahkan olahan seperti parket.

Saat ini, lantai ini banyak digunakan pada rumah desain minimalis, desain Jepang, atau desain Scandinavia.

Dengan tampilannya yang alami khas kayu, lantai ini bisa memberikan kesan hangat dan elegan.

Karakteristik lantai ini adalah permukaannya halus dan terasa hangat ketika dipijak, dan tersedia dalam bentuk papan panjang.

Kelebihan Lantai Kayu:

  • Estetis dan mewah, menambah nilai artistik pada interior.

  • Hangat di kaki, cocok untuk ruangan ber-AC atau iklim dingin.

  • Nyaman diinjak, tidak sekeras lantai keramik atau beton.

  • Bisa diperbaiki dengan cara diampelas dan dipoles ulang (untuk kayu solid).

Kekurangan Lantai Kayu:

  • Tidak tahan air dan lembap, bisa melengkung atau lapuk jika tidak dirawat dengan baik.

  • Harga relatif mahal, terutama untuk jenis kayu solid berkualitas tinggi.

  • Rentan terhadap rayap, terutama jika tidak dilapisi pelindung.

  • Perlu perawatan rutin seperti pelapisan ulang dan perlindungan terhadap goresan.

5. Lantai Marmer

lantai marmer

Ini adalah macam macam lantai rumah yang biasanya diterapkan di rumah mewah.

Lantai marmer adalah lantai yang terbuat dari batu alam, yang dipotong lalu dipoles hingga mengilap.

Lantai ini populer karena memiliki tampilan mewah dan coraknya yang unik karena terbentuk secara alami.

Biasanya, lantainya digunakan pada hunian premium, hotel, atau bangunan bergaya klasik dan elegan.

Kelebihan Lantai Marmer:

  • Tampilan sangat mewah dan elegan, cocok untuk rumah bergaya klasik atau modern.

  • Setiap lembar unik, karena tidak ada dua pola marmer yang sama.

  • Tahan lama dan kuat jika dirawat dengan baik.

  • Menambah nilai estetika dan nilai jual rumah.

Kekurangan Lantai Marmer:

  • Harga mahal, baik dari segi material maupun pemasangan.

  • Licin, terutama jika terkena air, sehingga kurang cocok untuk area basah.

  • Mudah menyerap noda, karena marmer bersifat porus (berpori).

  • Butuh perawatan khusus, seperti pelapisan anti noda dan pemolesan berkala.

6. Lantai Granit

lantai granit

Lantai granit adalah jenis lantai rumah yang teruat dari batu alam granit.

Materialnya dipotong, lalu dipoles hingga mengilap.

Biasanya, banyak yang memilih lantai granit karena memiliki ketahanan dan estetika yang premium.

Ya, material granit dikenal sangat kuat, keras, dan tahan gores.

Kelebihan Lantai Granit:

  • Sangat kuat dan tahan lama, cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.

  • Tahan terhadap air dan goresan, tidak mudah rusak.

  • Tampilan elegan dan bersih, cocok untuk rumah modern dan minimalis.

  • Minim perawatan, cukup dibersihkan secara rutin.

Kekurangan Lantai Granit:

  • Harga cukup mahal, meski sedikit lebih terjangkau dibanding marmer.

  • Proses pemasangan rumit, memerlukan tenaga ahli karena bobotnya yang berat.

  • Permukaannya licin, terutama saat basah.

  • Terasa dingin dan keras di kaki jika tidak menggunakan alas.

7. Lantai Vinyl

lantai vinyl

Lantai vinyl relatif praktis untuk digunakan dalam mengubah tampilan ruangan.

Pada bagian bawah, terdapat lem yang mudah direkatkan pada lapisan plesteran atau lantai keramik.

Serupa wall sticker, jika pengguna bosan, mereka dapat melepas dan menggantinya dengan motif lain.

Pemasangan lantai vinyl sangat mudah sehingga bisa dilakukan sendiri.

Perawatannya juga gampang karena hampir sama dengan lantai keramik.

Material ini sangat kuat, tahan api dan air sehingga banyak digunakan di bangunan-bangunan publik.

Kelebihan Lantai Vinyl:

  • Harga terjangkau, lebih murah dibanding kayu asli atau granit.

  • Desain variatif, bisa menyerupai motif kayu, batu, atau keramik.

  • Permukaan nyaman, lembut dan tidak dingin di kaki.

  • Tahan air dan anti gores, cocok untuk dapur dan area lembap.

  • Mudah dipasang, bahkan bisa ditempel langsung di atas lantai lama.

  • Perawatan simpel, cukup disapu dan dipel secara rutin.

Kekurangan Lantai Vinyl:

  • Tidak sekuat batu alam atau kayu solid, rentan terhadap benda tajam dan suhu tinggi.

  • Tidak tahan panas, bisa mengelupas jika terkena sinar matahari langsung terus-menerus.

  • Kurang cocok untuk area outdoor, karena kelembapan dan paparan sinar UV bisa merusak lapisannya.

  • Kurang bernilai jual, karena dianggap bahan sintetis dan tidak seprestisius lantai alami.

8. Lantai Karpet

lantai karpet

Lantai karpet dipasang permanen sebagai pelapis pada permukaan lantai rumah.

Belum banyak rumah yang menggunakan lantai karpet karena perawatannya tidak mudah.

Namun, lantai karpet secara instalasi dan dapat memberikan kesan hangat bagi tempat bermain anak.

Kelebihan Lantai Karpet

  • Memberikan rasa hangat dan empuk saat diinjak, sangat nyaman untuk area santai atau kamar tidur.

  • Dapat meredam suara, sehingga cocok untuk ruangan yang membutuhkan ketenangan.

  • Menambah estetika interior, tersedia dalam berbagai warna, motif, dan tekstur.

  • Aman untuk anak-anak karena mengurangi risiko cedera saat jatuh.

  • Membantu menjaga suhu ruangan tetap hangat, ideal untuk rumah ber-AC atau di daerah dingin.

Kekurangan Lantai Karpet

  • Sulit dibersihkan, terutama jika terkena noda cairan atau debu yang menumpuk.

  • Rentan terhadap jamur dan tungau jika tidak dirawat secara rutin.

  • Tidak tahan air dan mudah lembap, sehingga tidak cocok untuk area basah seperti dapur atau kamar mandi.

  • Umur pakai lebih pendek dibanding lantai keras, terutama jika kualitas bahan rendah.

  • Bisa menimbulkan alergi bagi penghuni yang sensitif terhadap debu atau bulu halus.

***

Demikian ulasan tentang jenis jenis lantai rumah terbaik yang bisa menjadi referensi untuk mempercantik sekaligus menambah kenyamanan hunianmu.

Mulai dari yang tahan lama, tidak licin, hingga tampil elegan—masing-masing memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.

Memilih jenis lantai yang tepat sangat penting agar sesuai dengan kebutuhan ruang, gaya desain, dan kondisi lingkungan rumah

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.