Pengertian Pondasi Hingga Jenisnya yang Perlu Diketahui Untuk Rumah Anti-Gempa

19 Feb 2020 - Rachmi Arin Timomor

Pengertian Pondasi Hingga Jenisnya yang Perlu Diketahui Untuk Rumah Anti-Gempa

Rumah menjadi kebutuhan utama setiap manusia, yang diidamkan oleh banyak orang pastinya rumah yang kokoh dan kuat.

Nah, untuk memiliki rumah yang bagus dan kuat, diperlukan struktur bangunan yang kokoh, salah satunya adalah kualitas pondasi.

Pondasi sebagai suatu bagian dari konstruksi bangunan memengaruhi daya tahan dan kekuatan rumah.

Namun, tidak semua pondasi memiliki jenis yang sepadan dan cocok untuk setiap jenis bangunan.

Terlebih lagi, pondasi untuk rumah anti gempa yang harus mempunyai syarat dan ketentuan khusus.

Nah, berikut ini adalah pengertian pondasi hingga jenis-jenis pondasi yang perlu kamu ketahui.

Pengertian Pondasi

Pengertian pondasi adalah suatu bagian paling dasar dari konstruksi sebuah bangunan.

Pondasi berfungsi untuk meneruskan beban dari bagian atas struktur ke lapisan paling bawah.

Pondasi bangunan sangat penting, karena berfungsi sebagai penopang beban bagunan.

Pondasi bangunan menjadi unsur penting untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh.

Adapun persyaratan yang menjadikan pondasi sebagai bagian konstruksi yang baik dengan persyaratan sebagai berikut.

  • Dapat menyesuaikan terjadinya gerakan tanah yaitu mengembang, menyusut atau tanah yang tidak stabil

  • Cukup kuat untuk menghindari timbulnya patah geser tanah

  • Dapat menahan gangguan unsur-unsur kimiawi

  • Dapat menahan tekanan air yang dinamis

Selain itu, peletakan pondasi pun harus tepat, yaitu meletakkan konstruksi pondasi di atas kekuatan tanah atau daya dukung tanah yang kuat.

Baca juga:

Struktur dan Tekstur Tanah – Pengertian, Jenis, hingga Fungsinya

Jenis Pondasi

Pondasi memiliki beragam jenis, yaitu terdapat pondasi tipe dangkal adapun pondasi dalam.

Pondasi tipe dangkal biasanya dibuat di kedalaman yang rendah sekitar 1/3 dari panjang pondasi dengan kedalaman 3 meter.

Berikut ini adalah jenis pondasi dangkal yang wajib diketahui agar menemukan yang tepat untuk rumah.

Pondasi Dangkal

Pondasi Tapak

Pondasi tapak terbuat dari susunan beton bertulang dengan memiliki struktur yang kuat.

Pondasi tapak biasanya dipasangkan pada tanah yang memiliki sifat keras dan memiliki bangunan struktur yang tinggi.

Pondasi Rumah Jenis Jalur

foto: pekerjasipil

Pondasi jalur atau pondasi memanjang digunakan untuk bangunan dengan beban memanjang.

Jenis pondasi ini dibangun dengan mencampurkan pecahan batu, batu kali dan cor beton tanpa tulang.

Baca juga:

Cara Menghitung Volume Pondasi Berbagai Tipe, Mudah dan Lengkap!

Pondasi Rumah Bentuk Rakit

Pondasi rakit atau raft foundations biasanya digunakan untuk menampung beban yang berada di daerah yang luas.

Pondasi rakit disusun dari pelat beton bertulang yang berukuran besar yang dipakai pada tanah yang memiliki daya tahan rendah.

Pondasi Sumuran

Pondasi sumuran berbentuk bulat dan memakai beton selebar 60-80 cm yang dietakkan di kedalaman 1-2 meter di dalam tanah.

Ini adalah salah satu jenis pondasi dalam yang menjadi peralihan antara pondasi dangkal serta pondasi tiang.

Pondasi Umpak

foto: pekerjasipil

Pondasi umpak merupakan salah satu pondasi yang tahan terhadap goncangan.

Pasalnya, sistem yang terdapat pada pondasi ini membantu menyelaraskan bangunan dengan goncangan.

Pondasi umpak dipasang di bawah setiap tiang-tiang penyangga dan digunakan pada rumah sederhana.

Pondasi Beton Lajur

Pondasi beton lajur biasanya digunakan untuk mendukung kolom pada bangunan.

Pondasi beton lajur akan dipakai bila luas penampang yang memakai pondasi pelat terlalu besar.

Pondasi ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan pondasi batu kali yang cocok untuk pengganti pondasi dengan ukuran yang lebar.

Adapun jenis pondasi dalam yang biasanya digunakan pada permukaan tanah dengan kedalaman pondasi lebih dari 3 meter.

Pondasi dalam terdapat 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

Pondasi Dalam

Pondasi Piers

Pondasi piers adalah jenis pondasi rumah yang memiliki fungsi meneruskan beban berat struktural pada bangunan.

Pondasi piers biasanya dibuat dari beton bertulang dan memiliki harga yang lebih murah dibandingkan jenis pondasi rumah menerus.

Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile merupakan pondasi yang dibangun di dalam permukaan tanah dengan cara membuat lubang.

Lubang pondasi bore pile dibuat menggunakan bor kemudian dimasukkan ke kedalaman tanah yang dibutuhkan. 

Pondasi ini dapat menahan beban struktur dengan melawan gaya angkat, sehingga dapat membantu struktur bagian dalam.

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang menggunakan sistem pabrikasi, terbuat dari beton jadi yang ditancapkan ke dalam tanah.

Pondasi ini digunakan pada tanah yang memiliki kondisi lembek atau memiliki kandungan air yang tinggi.

Keuntungan menggunakan pondasi tiang pancang adalah mendapatkan mutu beton dengan kualitas yang terjamin.

Hal tersebut karena pondasi tiang pancang dibuat menggunakan sistem pabrikasi.

Rekomendasi Pondasi untuk Rumah Anti Gempa

Ada beberapa rekomendasi jenis pondasi untuk rumah anti gempa yang dilansir dari antigempa.com.

Pondasi anti gempa digunakan untuk menjaga kestabilan dan kekuatan yang cukup keras.

Biasanya jenis pondasi ini diaplikasikan pada daerah rawan gempa, tidak terkecuali di beberapa daerah Indonesia.

Pondasi anti gempa diterapkan dengan menyambung pondasi dengan kuat ke berbagai bagian rumah.

Hal tersebut turut serta didukung dengan pemilihan bahan bangunan yang memadai dan pengerjaan yang tepat.

Pondasi anti gempa pada umumnya menggunakan sistem pondasi batu kali yang terus-menerus.

Sehingga antara pondasi rumah dengan sloof akan menggunakan angket di setiap jarak setengah meter.

Pondasi batu kali yang banyak ditemukan di berbagai bangunan menjadi pilihan tepat sebagai pondasi untuk rumah anti gempa

Pondasi batu kali memiliki daya tahan tinggi terhadap goncangan. Selain itu, pondasi ini pun memiliki biaya pembuatan yang murah.

Pondasi batu kali biasanya di tanam di bawah permukaan tanah agar topangnya semakin kuat.

Pondasi ini mengandung komposisi seperti urugan pasir dengan ketebalan 10 cm dan batu kosong setebal 20 cm.

Selain itu, ada di dalamnya campuran batu kali berbentuk trapesium, pasir, semen PC, kapur, dan memiliki lebar permukaan sekitar 30 cm.

Keunggulan lainnya, pondasi batu kali pun dapat meminimalisir risiko kebocoran pada rumah.

Pondasi ini mempunyai bentuk konstruksi yang sederhana dan proses pengerjaanya yang cepat.

 

Nah, itulah pengertian pondasi  hingga jenisnya yang perlu diketahui untuk rumah anti gempa.

Semoga informasi tersebut dapat memberikan referensi untukmu tentang pondasi ya.

Semoga bermanfaat!

Author:

Rachmi Arin Timomor