
3 menit
Metode pelaksanaan konstruksi perlu diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, pengerjaannya pun tergantung dari jenis proyeknya. Untuk memahami prosesnya, kenali alur dan metode pekerjaannya berikut ini!
Apakah Sahabat 99 berencana untuk membangun rumah tinggal?
Sebelum melakukannya, ada baiknya mengenal lebih dulu mengenai metode pelaksanaan konstruksi.
Metode pelaksanaan konstruksi merupakan metode yang dibuat secara teknis yang menggambarkan proses penyelesaian pekerjaan yang sistematis dari awal hingga akhir.
Dalam metode ini terdapat tahapan atau urutan dan uraian cara kerja dari masing-masing jenis kegiatan pekerjaan.
Selain itu, dalam metode pelaksaaan konstruksi juga terdapat jadwal atau jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan analisa teknis satuan pekerjaan.
Tujuannya agar pekerjaan dapat selesai dengan baik serta waktu yang dibutuhkan tepat sesuai dengan rencana kerja.
Lantas, seperti apa metode tersebut? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini.
Metode Pelaksanaan Konstruksi
1. Pengerjaan Pendahuluan
Pengerjaan pendahuluan adalah persiapan awal yang harus dilakukan dalam melaksanakan suatu proyek.
Pada tahap ini, segala izin yang dibutuhkan untuk proses pembangunan telah diurus.
Selain itu, segala sesuatu yang menyangkut kelancaran pekerjaan pelaksanaan harus telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanaan pekerjaan.
Hal tersebut meliputi persiapan penyusunan jadwal terinci, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja hingga kelengkapan administrasi lapangan.
2. Situasi di Lapangan
Kontraktor juga harus mempertimbangkan situasi lapangan.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Volume pekerjaan yang merujuk pada batasan minimal yang wajib terpenuhi. Hal ini agar proyek tidak menyimpang dari perencanaan.
- Kontraktor meneliti situasi lapangan seperti kontur tanah, sifat dan luasan proyek hingga hal-hal yang bersangkutan agar tidak berpengaruh pada estimasi biaya dan waktu.
- Agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan proyek, kontraktor juga wajib melakukan pengukuran yang sesuai dengan target dan estimasi waktu serta biaya proyek.
Kontraktor bertanggung jawab atas ketepatan ukuran dan mutu bangunan yang sesuai dengan syarat dan rencana kerja.
Jika terjadi ketidakcocokan, kontraktor tidak diperkenankan untuk melakukan tindakan perbaikan sebelum mendapatkan persetujuan dari manajemen konstruksi.
Kontraktor juga wajib membersihkan lokasi proyek dari hal-hal yang dapat menghambat proses pembangunan.
Sebagai contoh, lokasi harus bersih dari pepohonan sampai ke akarnya agar tidak merusak struktur tanah pada bangunan.
3. Pekerjaan Tanah dan Pasir
Seperti namanya, tahap ini meliputi penggalian tanah untuk fondasi, hingga penimbunan galian serta pemadatan setiap lapisan mencapai titik peil yang telah direncanakan.
Dalam tahap ini, terdapat beberapa ketentuan yang wajib di penuhi kontraktor seperti memastikan
- posisi galian dan ukuran seperti tertera dalam gambar serta mendapatkan persetujuan dewan pengawas lapangan;
- penggalian tanah fondasi dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-patok disetujui direksi atau pengawas lapangan;
- fondasi yang dibangun menggunakan batu gunung yang bermutu tinggi serta mengandung lumpur dan pada bagian entrance menggunakan dengan batu bata;
- dasar galian harus mencapai tanah keras dan bersih dari akar-akar kayu, kotoran-kotoran serta bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat); dan
- dilakukan pengurugan yang meliputi urugan pasir, urugan tanah dan urugan kembali bekas tanah galian sesuai dengan gambar proyek.
4. Pengerjaan Pemasangan
Tahap selanjutnya adalah pengerjaan pemasangan, mulai dari beton bertulang hingga beton tidak bertulang.
Kualitas beton sangat tergantung pada bahan-bahan atau material bangunan yang digunakan, yakni
- portland cement;
- air tawar;
- kerikil;
- pasir;
- besi beton; serta
- kayu.
5. Pengerjaan Lantai
Tahap selanjutnya dalam metode konstruksi adalah pemasangan lantai yang ditunjukkan berdasarkan petunjuk dari manajemen konstruksi dan rancangan proyek.
Jika lantai dilengkapi keramik, kontraktor harus mengikuti petunjuk dari manajemen konstruksi.
Pemasangan lantai juga harus mengikuti aturan lantai keramik yang harus bersih, tidak retak atau bergelombang.
Pemasangan keramik yang tidak rapi atau tidak sesuai rancangan proyek, wajib dibongkar dan dilakukan pemasangan ulang.
6. Pengerjaan Instalasi Listrik
Instalasi listrik merupakan komponen yang penting dan pemasangannya harus sesuai dengan peraturan listrik yang berlaku di Indonesia.
Pada tahap ini, pekerjaan meliputi pengadaan dan pemasangan seluruh komponen kelistrikan mulai dari sakelar, stop kontak, lampu dan panel listrik.
Selain itu, perlu juga dilakukan percobaan sampai listrik dapat menyala dengan baik.
7. Pekerjaan Penutup
Pekerjaan penutup adalah pekerjaan pembersihan dan pemeliharaan pada masa pekerjaan.
Di tahap ini, kontraktor wajib melakukan pembersihan seluruh bagian dari proyek, meliputi
- lantai,
- dinding,
- atap,
- pintu,
- jendela,
- plafon, serta
- hal lainnya yang mendukung bangunan layak huni.
Sementara pada masa pemeliharaan, kontraktor berkewajiban mengganti material yang rusak atau tidak berfungsi sesuai target proyek.
***
Itu dia metode pelaksanaan konstruksi bangunan.
Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99.
Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.
Sedang mencari perumahan impian di Makassar?
Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di Royal Spring Makassar.



