Alasan Furnitur dari Kayu Eboni Sangat Mahal dan Berharga

1 Des 2020 - Ferry Fadhlurrahman

Alasan Furnitur dari Kayu Eboni Sangat Mahal dan Berharga

Foto: Google Images

Kayu Eboni terkenal sebagai salah satu kayu asli dari Indonesia. Salah satu yang menjadi khas dari kayu ini adalah warnanya yang hitam dan berbeda dibandingkan dengan kayu-kayu lainnya. 

Salah satu kegunaan utama kayu hitam adalah sebagai bahan dasar pembuatan furnitur seperti meja atau kursi. 

Bahkan kayu ini juga digunakan sebagai bahan utama untuk berbagai alat musik klasik seperti cello dan piano. 

Kayu hitam ini diolah menjadi berbagai produk furnitur yang dibuat melalui pengerjaan tangan maupun olahan pabrik berkualitas tinggi. Setiap pengerjaan furnitur berbahan kayu eboni ini dijaga kualitasnya dan selalu menjadi buruan para kolektor.

Karena itu jangan heran jika furnitur dari kayu eboni ini memiliki harga yang fantastis. 

Tapi harga tersebut tidak menjadi halangan bagi para kolektor dan juga pecinta perabot berkualitas tinggi.

Seringkali furnitur atau perabot dengan material kayu hitam diburu karena jadi simbol status ekonomi. Terutama oleh warga Jepang

Mau tahu berapa harga kayu eboni ini? 

Pohon kayu eboni bisa mencapai Rp30 juta per meter kubik di pasaran internasional. Sedangkan di Indonesia sendiri, bisa mencapai Rp6-10 juta per meter kubik. 

Tidak heran bila kayu eboni disebut sebagai pohon hijau emas karena harganya yang memang menggiurkan. 

Kepopulerannya enggak kalah dari kayu jati, lho!

Baca juga:

Keunggulan dan Kekurangan Pintu Jati (Lengkap dengan Harga)

Tapi Anda mungkin bertanya, mengapa sih furnitur kayu eboni sangat mahal?

Lalu apa yang membedakan antara furnitur dari bahan kayu lain dibanding kayu eboni? Berikut penjelasannya.

Pohon Asal Indonesia

kayu eboni

Dikenal juga dengan nama black ebony atau Makassar ebony, kayu eboni memiliki nama ilmiah, Diospyros Celebica. 

Spesies kayu eboni ini berupa pohon berbunga yang tersebar di Pulau Sulawesi. Nama eboni Makassar sendiri mengacu pada titik pelabuhan utama di Pulau Sulawesi.

Nah, untuk yang belum tahu, kayu eboni tumbuh alami di Indonesia. Kebanyakan tumbuh di daerah Sulawesi seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo. 

Dari daerah-daerah tersebut justru hasil furnitur dari kayu eboni banyak di ekspor ke berbagai negara. 

Jangkauan ekspor telah meliputi banyak titik, terutama di Jepang dan negara- negara Eropa.

Memiliki Karakter Khas yang Dicari

kayu eboni

Selain warna kayu yang hitam, kayu eboni Makassar memiliki ciri- ciri warna yang tidak teratur dengan guratan dan bercak yang acak. 

Kayu ini juga termasuk jenis kayu yang awet dan tahan lama jika dijadikan furnitur atau alat musik.  

Tekstur alami kayu eboni bersifat halus dengan serat kayu yang lurus atau sedikit berpadu. 

Permukaan kayu eboni juga licin dan tampak sempurna tanpa harus banyak dipoles oleh mesin atau tangan.

Tinggi pohon kayu eboni bisa mencapai 20-40 meter dengan diameter hingga 100 cm. 

Pohon eboni sendiri merupakan salah satu yang mempunyai umur panjang. 

Diprediksi pohon ini bisa hidup sampai usia 100 tahun lebih jika terpelihara dengan baik.

Termasuk Pohon Langka yang Dicari

kayu eboni

Karena tergolong kayu mewah yang sangat disukai oleh peminatnya, tidak heran jika kayu eboni semakin menurun produksinya hingga masuk menjadi kategori jenis pohon langka di Sulawesi. 

Namun karena permintaan dari pasar internasional, layaknya furnitur kayu jati dan kayu lainnya, furniture dari kayu eboni tetap dicari oleh banyak orang. 

Pemerintah daerah Sulawesi sudah melakukan berbagai cara untuk menjawab kebutuhan pasar dengan terus membudidayakan pohon kayu eboni. 

Hanya saja karena harga yang fantastis dan juga permintaan yang besar, membuat usaha illegal logging kayu eboni tetap marak dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. 

Masuk Kategori Terancam Punah

kayu eboniEksistensi kayu eboni memang kian tergerus. 

World Conservation Union (IUCN) telah mengeluarkan daftar spesies yang terancam punah dalam 2000 IUCN Red List of Threatened Species, dan pohon kayu eboni masuk ke dalam kategori vulnerable (VU Ai cd).

Ini artinya kayu eboni berada di batas beresiko tinggi untuk punah di alam.

Sebagai salah satu anggota anggota CITES (Convention on International Trade in endangered Species of Wild Fauna and Flora), Indonesia memiliki kewenangan untuk mengendalikan lalu lintas perdagangan kayu eboni. 

Hanya saja, kayu eboni belum terdaftar dalam Appendiks CITES, sehingga perdagangannya ke luar negeri tidak dibatasi dan tidak termasuk daftar tanaman yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

 

Itulah alasan furnitur yang terbuat dari kayu eboni sangat mahal dan bernilai tinggi. 

Jika Anda menemukan pilihan rumah dijual dengan furnitur seperti ini bisa dipastikan rumah tersebut tergolong hunian mewah

Baca juga:

Mau Bikin Furnitur Sendiri? Coba 7 Cara Membuat Kursi Kayu Ini

Author:

Ferry Fadhlurrahman